Penyakit Penyakit Mental Pengguna Internet

Internet di jaman yang telah banyak berkembang ini adalah salah satu hal yang mungkin paling diperlukan dibalik kebutuhan pokok seperti sandang, pangan dan juga papan. Namun meskipun memiliki manfaat yang sangat banyak bagi para pengguna internetnya, internet ini juga memiliki banyak sekali hal yang sangat merugikan selain rugi dalam segi waktu dan juga hubungan sosial. Bahkan masalah kesehatan juga bisa dialami oleh para pengguna internet yang berlebihan ini. Berikut ini akan kami sampaikan beberapa penyakit mental pengguna internet yang cukup serius.

1. Internet Asperger’s Syndrome

Penyakit mental yang pertama yang menjadi problem dari para pengguna internet yang berlebihan adalah Internet Asperger’s Syndrome. Penyakit ini adalah pnyakit dimana seseorang hanya bisa memandang layar monitor dan berkomunikasi dengan beda mati yang lambat laun akan membuatnya tidak bisa merasakan empati kepada orang di sekitarnya. Bisa jadi, kasus ini hampir mirip dengan penyakt autis yang mereka memiliki dunia sendiri dan kadang bisa mengganggu orang disekitarnya karena mereka tidak bisa mengenali adanya interaksi non verbal yang diberikan kepada mereka.

2. Munchausen

Berbohong, mungkin hal ini adalah hal yang banyak Anda ketahui di dunia nyata dan setiap orang tentunya akan pernah melakukan hal tersebut bukan? Hal inilah yang kerap dilakukan oleh para pengguna internet yang memiliki penyakit mental berupa Munchausen. Penyakit Munchausen ini adalah sebuah penyakit dimana mereka bisa memberikan adanya sebuah tulisan di dunia maya atau di internet dengan kebohongannya. Kebohongan yang dilakukan ini juga dilakukan untuk bisa menarik perhatian banyak orang di dunia maya terlebih lagi untuk bisa meraih rasa kasihan. Ya, tentunya hal ini akan menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan bukan?

3. Online Intermittent Explosive Disorder (OIED)

Kasus berikutnya yang merupakan penyakit mental ini adalah sebuah penyakit yang mungkin saja bisa menjadi penyakit yang dialami oleh banyak orang dalam skala yang masih rendah dan juga ringan. Penyakit ini bernama Online Intermittent Explosive Disorder dimana seseorang bisa meluapkan emosinya kepada monitor dan benda mati ketika ada sebuah komentar yang dianggapnya sangat menyinggungnya. Penyakit yang disingkat sebagai OIED ini adalah penyakit dimana bisa terjadi dalam skala ringan, namun dalam skala besar penyakit ini benar-benar bisa merusak otak dan juga gangguan mental. Hal ini bisa terjadi karena adanya kemampuan emosi yang dimiliki oleh orang tersebut di dunia nyata yang tidak bisa diluapkan sehingga diluapkan di dunia maya.

4. Low Forum Frustation Tolerance (LFFT)

Bernama Low Forum Frustation Tolerance, penyakit mental yang satu ini yang juga terjadi pada para pengguna internet adalah dengan adanya kemampuan toleransi yang rendah kepada sebuah forum. Jadi, orang yang menderita penyakit ini akan selalu merasa tidak tenang ketika ada banyak orang yang tidak setuju dengan postingannya di internet atau justru memakinya. Hal ini akan dibahas dengan hal yang lebih parah lagi untuk tidak membenarkan postingan orang lain kepada dirinya sendiri. Hampir seperti sifat anak-anak, namun meskipun membuat tidak tenang, seseorang ini akan terus memposting hal yang bahkan tidak penting untuk melihat apa respon dari orang lain.

