Cobalah Berhenti Membuka Sosmed, Lalu Apa Yang Terjadi?

Zaman sekarang pernah ga lo berpikir untuk berhenti membuka namanya Sosial Media ( SosMed )? walaupun sempat kepikiran hal tersebut, mungkin lo pada ga akan kuat menahan godaan untuk ga membukanya.
Ngaku aja..

image

Zaman sekarang gitu Smartphone bagaikan nyawa kedua hidup lo, Smartphone lo ilang atau  ketinggalan, atau paling sering Paketan atau kuota internet lo habis aja lo bakal gelisah, risau, dan galau kan?
Entah ga bisa Bbman, WhatsAppan, Twitteran, Path, Facebook, Instagram, dan macem2 hal yang berhubungan dengan Sosial Media. Pasti lo akan buru2 ke konter untuk isi pulsa internet lo! #fakta

Tapi lo pernah ga berpikir apa yang terjadi jika setiap detik lo ga buka namanya SosMed?, penasarankan, dan inilah Yang akan terjadi !

Sosmed memang seru. Lo pasti nggak sabar pengin buka tiap sebentar dan mencari tahu apa yang terjadi dengan teman-teman lo. Saking nggak sabar dan penasaran, hampir tidak sebentar membuka sosmed. Bahkan saat sedang bekerja sekalipun, sebagian besar dari lo mengecek sosmed, kadang memberi komentar
dan bahkan menulis status.

Seru? Iya. Hubungan pertemanan tetap terjaga. Lo juga bisa narsis dengan memasang foto serta aktivitas lo sehari-hari. Tapi apakah itu positif?

Nah, itu dia yang harus mulai lo pikirkan.

Ini dia 7 hal yang akan terjadi jika kita tidak membuka sosmed setiap detiknya.

*Akan Banyak Pekerjaan Yang Selesai.

Sudah pasti akan banyak pekerjaan yang selesai. Jika lo setiap sebentar membuka sosmed dan biasanya menghabiskan waktu lima sampai lima
belas menit. Coba deh, berapa kali lima belas menit dalam sehari lo membuka sosmed ?
Padahal akan banyak tugas atau peer yang dapat lo kerjakan dalam waktu sebanyak itu.

*Bisa Fokus Pada Hal Lain.

Lo akan lebih fokus bekerja. Pikiran tetap terjaga hingga mencapai target. Jika membuka sosmed, pikiran lo pasti teralihkan pada apa yang lo lihat. Mendadak, pikiran lo tidak lagi pada pekerjaan. Akibatnya, pekerjaan tertunda bahkan tidak selesai sesuai target.

*Akan berhenti membandingkan Dirimu Dengan Yang Lain.

Melihat sosmed orang lain yang terlihat lebih happy dari lo, pasti akan membuat lo jadi kecil hati. Lo akan mulai membandingkan diri lo dengan mereka. Padahal, tidak semua yang di
sosmed itu benar gaes. Banyak juga yang hanya ingin pamer saja tapi sebenarnya mereka juga memiliki masalah di kehidupan nyata.

*Akan Lebih Sehat.

Lo akan lebih banyak menghirup udara segar di luar sana ketimbang sibuk dengan sosmed. Hey, ada kehidupan lain dan nyata di luar sana!
Ayo, sehatkan pikiran lo gaes dan tubuh dengan banyak bergerak dan beraktivitas positif.

*Cinta Lama Belum Selesai Tidak Akan

Terjadi Lagi.

Ini sudah sering terjadi, apakah kamu merasakan juga? Cinta lama yang belum tuntas kembali datang dan dipertemukan di sosmed. Padahal ada kehidupan nyata yang harus lo jalani juga.
atau mungkin lo udah punya pacar yang nyata juga, akibat dari pertemuan dengan cinta lama di SosMed, akhirnya perselingkuhan terjadi.

*Data Pribadi Lo Akan Tetap Terjaga.

Banyak yang mengira data dan foto pribadi akan aman selamanya di sosmed. Saat ini sudah banyak ‘maling’ data dan foto yang
disalah gunakan. Jadi sebaiknya kurangin menyebarkan data sendiri di sosmed. Kan, demi kebaikan lo juga.
Udah banyak kasus sekarang orang mengambil foto lo buat akun ga jelasnya. #fakta

*Akan Memiliki Teman Yang Sesungguhnya.

Sibuk di sosmed jadi mengurangi bertemu dengan teman di dunia nyata. Padahal lebih seru kalau bertemu lalu ngobrol seru-seruan bareng, kegilaan bareng akan terasa saat lo bertemu dengan kawan lo di dunia nyata ketimbang hanya saling ‘intip’ sosmed masing-masing dan hanya sekedar menyapa.

Inilah hal-hal yang bakal terjadi gaes, saat lo ga buka namanya SosMed. Apa lo ga mulai dari sekarang “mengurangi” untuk ga gatel membuka SosMed?

