Ini Alasan Mengapa Cewek Sering KePincut Dengan Cowok Yang Salah

Dalam kehidupan sehari-hari sering lo jumpai, kebanyakan wanita cantik memiliki kekasih seorang berandalan yang tidak bisa dibanggakan dari segi apapun. Pria yang model seperti itu
sering kali tidak tahu bagaimana cara
memperlakukan wanita dengan baik, dan justrus yang ada selalu menyakiti hati wanita.

Karena pria dengan tipe tersebut suka berganti-ganti pasangan, ketika mereka sudah bosan dengan wanita yang dia miliki, dia akan meninggalkannya begitu saja tanpa ada sebab yang pasti.

Pria yang salah, selalu memiliki berbagai jurus andalan untuk menaklukan wanita. Tidak hanya
itu saja, penampilannya yang terkesan orakan malah justru dianggap gaul dan menarik bagi para wanita. Pria dengan tipe seperti ini yang dianggap tidak membosankan bagi wanita.

Hal ini sangatlah berbeda dengan tipe pria baik-baik yang terkesan alim juga pendiam sehingga kurang menarik dimata wanita.

Selain alasan yang telah kami sebutkan diatas ternyata juga ada alasan yang lain yang membuat para wanita ini kepincut pria yang salah. Jika lo wanita yang memiliki kekasih seorang pria nakal, pasti lo memiliki salah
satu dari asalan dibawah ini. Berikut alasan wanita kepincut pria yang salah.

1. Penuh tantangan.

Jika lo bertanya kepada wanita yang memiliki kekasih seorang Bad boy, mungkin mereka akan menjawab karena butuh tantangan. Hal ini biasanya wanita yang dibesarkan dikeluarga yang penuh dengan aturan, sehingga wanita tersebut ingin merasakan sensasi hidup dengan
berpacaran sama cowok yang tidak suka dengan aturan dan kurang bertanggung jawa. Wanita ingin merasakan hidup yang penuh petualangan.

2. Memiliki ayah yang juga seorang bad boy.

Jika wanita memiliki ayah yang seorang
berandalan di masa mudanya tidak salah jika anak perempuannya juga tertarik dengan pria yang bertipe berandalan. Karena bagaimanapun
sosok ayah adalah idola bagi anaknya terutama anak perempuan

Mereka mungkin akan mecari
pasangan yang memiliki sifat yang sma dengan ayahnya. Namun keputusan ini sering kali diluar
kesadarannya.

3. Berharap pria tersebut akan

berubah.

Inilah kesalahan yang sering kali dialami banyak wanita.Kebanyakan wanita tertarik dengan pria yang salah atau pria yang terkesan orakan, karena mereka berfikir mereka bisa merubahnya menjadi pria yang lebih baik. Hey nona
janganlah berusaha untuk merubah seseorang. Jika mereka ingin berubah pastilah mereka akan berubah dengan sendirinya secara perlahan.Dengan berusaha untuk merubah dia menjadi pria yang baik justru akan membuat dia
membenci lo, dan suatu saat lo akan menyesalinya. Jika anda benar-benar cinta, maka terimalah dia apa adanya.

4. Tak ada pilihan lain.

Nahhh untuk alasan terakhir yaitu karena tidak ada pilihan yang lain. Mungkin ini sering dialami oleh wanita yang sudah bosan dengan statusnya yang selalu jomblo dan kesepian. Wanita yang merasa sudah putus asa dan trauma dengan hubungan yang dulu mereka jalani sehingga sering kali terjebak dalam hubungan pria yang salah. Jangan sampai lo berfikir tidak ada pilihan lain, lo harus tetap bisa menseleksi pria mana yang baik untuk anda, Jangan sampai lo menjalin hubungan dengan pria yang justru akan membuat hidup lo bermasalah.

Ini informasi tentang sebab kenapa wanita sering kepincut dengan pria yang salah. Sebagai wanita lo harus bisa memilih pria mana yang terbaik untuk lo. Jangan buang-buang waktu lo untuk menjalin hubungan dengan pria yang salah. Semoga informasi diatas bermanfaat ,terimakasih. 

Jodoh Itu Pemberian Dari Tuhan Atau Orang Tua?

