Sejarah Konser Deep Purple Terbesar Di Indonesia

Konser rock terbesar yang saya maksudkan di sini adalah konser dengan jenis musik rock n’ roll, metal, punk, dan atau musik keras lainnya dengan jumlah penonton terbanyak dan belum ada yang memecahkan lagi di Indonesia.

Konser yang dimaksud juga bukanlah pagelaran semacam festival yang menghadirkan banyak band dalam satu even, namun hanya satu band. Menyoal hari, maka yang dihitung tentunya banyaknya penonton dalam satu paket konser, baik itu satu atau dua hari (maksimal tiga hari, jumlah dikomulatifkan).

Sepanjang sejarah konser musik rock di Indonesia, ternyata jumlah penonton yang paling banyak dan belum ada yang menandinginya hingga kini adalah band asal Inggris, yakni DEEP PURPLE. Terkait dengan itu, berikut fakta mengapa Deep Purple mampu di beri predikat sebagai Konser Rock Terbesar dalam Sejarah Indonesia dan berbagai kisah menarik lainnya.

1. Konser Deep Purple hari pertama, 4 Desember 1975, dihadiri sekitar 75.000 penonton yang datang tak hanya dari Jakarta namun dari luar kota dan bahkan luar negeri, seperti, Malaysia, Singapure dan Filipina. Lapangan, tribun atas, tribun bawah dipenuhi lautan manusia. Penonton malah sampai menonton di atap stadion juga.

2. Total ada dua belas lagu dalam set list Deep Purple di hari pertama. Konser hari pertama ini berjalan mulus tanpa represi aparat kepolisian walau ribuan penonton tanpa tiket sempat merubuhkan pagar masuk stadion untuk bergabung dengan penonton lainnya. Pager jebol. Keamanan membiarkan saja orang-orang menerobos. Ada banyak petugas keamanan bersenjata api di setiap sudut dan mereka sibuk menertibkan para penonton, tapi agaknya tidak ada pengamanan yang terorganisir dari polisi.

3. Total diperkirakan jumlah penonton yang menyaksikan konser Deep Purple selama dua hari di Stadion Utama Senayan berjumlah 150.000 orang!. Rekor yang bahkan tak tertandingi oleh konser Mick Jagger [70.000] tahun 1988, Sepultura [50.000] di tahun 1992 dan Metallica [100.000] di tahun 1993. Yupz, sekali lagi ketika itu (1975) para personel Deep Purple sangat terkejut dengan respon penonton di Indonesia yang luar biasa. Total diperkirakan yang menonton dua hari konser Deep Purple ini 150.000 orang!. Konser-konser mereka sebelumnya di Australia yang menonton hanya sekitar 3000 orang.

4. Deep Purple mendarat dibandara Halim perdana kusuma, Jakarta pada 2 dember 1975 dari Australia. Ini merupakan kunjungan perdana Deep Purple dan satu-satunya di asia Tenggara. Konser diselenggarakan pada 4-5 Desember 1975, dua hari sebelum Indonesia menyerang atau meng-invasi Timor portugis.

5. Romobongan Deep Purple Sendiri berjumlah 36 orang yang ditempatkan di dua hotel sekaligus. Para kru menginap di Hotel Sahid Jaya sementara manager dan personill ditempatkan di hotel Mandarin.

6. Majalah Aktuil dan Peter Basuki dari Buena Ventura Group yang bertindak sebagai promotor dengan digawangi oleh jaringan Denny Sabri (wafat 29 November 2003 di Bandung). Beliau adalah orang yang sangat dekat dengan lingkaran dalam Deep Purple, mulai dari tingkat Manajement, raod crew hingga para personelnya ia kenal sejak lama sebelumnya.

7. Pada 8 November 1975 diHonolulu Hawaii, Denny Sabri secara spontan diperkenalkan kepada ribuan penonton oleh David Coverdale yang berkata bahwa Deep Purple telah kedatangan “ Seorang tamu dari bagian lain surga. Selamat datang Denny Sabri, sang promoter!” Lampu sorot kemudian diarahkan kepada Sabri yang kebetulan sedang duduk dibarisan depan. Aplaus penonton membahana yang segera disusul dengan bergemanya lagu “Burn”. Sebuah momen impian bagi penggemar band apapun telah menimpa dirinya. “Coba bayangkan, betapa bangganya saya!”, tukas Denny.

8. John Lord juga sempat melakukan solo keyboarddengan memasukkan lagu “Burung Kakaktua” dan “Padamu Negeri” di Show hari kedua. Denny Sabri-lah yang merekomendasikan dua lagu itu.