Pengertian Phobia, Penyebab dan Macam-macam Phobia

Hampir semua orang pernah mengalami ketakutan terhadap sesuatu, baik itu hewan, benda-benda, keadaan gelap dan lain-lain. kita ambil contoh phobia terhadap kelabang. Takut pada kelabang – Bentuk ketakutan atau phobia? Semua orang pasti takut melihat kelabang atau lipan yang tengah merayap. Ketakutan seperti itu rasional, sebab binatang yang satu ini berbisa. Tapi, ada orang yang memiliki ketakutan yang tidak rasional terhadap binatang ini. Mereka dapat digolongkan sebagai penderita phobia kelabang.

Sebut saja mawar. Ia mengaku sejak kecil paling takut dengan kelabang, tanpa tahu sebab musibahnya. “Pokoknya takut aja. Digigit sih belum pernah,” katanya. Pernah sekali waktu, di rumah orangtuanya, mawar hendak kebelakang. Tiba-tiba dia melihat seekor kelabang lewat di atas sandal yang hendak dipakainya. Sejak saat itu juga, dia tidak mau memakai sandal tersebut selamanya. “Selain takut, saya geli melihat badannya yang hitam pekat dengan kaki yang banyak banget,” ungkapnya.

Memang, kata mawar, saat ini dia jarang ketemu kelabang. Tapi, dia mengaku, sampai sekarang, masih sangat takut bertemu dengan binatang berkaki banyak itu. “Untuk itu, saya sangat ekstra hati-hati bila memasuki suatu tempat yang baru. Siapa tahu ada kelabangnya di situ,” ujarnya.

Takut Atau Phobia?

Karena kelabang merupakan binatang berbisa, menurut psikiater Dr. Mardi Susanto, wajar bila seseorang takut padanya. “Sebab orang yang digigit kelabang akan merasa sakit, bahkan dapat menderita demam. Jadi, masuk akal bila orang takut. Tapi, rasa takut itu ada pula yang tidak masuk akal sehingga dinamakan phobia, “ ungkap psikiater yang berpraktek di Jakarta Itu.

Lebih jelasnya, kata Mardi, ketakutan yang masuk akal itu adalah bisa kelabang memang berjalan di atas tubuhnya. Dan itu bukan phobia. Sebab, ketakutannya yang nyata karena kelabang itu berbisa. “Semua orang pasti takut bila ada hewan berbisa yang berjalan-jalan di atas tubuhnya, kecuali pawangnya,” jelasnya.

Tetapi, demikian Mardi, kalau sang kelabang masih jauh dalam arti tidak mendekati atau sedang berjalan di atas tubuhnya, tapi dia ketakutan bahkan sampai menjerit, atau mukanya pucat, keringat dingin, lari terbirit-birit atau sampai terbawa mimpi, itu baru namanya phobia. “ Apalagi bila sampai orang bersangkutan tidak mau menggunakan sandal atau baju yang pernah dilewati oleh si kelabang” ungkap Mardi memberi ulasan contoh tentang mengalaman mawar di atas.

Phobia, kata Mardi, adalah ketakutan yang menetap dan tidak rasional terhadap suatu obyek, aktivitas atau sesuatu yang spesifik dan menimbulkan keinginan yang sangat mendesak untuk menhindari obyek, aktifitas atau situasi yang ditakuti tersebut.

Jadi kalau ketakutannya menetap ( setiap ketemu kelabang pasti cemas atau takut), tidak rasional dan berlebihan, serta ada desakan-desakan yang irasional untuk menghindarinya, maka itu bisa dimasukkan ke dalam kelompok phobia. “Cemasnya ini nggak main-main. Begitu dia melihat kelabang (walaupun dalam jarang yang cukup jauh), dia bisa betul-betul berteriak atau lari terbirit-birit. Bahkan yang parah,bia dia melihat kelabang, bisa jadi malamnya terbawa mimpi,” ujar Mardi mengulanginya.

Pengertian Phobia Simplex

Menurut Mardi, phobia kelabang memang belum dibakukan sebai salah satu jenis phobia. Namun, kenyataannya ada sebagian orang yang menderitanya. Tapi phobia itu kan dibagi menjadi angoraphobia, social phobia, dan phobia simplex. Nah, phobia kelabang ini termasuk dalam phobia simplex,” jelasnya.