Di era Siti Nurbaya dulu (=dibaca zaman dahulu), menemukan pasangan hidup nggak jauh-jauh dari pilihan orang tua, atau katakanlah dijodohin. Namun di zaman sekarang yang udah modern, masalah jodoh sepertinya udah urusan individu. Setiap orang berhak memilih pasangan hidupnya. Lo Setuju? *50:50 lah yang jawab setuju atau ngga.

Namun nggak sedikit orang tua yang masih melakukan perjodohan kepada anaknya. Biasanya itu terjadi karena faktor keturunan, umur, atau ekonomi. Rata-rata orang tua yang melakukan perjodohan kepada anaknya itu sebenarnya dengan tujuan yang pasti baik, hanya ingin anaknya memiliki pasangan sesuai pilihannya yang bisa menjamin hidup dan masa depan supaya nggak mengalami kesusahan, nggak lebih! Itulah yang terbaik.

Mereka beralasan soalnya orang tua beranggapan, mereka sudah menjalani kehidupan pernikahan cukup lama. Sehingga mereka berfikir mereka cukup kompeten untuk memilihkan pasangan bagi anaknya.
Kadang berdasarkan ego tersebut, mereka jadi menutup mata dan telinga dari pendapat anaknya yang nggak mau dijodohin. Kecuali kalo orang yang dijodohin ke kita itu pas sama yang lo mau, dan lo juga pas sama yang dia mau. Ini baru pilihan tepat deh, lo jadi nggak perlu repot jungkir balik keliling dunia, ga perlu surfing ke dunia maya, ga perlu semedi ke dunia laen,  buat nyari pasangan yang tepat.

Tapi gimana kalo enggak cocok? Ini udah pasti jadi keadaan yang sangat dilematis bagi lo sob. Ketika lo udah punya pilihan sendiri untuk pasangan hidup lo, tapi orang tua lo nggak setuju dan ga akan memberi restu!

Dampak dari hal itu bisa jadi masalah yang cukup memusingkan, galau dan risau bercampur jadi adonan bimbang. Bisa aja lo pilih untuk kawin lari sambil dorong gerobak soto, atau lo pasrah dijodohkan sama calon yang mirip salep panu cap nyonya meneer hanya demi membuat orang tua lo bahagia. Lagian, emangnya enak, tinggal satu atap, setiap hari, hingga selamanya lo buka mata bersama orang yang nggak ada rasa buat lo cinta?

Berlanjut dari kepasrahan dijodohin tersebut, lahir lagi masalah yang jauh lebih pelik campur kompleks jadinya Ribet. Yaitu seperti kasus rumah tangga yang berantakan karena salah satu dari dua pasangan di dalamnya tidak pernah bisa mencintai.

Misalnya, lonya yang dipilih orang tua sih fine-fine aja menjalani rumah tangga, tapi istri lo, hatinya masih nyangkut sama pacarnya yang ditinggal nikah sama lo. Istri lo menjalani hari-hari seperti neraka sob, penuh rasa bersalah dan rasa cinta yang belum terselesaikan. Pada akhirnya, hadirlah keinginan untuk selingkuh dengan mantannya. #fakta (Loh?)

Salah satu mimpi paling buruk adalah tinggal satu atap bersama orang yang tak pernah bisa dicintai

Bagian paling fatal adalah ketika pernikahan dari perjodohan itu dikaruniai anak. Nasib si anak ini akan sangat menyedihkan bila orang tuanya tidak saling mencintai.

Bagaimana pertumbuhan si anak dapat normal baik-baik saja seperti anak lainnya bila suasana rumah yang menjadi tempat awal ia berkembang selalu dirundung pertengkaran? Psikologis si anak akan rusak sejak kecil dan mengalami trauma, dan itu mempengaruhi persepsinya terhadap orang tua dan masa depannya!

Kemungkinan terburuk di atas adalah salah satu kasus yang pernah terjadi akibat perjodohan, tapi nggak semua perjodohan akan begitu kok. Banyak juga pasangan dari perjodohan yang hidup bahagia selamanya, dan gak perlu ngalamin ngabisin waktu buat pacaran lama-tapi-nggak-kunjung-dinikahin.