9. Untuk bisa menyaksikan Deep Purple, promotor membagi lima kelas penonton. Kelas VIP A dengan harga tiket Rp 7.000, VIP B seharga Rp 5.000 serta kelas I, II dan III, dengan harga tiket paling murah berada di kelas III dengan seharga Rp 1.000.

10. Untuk dua konser di Jakarta honor yang diberikan kepada Deep Purple sebesar 48 juta rupiah.

11. Untuk dua malam membuka konser Deep Purple, God Bless dibayar 1,5 juta rupiah. Fee terbesar God Bless pada saat itu. God Bless membuka konser dihari kedua dan cuma main lima lagu, tiga puluh menit dan bareng supergrup lagi. Sebelumnya, selama sebulan mereka “dikarantina” di sebuah vila di daerah Gadog, Puncak untuk mempersiapkan segalanya

12. Tak hanya God Blessm band-band Indonesia saat itu masih belum paham fungsi stage monitor, sound system bahakan Mixer. Ketika melihat tata lampu yang hebat dan asap dry ice semua orang terbengong-bengong. Memang belum ada jaman itu. Selain mempelajari teknis produksi, musisi local kita untuk pertama kalinya mengenal konsep manajerial badn dari Deep Purple. Mulai dari fungsi personal Manajer hingga account management. Kedatangan Deep Purple bagai sebuah revolusi yang membuka mata band-band Indoensia.

13. Bagi Deep Puple, konser hari pertama mereka di Indonesia selain heboh juga juga tragis. Patsy Collins, Bodyguard Tommy Bolin, tewas mengenaskan setelah terjatuh dari sebuah lift yang tengah diperbaiki di Hotel sahid Jaya. Berita tragedi ini berhembus ke seluruh dunia dan bahkan sempat dimuat ROLLING STONE Amerika edisi 29 Januari 1976 dengan judul “Indonesian Nightmare Strikes Deep Purple.”

14. Konser hari kedua, 5 desember 1975. Pengamana dari pihak kepolisian makin diperketat. Sekitar enam ribu polisi anti huru-hara diterjunkan untuk menjaga keamanan konser tersebut, adapula segerombolan polisi dibantu anjing-anjing Doberman berada tepat didepan panggung untuk berjaga-jaga.

15. Ratusan penonton yang sedang berjoget mengikuti musik tampak sibuk menghindari dari terkaman anjing-anjing yang mulai mengamuk. Sebuah pemandangan konser yang tidak manusiawi sebenarnya. Bahkan jika ada penonton yang “berdansa kerasukan” (moshing atau headbang or sejenisnya), maka para polisi itu tidak segan-segan untuk menedang dan memukul orang tersebut. Setiap kali ada kerumunan penonton yang berjoget para polisi itu langsung menghajar mereka, bahkan sempat ada peristiwa mengerikan ketika seekor Doberman besar milik polisi dengan buasnya menggigit lengan seorang anak kecil. Aparat keamanan makin menggila.

16. Deep Purple dihari kedua bermain lebih pendek dari yang dijadwalkan. Mereka tampak ketakutan mengingat kondisi dalam stadion yang makin mencekam.

17. Sebelum konser dimulai, sebuah peringatan berkumandang agar orang-orang eropa yang menonton konser ini berkumpul di pinggir lapangan demi keamanan.

18.. Setelah konser berakhir, God Bless sempat diajak ke kamar mereka di hotel Mandarin. Malamnya rombongan Deep Purple dan God Bless menggelar after show party di Diskotik Tanamur. Kami ngobrol dan minum-minum hingga pagi. Semua personil Deep Purple walau menyandang status superstar namun tetap ramah terhadap orang yang baru mereka jumpai.

 

19. Konser Deep Purple tahun 2002 dan 2004 tidak semegah tahun 1975. Konser awal millenium itu kabarnya atas permintaan Deep Purple sendiri, rasanya Jakarta (Indonesia) memiliki kisah tersendiri bagi mereka.

20. Deep Purple adalah band rock pertama yang konser di Indonesia, baik itu dari benua Eropa, Amerika, bahkan dari belahan dunia lainnya.