Phobia simplex, kata Mardi, adalah ketakutan terhadap obyek tertentu dan sifatnya tidak rasional, serta ketakutannya menetap. Artinya, rasa takut atau cemasnya selalu timbul saat melihat obyek tertentu. “Seperti takut terhadap mayat, binatang, termasuk takut kepada kelabang,” ujarnya.

Memang, kata Mardi, ada penderita phobia kelabang yang tak mau menggunakan sesuatu seperti sandal atau sepatu yang telah dilewati oleh kelabang. Biasanya, mereka berpikiran, sang kelabang pasti telah meninggalkan bisanya di atas baju, sepatu atau sandal yang dijalarinya. “Ada juga yang memberikan alasan, dia tidak takut melainkan hanya geli saja melihatnya. Tapi, itu tidak benar. Mereka bilang begitu hanya karena mereka malu mengakui bahwa sebenarnya mereka takut. Kan manusia mempunyai rasa gengsi, sehingga dia bilang geli bukannya takut,” tegas Mardi.

Phobia Karena Pengalaman Masa Kecil

Lantas apa penyebab phobia kelabang ini? Menurut Mardi, ketakutan ini telah ada sejak kecil. Setelah mereka dewasa atau besar, ketakutannya timbul kembali karena adanya suatu konflik yang menyerupai konflik di masa kecil tadi. “Mungkin waktu kecil dia pernah lihat orang digigit kelabang atau kalajengking. Nah begitu dia besar, ingatan-ingatan itu muncul lagi dalam bentuk ketakutan yang bertambah,” paparnya.

Seperti phobia lainnya, demikian Mardi, penderita phobia kelabang biasanya tidak tahu penyebabnya. “Bahkan mereka sendiri tidak menyadari, bila mereka menyidap phobia kelabang,” tegasnya.

Jenis Terapi Untuk Mengobati Phobia

Mardi menjelaskan, terapi yang digunakan untuk menyembuhkan phobia kelabang sangat beraneka ragam, tergantung berat-ringannya phobia tersebut. Bila phobianya sudah sangat berat, menurut Mardi, biasanya digunakan psikofarmaka terapi. Caranya, dengan memberikan obat-obatan anti cemas. “Tapi, tentunya dibarengi dengan terapi lainnya. Tidak berdiri sendiri. Psikofarmaka diberika bila phobianya telah berat. Misalnya sampai terbawa mimpi atau selalu teringat, selalu menimbulkan cemas dengan puncaknya gangguan panik, misalnya,” papar Mardi.

Bila tidak, demikian Mardi, biasanya cukup dengan behovior therapy (terapi tingkah laku). Misalnnya dengan cara sensitikasi. “Kita perlihatkan gambar kelabang terlebih dahulu. Bila dia sudah tidak takut kepada gambar, kita perlihatkan kelabang hidup dalam jarang yang jauh. Semakin hari jaraknya semakin diperdekatkan,” ujarnya.

Tapi, karena kelabang makhluk yang berbisa, maka tentu pasien tidak pernah sampai menyentuh kelabang. Cukup dalam jarak satu meter saja misalnya. Cara ini, demikian Mardi, memakan waktu cukup lama. Perlu adaptasi.

Misalnnya, kalau dengan gambar saja sudah takut, tentunya tidak bisa langsung ditunjukkan kelabang hidup dalam jarak yang cukup jauh.” Jadi, proses penyembuhan mesti bertahap,” kata Mardi pula.

Selain itu, ada cara penyembuhan lainnya yang disebut flooding. Caranya, si penderita sekaligus diperlihatkan kelabang sesungguhnya dalam jarak dekat. Tentunya dengan pengamanan, sebab hewan itu berbisa. Menurut Mardi, kadang-kadang terapi ini bisa berhasil dalam waktu lebih cepat daripada sensitikasi.