Percaya atau enggak, pepatah inggris mengatakan ‘witing tresno jalaran soko kulino’ itu bisa terjadi dan berlaku. Ya cinta juga bisa terlahir karena terbiasa bersama seiring berjalannya waktu.

Terlepas dari baik-buruknya perjodohan, kembali lagi jodoh itu di tangan Tuhan. Nggak menutup kemungkinan jodoh lo itu pemberiannya diwakili orang tua, lewat perjodohan. Juga mari kita semua pahami bahwa restu orang tua adalah restu Tuhan juga, Gaes. Nggak ada yang lebih membelenggu dari cinta yang gak dapet restu.

Jika orang tua lo nggak merestui hubungan lo dengan pilihan lo, barangkali sampai kapanpun kebersamaan kalian nggak akan merasakan bahagia yang hakiki.  Akan tetapi, kalo lo masih mempunyai waktu untuk memperjuangkan restu bersama pasangan pilihan lo tersebut, jelas harus lo perjuangkan semaksimal mungkin. Kompaklah berjuang bersama untuk meyakinkan orang tua lo sambil memantaskan diri agar meraih restu. Karena restu itu bukan diminta, tapi diraih.

Orang tua hanya ingin masa depan anaknya sejahtera oleh calon yang bisa menyejahterakannya.”

Apapun yang memang sudah takdirnya, yang bisa lo lakukan hanyalah ikhlas dan menerima, juga menikmatinya. Itulah yang terbaik. Kalo akhirnya nanti lo dijodohin, pertimbangkan segala sisinya. Kalo lo pengin dengan pilihan lo, tentu lo udah tau apa yang harus kamu lakuin sekarang!!.. Lakukan dan berikan yang terbaik. Tapi harap diingat juga, kadang restu Tuhan itu dititipkan melalui restu orang tua.

Jadi, menurut lo enakan dijodohin, atau pilih pasangan sendiri?

#Terkadang di situ saya merasa sedih memilihnya

*hehehehehehehehhehe

Pendominasian Kata “Terpaksa”

terpaksa adalah kata dimana kita melakukan sesuatu tetapi tidak didasari dengan niat dan keinginan yang kuat.

Oke balik lagi ke kata terpaksa.
terpaksa itu mungkin udah sering terjadi di kehidupan masing masing manusia dan dalam beberapa jenis kategori.

misalnya , terpaksa meninggalkan, terpaksa mandi, terpaksa tidur, terpaksa main, dll.

terpaksa disini mungkin atas dorongan orang lain. misalnya terpaksa tidur karena disuruh orang tua.

walaupun dorongan orang lain, ada juga loh yang timbul dari dalam hati kita sendiri.. contohnya :

1. Terpaksa Meninggalkan Seseorang

Terpaksa meninggalkan seseorang, ada yang pernah mengalami kah ?
Kalau gue sih pernah..
Banyak kejadian terpaksa meninggalkan hanya kejadian hal hal yang sepele. misalnya karena kita pikir kalau kita udah gak cocok bahkan gak ‘pantes’ buat dia.. Masalah ini sering banget gue hadepin..
bagaimana ceritamu ?

2. Terpaksa Cerai

Kalau tentang cerai mencerai, itu dari dalam hati masing masing.
kalaupun kita sekuat tenaga mempertahankan, tapi Tuhan belum mengizinkan yaa terpaksa juga harus pisah.

3. Terpaksa Melakukan Hal Hal yang Tidak Logis

Ini ada banyak contohnya, misal kita makan narkoba, atau bunuh diri gara gara sesuatu yang tidak bisa diselesaikan.

Kalian tahu ? tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan.
kalau memang masih bisa diselesaikan , kenapa tidak ?

gk ada masalah yang gk bisa diselesaikan, kalau kita niat sih pasti ada jalannya kok.

melakukan hal hal yang tidak logis hanya akan merugikan banyak pihak.

kita disini hidup bersaudara dan harus saling tolong menolong.
Jadi jangan putusin sesuatu sepihak, masih banyak pendapat orang yang lebih bijak daripada pikiran kita sendiri.

Ada yang mau menambahkan ?
Pasti dari kalian banyak yang pengalaman dari terpaksa,silahkan di share di sini 🙂