Banyak kok manfaatnya, inget gaes, hidup lo akan lebih berasa nikmati hidup kalau dalam sehari lo lupa yang namanya SosMed

Iklan

Pria Itu Selalu Salah!

Setelah lo baca judulnya pasti bertanya, apa seh?, Apa yang salah?, mang salah apa?, emang salah jadi pria?, banyak pertanyaan yang muncul di kepala lo setelah lo baca judul di atas.

Kali ini gue mau posting tentang pengalaman saat dulu gue nongkrong, apa barang kali di antara lo semua pernah melihat kejadian ini.

Ketika lo nongkrong ma temen lo, kemudian lo liat ada wanita sama pria lagi berantem, mula-mula pertengkaran mulut di kedua pihak, makin lama makin memanas, dan akhirnya tiba-tiba si wanita nampar pria , terus nendang kelaminnya pria , hingga ia jatuh tersungkur. Wanita tersebut melangkah pergi diiringi riuh tepuk tangan dari orang-orang yang menonton, sementara sang pria berguling di tanah kesakitan tanpa ada yang menolong. Yang jadi pertanyaan gue, saat lo melihat itu apa yang bakal lo ungkapkan?

Pasti ga jauh dari, “mampus”, “syukurin lo”, “rasain tuh”, “Cowok nggak guna”, “Cowok nggak punya harga diri”, “Itu cowok apa banci?”, “Cowok stupid!”, “Cowok bego!”, “Cowok itu feminim banget”, “menyedihkan!” Dan sebagainya.

Mungkin ada beberapa dari kita akan menilai “cewenya gila”, “ceweknya stres”, dan itu jarang banget yang akan menilai ke wanitanya yang telah ngelakuin itu ke prianya. Sedangkan pria sudah jatuh harga dirinya.

Nah coba deh bayangkan sekarang kejadiannya di balik, Bila wanita tersebut duduk memohon sambil nangis-nangis, sementara prianya menamparinya di muka umum. Apakah kira-kira komentarnya juga akan terbalik, mengomentari kebodohan dan harga diri wanitanya?

Walaupun ada yang komentar kebodohan wanita kenapa mau sama cowok kayak gitu, tapi itu jarang terjadi.

Apakah akan sedikit sekali komentar yang berkata, “Cowoknya stress”

?. Jawabannya pasti buuaaanyaakk yang mengumpat tuh cowok.

Bila pria selingkuh, maka dia “bajingan”. Bila wanita selingkuh, berarti prianya “tidak mampu menjaganya”. Bila sepasang kekasih bertengkar di restoran lalu wanita menamparnya pria, pria itu pasti melakukan kesalahan. Bila pria yang menampar wanitanya, pria itu berhak digebukin massa. Itulah yang terjadi dalam dunia romansa kita.

Bahwa pria selalu salah dan berhak menerima hukuman. Jangankan wanita, pria sendiri pun menyalahkan sesama pria

Apa lo ga berpikir kalau contoh yang di awal tadi setelah di selidiki(dektektif), ternyata yang salah wanita?, si pria mengajak wanitanya untuk pulang karena orang tua wanita sudah menghubunginya, tapi si  wanita bersikeras tak ingin pulang, masih mau nongkrong sama temannya, mula-mula pertengkaran mulut di kedua pihak, makin lama makin memanas, dan akhirnya tiba-tiba si wanita nampar pria , terus nendang kelaminnya pria , hingga ia jatuh tersungkur. Wanita tersebut melangkah pergi diiringi riuh tepuk tangan dari orang-orang yang menonton, sementara sang pria berguling di tanah kesakitan tanpa ada yang menolong.
Karena ketidak tahuan kitalah yang menjudge kalau pria tersebut melakukan yang salah sama wanitanya, kalaupun kita tau masalahnya seperti itu pasti lebih banyak yang menyalahkan sang pria.
Seperti “cewek kayak gitu lo ajak”, “ngapain lo bawa kalau ga boleh nongkrong?”, “salah sendiri lo ga pamitan sama orang tuanya”, “biarin aja seh, cewek lo masih mau nongkrong” dan laen-laen.

wanita menampar pria, tetep saja pria yang di salahin. Pria menampar wanita tetep aja digebukin si pria tersebut, jangankan menamparnya, membuat wanita menangis depan umum pun, bakalan banyak yang nyalahin si pria. Tau atau tidaknya masalah mereka.

Ini adalah bahan perenungan yang menarik untuk kita semua. Bila Anda adalah pria, tidak perduli bagaimana seorang wanita menyakiti hati Anda dengan keji,jangan pernah menamparnya. Karena Anda akan disalahkan, Anda dituntut untuk kalem, dewasa, tenang, dan pasrah menerima cibiran dan tawa dari orang-orang yang berkerumun di sekitar Anda,saat pacar Anda yang selingkuh menyiram Anda dengan minumannya.

Mungkin sudah hukum alam, fisik wanita lebih lemah dari pria, sehingga salah apapun wanita kita sebagai pria harus tenang menghadapinya.