Tapi, bila mental pasien tidak cukup kuat, maka cara flooding ini biasanya dikombinasikan dengan psikofarmaka. Jadi, sipenderita diberikan obat anti cemas, baru dilakukan flooding. Menurut Mardi, ada lagi cara lain, yakni punishment system, suatu bentuk terapi dengan memberi hukuman. Bila diperlihatkan gambar kelabang dan pasien takut, maka ia diberi hukuman. Sehingga, daripada dihukum pasien jadi (dipaksa) berani.

Ada juga terapi reward system. Misalnya bila pasien berani melihat kelabangg dari jarak dekat, dia diberi sesuatu hadiah. Namun, terapi punishment system dan reward system ini biasanya digunakan untuk penderita phobia yang masih kanak-kanak.

Dan berikut macam-macam phobia yang begitu aneh..

25). Globophobia

– Takut pada balon yang meledak

24). Ombrophobia

– Takut pada hujan

23). Geniophobia

– Takut pada dagu

22). Trypophobia

– Takut pada lubang

21). Pogonophobia

– Takut pada jenggot

20). Hippopotomonstrosesquipedaliophobia

– Takut pada kalimat panjang

19). Lipophobia

– Takut gemuk karena makan

18). Genuphobia

– Takut pada siku

17). Sanguivoriphobia

– Takut pada vampir

16). Ergophobia

– Takut untuk bekerja

15). Emetophobia

– Takut pada muntah

14). Arachibutyrophobia

– Takut pada selai kacang yang jatuh pada dinding mulut

13). Triskaidekaphobia

– Takut pada angka 13

12). Nomophobia

– Takut kehilangan kontak nomor telepon

11). Ancraophobia

– Takut pada angin

10). Ephebiphobia

– Takut menjadi muda

9). Xanthophobia

– Takut pada warna kuning

8). Myrmecophobia

– Takut pada semut

7). Turaphobia

– Takut pada keju

6). Anthophobia

– Takut pada bunga

5). Hylophobia

– Takut pada Kayu , Hutan , dan Pohon

4). Tetraphobia

– Takut pada angka 4

3). Omphalophobia

– Takut pada lubang perut

2). Scriptophobia

– Takut untuk menulis di tempat umum

1). Pentheraphobia

– Takut pada ibu sendiri

Cinta Itu Seperti Halnya Penyakit

Cinta itu bisa di ibaratkan penyakit. Kenapa??
Ga ada toh di dunia ini yang ga pernah kena penyakit? Nah, cinta itu kayak gitu. Semua orang pernah kena penyakit, semua orang juga pernah kena sama hal yang disebut cinta.

Berikut penjelasan mengenai cinta dan penyakit.

Ada satu penyakit namanya migren. Migren itu seperti cinta yang bertepuk sebelah tangan. Coba kamu sakit kepala sebelah, sakit kan? Nah cinta bertepuk sebelah tangan juga rasanya
sakit.

Ada lagi penyakit namanya magh. Magh itu penyebabnya adalah telat makan. Kalau kita ibaratkan dengan cinta, magh itu sama kayak orang yang telat mengungkapkan cinta. Telat makan bisa sakit magh, telat mengungkapkan cinta bisa bikin sakit hati.

Penyakit selanjutnya itu diabetes. Diabetes adalah penyakit yang disebabkan karena kelebihan gula. Jika kita hubungkan dengan sebuah hubungan, diabetes itu seperti pacar
yang perhatiannya berlebihan. Karena
berlebihan, justru malah membuat
pasangannya merasa dikekang dan dibatas- batasi. Makanya,mengonsumsi gula jangan berlebih dan ngasih perhatian juga harus sesuai takarannya.

Berikutnya ada penyakit susah tidur alias insomnia. Kalau dalam hal cinta, insomnia ini bukan kurang tidur, tapi kurang kasih sayang. Kurang tidur bikin kantung mata kita bengkak, kurang kasih sayang bikin kandung rindu kita
penuh. Soalnya gak tahu mau dikesiapain rindunya.