21. Konser hari pertama, 04-12-1975 di Jakarta ini, oleh Deep Purple di jadikan Bootleg “Jakarta Oh My Mind”.

Iklan

Fakta Unik tentang Musik

Tahukah bahwa banyak fakta unik tentang musik yang belum diketahui banyak orang. Jika pepatah mengatakan “Tiada hari tanpa musik”, maka itu adalah benar adanya. Terlepas dari pepatah tersebut, faktanya musik itu sangat unik, karena keberadaannya bisa mempengaruhi kehidupan penikmatnya. Tak bisa dipungkiri bahwa keberadaan musik sudah menjadi bagian yang melekat erat di hati masyarakat di seluruh dunia. Bahkan berbagai penelitian menyatakan bahwa musik menjadi salah satu pelepas stres, mencerdaskan otak, menenangkan, dan lain sebagainya. Namun semua itu tentunya tergantung jenis musik apa yang para kamu nikmati 🙂


pasti penasaran dengan fakta unik tentang musik, untuk itu simak ulasan yang berikut ini:

1. Musik bisa meningkatkan suasana hati 

Sebuah penelitian yang dilakukan di Kanada pada tahun 2011 dan diterbitkan oleh jurnalNature Neuroscience menyebutkan bahwa musik bisa meningkatkan mood baik. begitupun dengan penelitian di McGill University Montreal yang menyebutkan jika mendengarkan musik bisa membantu tubuh dalam melepaskan hormon dopamin yang berhubungan dengan rasa senang dan bahagia.

 

2. Musik bisa menstimulasi perkembangan otak dan motorik janin 
Berbagai penelitian telah membuktikan hal tersebut, karenanya ibu hamil disarankan untuk menstimulasi bayinya dengan musik agar otaknya cerdas.

 

3. Musik klasik membuat kita lebih fokus 
Penelitian di Stanford University menyebutkan bahwa musik klasik membantu pikiran kita menjadi lebih fokus dan mudah berkonsentrasi.

 

4. Musik rap menjadikan kita lebih kreatif 
Penelitian menyebutkan bahwa musik rap yang diciptakan secara spontan dapat mengaktifkan syaraf penting diotak yang berhubungan dengan kreativitas dan memancing munculnya ide-ide cemerlang.
5. Musik energik membuat hidup lebih bersemangat 
Apakah bees merasa kurang bersemangat atau malas menghadapi problema hidup? Yuk coba dengarkan musik yang energik, karena karena penelitian membutikan bahwa musik ini cocok untuk meningkatkan semangat dan menginspirasi kita agar lebih aktif.

 

6. Musik dapat membantu proses penyembuhan
Studi di University of Kentucky menyebutkan bahwa pasien yang mendengarkan musik sebelum, selama, dan sesudah menjalani operasi menunjukkan tingkat stres dan takut, serta rasa sakitnya berkurang dibandingkan dengan yang tidak mendengarkan musik.

Ada beberapa hal yang perlu diingat bahwa mendengarkan musik menggunakan headset akan menurunkan resiko terkena efek radiasi dibandingkan dengan yang tidak menggunakan headset jika menggunakan handphone dan juga tetap jaga pendengaran kita dengan baik yaa:) jangan kekencengan dengerin musiknya:) Semoga informasi fakta unik tentang musik diatas dapat bermanfaat bagi para bees semua:)

Band Indonesia Yang Diam-Diam Go Internasional

1. Mocca 


Dari awal pemunculannya, grup musik asal Bandung ini sudah menarik publik musik internasional, khususnya Asia Tenggara. Mocca mengawali perjalanan musical mancanegara mereka di Singapura pada tahun 2005. Saat itu album debut mereka dirilis album oleh label asal Singapura, Fruits Records. Setelah itu album Mocca juga dirilis oleh label Malaysia, Jepang dan Korea. Di Jepang dan Korea inilah, Mocca mendapat basis penggemar yang besar. Tercatat sudah lima lagu mereka yang menjadi jingle iklan di Korea dan juga tampil dalam serial televisi di sana.

2. Bottlesmoker 


Duo asal Bandung ini sudah menjadi langganan pada berbagai festival dan acara musik di Asia. Negara-negara yang telah mereka kunjungi antara lain, Malaysia, Brunei Darusalam, Cina, Singapura, Filipina. Dan di tahun 2012, Bottlesmoker menambah daftar negara di Asia yang telah mereka jelajahi dengan jadwal panggung mereka di Thailand dan juga Vietnam. Penggemar mereka tersebar dari pulau Sumatera hingga dataran Cina. Duo yang selalu membagikan musik mereka secara gratis di Internet ini juga dirilis oleh beberapa net label di Amerika Serikat dan juga di Eropa.

3. White Shoes and the Couples Company 


Unit musik jebolan Institut Kesenian Jakarta ini menjadi bukti nyata bahwa musik dengan bahasa Indonesia juga dapat berbicara di pentas internasional. Tidak tanggung-tanggung, negara yang telah mereka tembus adalah Amerika Serikat yang dikenal memiliki pasar musik yang sangat ketat. Album perdana mereka dirilis oleh label asal Chicago, Minty Fresh yang sebelumnya sukses dengan band The Cardigans. Di tahun 2008, White Shoes and the Couples Company dua kali menyambangi Amerika Serikat. Pertama untuk CMJ Music Marathon dan SXSW Music Festival. Di tahun 2012, mereka mengadakan tur Eropa yang pertama dengan bermain di dua negara, Perancis dan Belanda.

4. The S.I.G.I.T


Kuartet rock asal Bandung, The S.I.G.I.T (The Super Insurgent Group Of Interperence Talent) namanya juga kian kencang di kancah musik mancanegara. Setelah sempat dibahas dalam salah satu kolom pada tabloid musik NME di tahun 2005, album debut The S.I.G.I.T yang di Indonesia dirilis oleh FFCuts (sub divisi dari FFWD Records) juga dirilis oleh label Australia, Cavemen. Di bulan Juni 2007, The S.I.G.I.T tur sebulan penuh di beberapa kota di Australia. Setelah itu, tepatnya di tahun 2009, mereka kembali bermain di pentas luar negeri kali ini di Amerika Serikat dan juga Hongkong. Kini Anda dapat vote The S.I.G.I.T atau band-band lokal lainnya untuk mewakili Indonesia pada festival musik Rock and Roots yang akan berlangsung di Singapura akhir Maret 2012 ini.

5. Gugun and The Blues Shelter 


Trio asal Jakarta, Gugun and The Blues Shelter telah membawa musik Blues Indonesia ke kancah internasional. Gugun membuktikan bahwa musik blues tidak hanya milik musisi Afrika Amerika. Sejauh ini Gugun and The Blues Shelter telah bermain di Malaysia, Singapura, Shanghai dan Inggris. Pada panggung mereka di Inggris, Gugun and The Blues Shelter bermain bersama nama-nama besar seperti Bon Jovi, Rod Stewart dan The Killers. Album kelima mereka yang bertajuk Solid Ground dirilis oleh Grooveyard Records yang berbasis di New York, Amerika Serikat.

Album Baru The Black Dahlia Murder

 

 

 

The Black Dahlia Murder menjamin jika album bertajuk Everblack ini lebih mantap dan lebih gelap. Untuk tema, Trevor Strnadmengungkapkan jika dia memilih tema yang lebih gelap dan sadis. Sesuatu yang menarik bagi para fans melihat bahwa album ini merupakan hal yang pertama bagi The Black Dahlia Murder memilih tema pembunuhan.

“Lagu pembuka ini merupakan lagu pertama dari apa yang telah kami lakukan terhadap The Black Dahlia, lagu ini untuk para fans.. mereka telah memintanya sejak lama, “ sebut vokalis Trevor Strnad. Ia pun mengungkapkan bahwa lagu-lagu di album ini masih menceritakan berbagai kisah horor ala the Black Dahlia.
“Lagu tersebut hanya sedikit dari banyak kisah mengerikan yang dirangkai kedalam Everblack. Peternakan vampir di subterranean, pemerkosaan anggur, Jeffery Dahmer, amputasi semuanya ada disini! Dengan keenam penyakit ini saya mencoba yang terbaik untuk menghormati warisan dari band dan menuliskan lirik yang akan membuat legiun iblis berkeringat karena kengeriannya. Ini akan menjadi manis,” ujar Trevor seperti dikutip dari Music Feeds.

Untuk sementara sebagai pemanas simak saja single pertama mereka dan nilai sendiri.

 

 

dan ini Full Albumnya  http://www.mediafire.com/download/5cwz6967uwxz75m/EVERBLACK.rar

 

dan berikut lirik lagunya..

 

1. In Hell Is Where She Waits For Me

[Spoken intro:]
The Lord is my shepherd; I shall not want. He maketh me to lie down in green pastures: he leadeth me beside the still waters. He restoreth my soul; he leadeth me in the paths of righteousness for his name’s sake.

Ye, though I walk through the valley of the shadow of death. I will fear no evil: for thou art with me.
I watch the bitter tears slalom down grief stricken faces
for a moments time I feel I am the god of which they speak
under the guise of anonymity I masquerade in thrilling mockery
an erection juts begrudgingly from twixt my silken sunday pleats

the coffin is sealed face to go unrevealed
but I dare know what lies underneath
two bloodless halves of a dark flower dead
whose dream turned the nightmare that dwells beneath our darkened beds
how pathetically I broke her like a doll of porcelain
I found her primed for a raping that could never be
in wanton fallacy the temptress played deceiving taunting charming fools like me
her silhouette an hourglass whose sands of time would empty fast
“A rose must remain with the sun and the rain or its lovely promise won’t come true.”
than call me the nightfall the colder than death a winter unending that’s stolen her breath

dead and famous at last she’s made it
her mangled face
haunting shameless
the death of peace
endarkened times
crowned an immortal yet stricken of life
the headlines read “Young Starlet — Dead!”
drained of her lifesblood and nourished with shit
sodomized
defeminized
silent the victor
vengeance is mine

in hell is where she waits for me
seductress burns in sin
the succubus deceased

the funeral has ceased you can all rest at ease
my desire be not to kill again
I’ll now disappear leaving legend to fear
so lock every door tight from now until eternity

dead and famous at last she’s made it
her mangled face
smiling shameless
the death of peace
endarkened times
crowned an immortal yet stricken of life
the headlines read “Young Starlet — Dead!”
drained of her lifesblood and nourished with shit
sodomized
defeminized
I am the victor
vengeance is mine

I watched the bitter tears slalom down grief stricken faces
for a moments time I feel I am the god of which they speak
I the misogynist
her crooked smile my seal of hatred
incarnate of the beast
the god of which they speak

2. Goat Of Departure

Goat of departure on his back rides their shame
antithesis of their ivory christian chains
fearful thee ovis their weakened hearts and minds
we are the satyrs of hedonistic kind

less travelled is our path
laid darkly to the left
footprint of mendes emblazoning our armored breast
great bearded capra who towers oe’er the land
a tribute to your magnificence the feared sign of the horns shows on our hands

azazel the damned ibex
swath of scarlet ties his neck
to the desert banished yet
our curse lives on

embrace the glory the goat
worship the one who burns below
heretic liberation of the soul

dispel their false salvation as a whole
misunderstood our lord
preserver of the horde
footprint of mendes enchants our angel cleaving swords
o silvered Capra taught us to fear no man
in your honor we have gathered strength to rid their aging falsehoods from this land

we’ll fight their kingdom high
the burdened scapegoat cast aside
like he has we shall too survive
melding our powers undenied

order of ebon we are his righteous blade
reich of satanic rule the iron might of baphomet
bringers of chaos we are an antichrist
swing spiked morning stars to crush his kingdom our delight

danse ye now unto to the satyrs lyre
spring heeled devotion to hells eternal fires
instinctively to follow thine desire
we should ashamed not be preservation of the will is key

embrace the glory the goat
worship the one who burns below
heretic liberation of the soul
dispel their false salvation as a whole

we’ll fight their kingdom high
as the burdened scapegoat cast aside
like he has we shall too survive
melding our powers undenied

3. Into The Everblack

One thousand hands
pull you down into dark waters
victimized
time of life on earth expired
coldly served the vengeance damning
murder in the first degree
fodder for the oaken box so lined with velvet tapestry

descent imminent bladder and bowels into pants spent
the glow is waning in your eyes
what’s coming next is no surprise
death phlegm rattles
terrible the choking swansong
rapid decline
when old age brings burdens cumbersome
cruelly dealt the sickness growing
malignancies triumphantly
destroyed you from the inside out
begging for death insistently

into the everblack
from where there’s no coming back
six feet below the earth
rotting food for the fetid worms
into the harrowed grave
your mortal soul cannot be saved
into the nether realm
dead as slate and cold as hell

Rest in festering slime here burns the souls of a thousand generations.
Join the club.

funereality
headstones towering above
s’far as the eye can see
condemned to hell so morbidly
my friend you’ll never see
lost forever in between
in revenance you’ve been deceived
what you have prayed for shall not be
your hollow cries he has denied
your weak religion dies
with thee a feeble cross insignia of fabled gods
you’ll haunt a landscape draped in grey
deceased and meant to be
to push the daisies up eternally your name is here in stone

into the everblack
from where there’s no coming back
six feet below the earth
rotting food for the fetid worms
into the harrowed grave
your mortal soul cannot be saved
into the nether realm
dead as slate and cold as hell

4. Raped In Hatred By Vines Of Thorn

Dense dark forest dismal fog
a spectral force perverts these woods
flight prevails frantic escape
the unearthly horrors at each turn they wait

wandering roots they creak and move
slithering toward what mortal life intrudes
terrified eyes opened wide
ensnare her flailing limbs to the earth they are tightly tied

raped in hatred by vines of thorn
by the evil dead to ribbons ripped and torn
raped in hatred by vines of thorn
pierced from within her child is skewered unborn
raped in hatred by vines of thorn
twisted in halves in this gruesome tug-of-war
raped in hatred by vines of thorn
flora possessed suckling the gore

untamed kudzu green cocoon
trapped inside her flesh their food
death prevails gnarled roots entwine
syphon the marrows from her splintered spine

animate trees shuffle their roots
gathering around this late night rendezvous
murderous orgy in full bloom
her screams they cut the fog this night
on sheer terror the seedlings thrive

raped in hatred by vines of thorn
behold the wrath of the Necronomicon
raped in hatred by vines of thorn
lancing her womb the child inside is gorged
raped in hatred by vines of thorn
broken in two entwined within the growth
raped in hatred by vines of thorn
necrotized demonic spores

you brought this all unto yourselves
should not have tampered with this hell
opening the book your last mistake
these haunted woods shall be thine grave

raped in hatred by vines of thorn
by the evil dead to ribbons ripped and torn
raped in hatred by vines of thorn
pierced from within her child is skewered unborn
raped in hatred by vines of thorn
twisted in halves in this gruesome tug-of-war
raped in hatred by vines of thorn
flora possessed suckling the gore

5. Phantom Limb Masturbation

It started as a child
when I first sought to flirt with fate
I’d lay next to the tracks with arms outstretched across the rails
daydreaming fantasizing of sparks and screeching brakes
the plumes of bright red gushing iridescent in the sun

adopt a life of struggle
one down three more to go
desire: amputation
leave me writhing in the limbless throes

it is deficiency I crave
I want so to be helpless
to inferiority a slave
a clump of breathing flesh
free from extremity
now replete with nothing left

disassemble me
limb from limb oh what a treat
no more feeling incomplete nor encumbered by this lie
my prayer is for calamity
merciful blades to sever me
crippling
detruncating
immobile by design

majestic ancient titan
swims proudly in its tank
I wish to slake its hunger
flailing my legs as bait

“I finally feel complete. I am now whole.”

superfluous gesture
an unnecessary art
sacrificial offering
unto the gilded saw
rid me of my shame
of what I’ve overachieved
my envy is the handicapped
lord I beg of you I plead
I plead

wheelchairs prosthetics crutches
all stimulus to me
my love beyond mere fetish
call it disabling
I’d waltz upon a landmine
feed digits to machines
phantom limb masturbation
the only way

dissemble me
limb from limb oh what a treat
no more feeling incomplete nor encumbered by this lie
my prayer is for calamity
merciful blades to sever me
crippling
detruncating
immobile by design

disassemble me
piece by piece a loving feat
body image incomplete corrected by a knife
my hope is for catastrophe
a gangrenous limbdectomy
dismantling
dismembering
cut down to perfect size

6. Control

My struggle for complete control
has transcended the boundaries of what man has known
I’d die sooner than be alone
welcome to my nightmare feel free to make yourself at home
a world of prurience salaciously I experiment
driven by fear of abandonment to lobotomize a dead stare in their eyes

no return from 213
within these walls
I own your soul
surrender now
succumb to me

suspended in vegetative throes
animated fuckdolls warm bodies with holes
all pleasures of flesh I now own
their past is forgotten eroded from the frontal lobe
kingdom of arrogance hideously I am collecting them one by one

no return from 213
within these walls
I own your soul
surrender now
zombie to be

my struggle for complete control
has transcended the boundaries of what man has known
I’d die sooner than be alone
welcome to my nightmare

no return from 213
within these walls
I own your soul
surrender now
succumb to me

7. Blood Mine

Forgotten miles below the surface through catacombs of stone
in moss covered tunnels labyrinthine are the shadows in which we do roam
in bondage kept the vessels the living breathing beasts
hosts to a meal most exquisite the very blood their veins do keep

herding them in, forcibly reproduced
impatience to sink our fangs in deep
rarely transcending youth

a farm of human beings
inbred the speechless stock
sightless eyes vestigial now
never to know the glowing sun

shepard them in violently consumed in captivity
so fearfully to become this evenings food

blood mine
feed on the weaklings
blood mine
harvest this nectar of life
blood mine
cyclic devourment
over ages perfected
your earth is protected for now

our curse must be sated somehow
a secret best kept underground

destroy, create
manacled, skin grey
vampiric we feast
the bigger the mortal the harder they bleed

in bondage kept the vessels
the living breathing beasts
hosts to a meal most exquisite
the very blood their veins do keep

herding them in, forcibly reproduced
impatience to sink our fangs in deep
rarely transcending youth

blood mine
feed on the weaklings
blood mine
harvest this nectar of life
blood mine
cyclic devourment over ages perfected your earth is protected for now

8. Every Rope A Noose

Every rope a noose
and each knives blade a truth
each day greyer than before
unwelcome life long in the tooth
colors marred and queer
ambitions disappear
the walls of shame are closing in
you’re fading fast
you just can’t breathe anymore
can you feel your skin yet turning cold
the rigor mortis is stiffening