Keram. Keram itu biasanya terjadi karena kurangnya pemanasan. Akibatnya, otot kita jadi tegang dan kaku. Ini sama kayak PDKT. PDKT
itu ibarat pemanasan, kalau kamu kurang lama PDKTnya, pas jadian hubungan kalian bisa tegang dan kaku. Kalau PDKTnya terlalu cepat dan langsung jadian, banyak hal yang kamu
belum tahu tentang si dia, dan itu bisa bikin hubungan kalian sering bersitegang.

Ternyata banyak juga penyakit yang bisa kita analogiin sama cinta. Mungkin memang bener kawan-kawan, cinta itu sumber dari segala kesakitan, dan jangan takut jatuh cinta kalau kita siap menerima rasa sakitnya.

“Rayakan cinta, rayakan kegilaan. Rayakan kegilaan, penderitaan hasilnya”

Penyakit Ini Membuat Orang Menjadi Pintar ?

Penasarankan??
Penyakit seperti apa yang buat orang menjadi pintar

Biasanya penyakit itu merugikan atau mengancam kesehatan seseorang. Tapi ada suatu penyakit yang justru membuat orang menjadi pintar dan jenius. Penyakit apakah itu ?
Aneh kedengarannya, tapi itu kenyataan yang benar-benar terjadi pada beberapa kasus.

Pada saat tubuh bertumbuh dan berkembang, pikiran belajar untuk mengenal dan menyaring berbagai macam objek dan informasi, proses ini normal disebut dengan Latent Inhibition (LI).

Tapi dalam beberapa kasus, manusia mempunyai kepekaan berlebih terhadap berbagai kondisi lingkungan, seperti bunyi-bunyian, nomor seri telepon genggam di meja anda, atau merek dan tanggal produksi lampu di kamar anda. Proses ini disebut dengan Low Latent Inhibition (LLI). Penyakit ini sangat bertolak belakang dengan Autis, yang mana Autis menyebabkan seseorang tidak bisa fokus, tidak bisa berkonsentrasi terhadap apa yang diterima dan didengarnya. Sedangkan Low Laten Inhibition, sebaliknya menampung semua informasi yang diterima.

Secara normal otak akan menyaring aliran konstan rangsangan yang masuk, sesuai dengan kemampuan otak, namun pada orang yang mengidap LLI, seluruh informasi yang diterima akan masuk seluruhnya ke dalam otak, sehingga bagi orang yang tingkat IQ nya tidak cukup, mungkin akan mengalami kegilaan dan keterbelakangan mental, karena mereka tidak bisa mengembangkan ide-ide kreatifnya, dan akhirnya menjadi frustasi dan depresi/ stress, hal ini lah yang dapat menimbulkan kegilaan atau keterbelakangan mental. Tapi dari beberapa kasus, orang yang memiliki IQ yang cukup, hal ini justru akan membuat dirinya menjadi seorang jenius. Mungkin Albert Einstein mengidap penyakit ini ya ? he he

Ciri-ciri Orang Yang Mengidap Low Latent Inhibition atau LLI:

1.Sangat peka terhadap informasi:

Melihat, mendengar dan mencium bau lebih banyak dari orang lain, dan merasa lebih melalui kontak sentuhan.

Tanpa disadari pikiran memiliki sebuah asupan informasi yang lebih luas. Setelah menghadapi segala bentuk rangsangan, pikiran secara otomatis mengeksplorasi komponen-komponennya. Jadi dapat mendapatkan informasi tentang sesuatu yang terlewatkan oleh orang normal.

2.Dapat mengetahui kebohongan seseorang:

Biasanya mampu melihat kebohongan dan penipuan yang digunakan orang dalam kehidupan sehari-hari.

3.Mampu belajar dengan cepat:

Ketika belajar, dapat membuat perubahan seketika. Dapat mempraktekkan pelajaran yang baru saja diserap, dan mampu membuat koneksi atau asosiasi antara 2 hal atau lebih yang biasanya pada orang normal, tampak seperti tidak berhubungan sama sekali. Mudah memahami penjelasan. Melihat informasi latar belakang non-verbal dan ini sering memberikan gambaran yang lebih komprehensif daripada apa yang diucapkan.