It’s a dead life in this cold dead world
so sink those rotten teeth right in let the disease within unfurl
wrapped in silence bittersweet
a trigger pull salvation complete

each stifled morn’ the last
coin to ferryman passed
a tasteless tongue wags from your mouth
by plight of life crushed in its grasp
eyes of blind blink not
brought forth on earth to rot
Irreparably they’ve damaged you an empty shell
you just can’t be anymore
no one can hear your death knell ringing cold
embrace your own insignificance

pale skin feels paper thin
weathered by erosive days raped of all of its innocence
unending waves of self-disdain
tormented an existence in vain

that weight which bends our spines
inherit ancient strife
struggling to stay alive as we anxiously deflate
sheer madness fills our veins
hell beckons with flickering flames
from ‘neath headstone with no name
all that’s left to be
is dead and free
dead and free from this pain
dead and cold
frozen stiff

9. Their Beloved Absentee

Alpha omega I am the creator, deemer of all that shall be
hypothesis human destruction imminent, transpiring accordingly
alpha omega the giver and taker, the paradox of life and death
the world is my oyster, my powers I bolster, I’ll gamble ‘til nothing is left
the human invention created dissention, disrupter of poor mother earth
for my sick entertainment, I’ll ring that ole’ rag squeezing her for what she’s worth

lo and why they worship me their beloved absentee
not even as their god can the answer I find

not just hands but a will
not just hearts but could feel
with such weight it’s no wonder they’ve killed
driven mad by the power I’ve instilled
with the hands to create
they could only unmake
with the potential to love
Man’s emotion soured by hate

alpha omega, the broken and breaker, I am the one of law bereft
how petty their prayer, an annoyance their voices, my goblet spills forth as I laugh
the human invention evaded abortion, but’s damned himself before his birth
for my sick entertainment I’ll lend not a nod, gawking from safety in jovial mirth

lo and why they worship me, their corrupted absentee
though they’ve called me their god, there’s no truth I can find

more than instinct a fire
more than guts a desire
with such a burden it’s a shame they can’t deal
gone insane from insatiable will
with the eyes to behold
they only wanted a lie
with the potential to grow unrestrained
they cast a bullet to promptly put straight through their brains

humanity
a notion poisoned, gone astray
creatively paved
their ashen ways to early graves
like the rats they have raced
In an endless gluttony for pain
Oh I know that it hurts

but your sadistic voyeur of a god is entertained
like a high heeled shoe, crushing the praying mantis form
to the taking of life I’ve been desensitized, by unending waves of unfathomable automated porn
their life is a disease, I’ve created the damnedest of plagues
I await now their end with a most bated breath, remorseless I am for the monster I have made

humanity
a notion poisoned, gone astray
creatively paved
their ashen ways to early graves
like the rats they have raced
In an endless gluttony for pain
Oh I know that it hurts
but your sadistic voyeur of a god is entertained

10. Map Of Scars

Troubled girls a two in pain like sisters grew
to release their hells they’ll cut themselves under fatherless roofs
troubled girls a two promiscuously screw
the hole within cannot be filled a razors wit will now have to do

they fuck on mattresses stained foul the color of spilled wine
they sleep in emptiness a deadbeat mothers love desired
a void so chasmous mutilation is required
a ritual in secrecy in opened flesh they do confide

beneath their clothing hides a map of scars freakishly carved
between their puckered lips a waiting lie hollow inside

harlots through and through singing nymphomania’s blues
born with legs behind their heads their tattered flesh they offer to you
troubled girls a two victims of a world so cruel
with blood they paint and masturbate
young angels marred in vilest of hells

taboo scars like brail unto the touch keloid tributaries wind
when she splits her sisters skin o how it flows the blood divine

while mother is away the girls will play the girls will play
the gemini of shame the twins of pain to bleed again

mutual mutilation
frenzied crimson masturbation
endless cycle of depression
whorish sexual reputation
bulimic chronic pill abusing
lying defaming people-using
why should you go on living you were born to feed the worms

beneath their clothing hids a map of scars freakishly carved
between their puckered lips a waiting lie hollow inside
while mother is away the girls will play the girls will play
the gemini of shame twins of pain to bleed again

11. Sepukku

[Japanese/Limited Bonus Track]

A thousand swords will crash
Warfare our habitat
we are sent out when cast[?]
To foresee a way to soak his back!

We mustn’t tolerate those who step in our graves
command my shield of blade[?]
May our cuts be swift throughout our days

Perfection in suicide
Warmen rise up- the Samurai!
It’s an honor for the sword be your bride
We die with our pride!

Prepare to dress in white
Ceremonies of sacrifice
The blade is swept from left to right
It’s in his power to make it right
One friend to sever his head
The law: in death wilt he be cleansed
The Shogun shall rise again
You’re swinging from a shred of flesh!

The draining pendulum
The neck it dangles from
Sprays forth dishonored blood
May death it cleanse all I have done!

Seppuku: ancient rite
Permission, take my life!
[?] dare to strike
in death we [?]

Perfection in suicide
Warmen rise up- the Samurai!
It’s an honor for the sword be your bride
We die with our pride!

Prepare to dress in white
Ceremonies of sacrifice
The blade is swept from left to right
It’s in his power to make it right
One friend to sever his head
The law: in death wilt he be cleansed
The Shogun shall rise again!
You’re swinging from a shred of flesh!

A shred of flesh!

Embrace your death!

Penalty: your mere mortality
In an attempt to reclaim my lost glory
Gardens of steel, by the longest blades we wield
To disobey would be a sin!

[Solo]

Prepare to dress in white
Ceremonies of sacrifice
The blade is swept from left to right
It’s in his power to make it right
One friend to sever his head
The law: in death wilt he be cleansed
The Shogun shall rise again!
You’re swinging from a shred of flesh!

Istilah-Istilah Dalam Musik (Dinamik, Tempo dan Ekpresi)

TANDA DINAMIK adalah tanda utuk menyatakan keras, lembutnya sebuah lagu yang dinyanyikan.

Contoh-contoh Tanda Dinamik :

1.f (forte) = keras

2.ff (fortissimo) = sangat keras

3.fff (fortissimo assai) = sekeras mungkin

4.mf (mezzo forte) = setemgah keras

5.fp (forte piano) = mulai dengan keras dan diikuti lembut

6.p (piano) = lembut

7.pp (pianissimo) = sangat lembut

8.ppp (pianissimo possibile) = selembut mungkin

9.mp (mezzo piano) = setengah lembut

PERUBAHAN TANDA DINAMIKA :

•Diminuendo (dim) : melembut

•Perdendosi : melembut sampai hilang

•Smorzzande : sedikit demi sedikit hilang

•Calando : mengurangi keras

•Poco a poco : sedikit demi sedikit / lambat laun

•Cresscendo : berangsur-angsur keras

•Decrsescendo : berangsur-angsur lembut

TANDA TEMPO adalah tanda yang diguakan untuk menunjukan cepat atau lambatnya sebuah lagu yang harus dinyanyikan. 

A.TANDA TEMPO CEPAT :

1.Allegro : cepat

2.Allegratto : agak cepat

3.Allegrissimo : lebih cepat

4.Presto : cepat sekali

5.Presstissimo : secepat-cepatnya

6.Vivase : cepat dan girang

B. TANDA TEMPO SEDANG :

1.Moderato : sedang

2.Allegro moderato : cepatnya sedang

3.Andante : perlahan-lahan

4.Andantino : kurang cepat

C. TANDA TEMPO LAMBAT :

1.Largo : lambat

2.Largissimo : lebih lambat

3.Largeto : agak lambat

4.Adagio : sangat lambat penuh perasaan

5.Grave : sangat lambat sedih

6.Lento : sangat lambat berhubung-hubungan.

Selain istilah utama, kadang seorang pencipta lagu melakukan pengubahan atau penambahan dengan istilah lain dengan akhiran tertentu. Cara yang biasa digunakan seperti berikut :

••Penggabungan dua istilah, misalnya Allegro Vivace yang berarti lebih cepat dari Allegro, tetapi kurang dari vivace

••Menambah istilah lain. Kata-kata yang digunakan seperti berikut : 

-Con amore : dengan penuh cinta 

-Conbrio : dengan hidup

-Con fiesta : dengan meriah 

-Con espressione : dengan penuh perasaan 

-Con dolore : dengan sedih 

-Con mastoso : dengan agung

••Menambah akhiran “etto” yang berarti agak, dan akhiran “issimo” yang berarti sangat. Misalnya jika allegretto yang berarti agak cepat dan allegrissimo yang berarti sangat cepat.

EKSPRESI

Dalam musik ekspresi menyatakan suatu sifat atau jiwa lagu secara spesifik. Sifat atau jiwa tersebut dinyatakan dalam suatu istilah yang menggambarkan perasaan yang menjiwai lagu secara keseluruhan. Istilah-istilah tersebut ditulis dalam bahasa Italia, antara lain :

1.Marciale atau Marcia

2.Maestozo

3.Con expressionne

4.Dolce

5.Religioso 
..Dan lain-lain

PERMATA / CORONA adalah tanda untuk menambah hitungan menurut selera.