4.Tidak ada suara yang berbicara dalam kepala:
Berpikir secara jernih dengan pikiran sadar. Informasi tenggelam sepenuhnya dalam pikiran sadar tanpa pengaruh pikiran bawah sadar.

5.Sulit untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran:
Karena pikiran sangat teliti dan mendetail tentang hal-hal yang dianggap sepele oleh orang lain, maka akan sulit untuk menjelaskannya secara verbal kepada orang lain.

6.Orang lain terlihat bodoh dan membosankan dengan penjelasannya:

Akan merasa kesal dan tidak sabar bila mendengarkan penjelasan orang normal karena dalam pikiran, orang tersebut menjelaskan tentang sesuatu yang dianggap seharusnya sudah dijelaskan beberapa jam sebelumnya. Jadi ibarat, seseorang berbicara masih sampai di poin A, sedangkan pikiran si pengidap LLI sudah mencapai poin Z.

7.Ilmu pengetahuan adalah sumber ketenangan:

Dapat menemukan ketenangan dan ketenteraman dalam mempelajari berbagai hal yang berbau sains.

Tapi penyakit ini dapat merusak otak seseorang dan mengakibatkan keterbelakangan mental, apabila orang tersebut tidak memiliki IQ yang cukup, untuk memproses segala informasi yang dia dapatkan dari lingkungan sekitarnya.

Terapi Alami Untuk Hilangkan PILEK

Waspadalah masih musim penghujan di bulan-bulan ini akan hal yang mengalami pilek, dan pasti semua mengalami yang namanya pilek dan itu sangat mengganggu.


bawaanya tak membuat nyaman di aktivitas kan, tak buat mampet di hidung, susah buat bernafas, pokoknya merasa tersiksa.
Inilah hal-hal yang harus dilakukan untuk mengurangi keluhan pilek dan tenggorokan yang ada:

1. Minumlah yang banyak 
kamu mungkin berpikir bahwa ini merupakan hal sepele, namun minum merupakan cara untuk menggantikan cairan yang hilang dari tubuh. Gejala pilek dapat menyebabkan dehidrasi jika keluhan juga disertai muntah dan diare. Minuman seperti air putih, jus atau minuman elektrolit dapat membantu memperbaiki keseimbangan cairan tubuh mu.

2. Kompres hangat 
Cobalah untuk menaruh kompres hangat pada bagian dahi dan hidung kamu. Kompres hangat merupakan cara yang baik untuk mengurangi sakit kepala dan nyeri pada sinus kamu.

3. Berkumur 
Berkumurlah dengan air garam. Air garam membantu mengencerkan lendir kental yang menempel di belakang tenggorokan.

4. Makanlah sup yang panas 
Sup panas membantu mengurangi keluhan hidung tersumbat dengan berbagai cara. Beberapa peneliti percaya bahwa saat kita makan sup panas, maka kepala kita akan condong ke depan, menghirup uap panas dari sup tersebut, dan uap inilah yang akan membuat kamu lebih baik. Jika tidak ada sup panas, kamu dapat menggantinya dengan minum secangkir teh hangat,

5. Menghirup uap panas 
Apabila hidung Anda tersumbat, salah satu solusi cepat mengurangi sumbatan adalah dengan menghirup uap panas.  Hangatkan air hingga mendidih, tuang dengan hati-hati pada wadah yang dapat Anda hirup. Hiruplah dengan dalam uap dari air panas tersebut. Anda juga dapat menambahkan beberapa tetes minyak kayu putih pada air panas untuk membantu menurunkan permasalahan hidung tersumbat Anda.

Itulah lima langkah mudah dan murah yang dapat dicoba sebagai langkah awal untuk mengurangi gejala pilek. Jika hidung tersumbat yang Anda rasakan tidak kunjung sembuh, itu pertanda agar Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut