Fakta Indonesia ( For Youth Info )

Banyak orang indonesia yang tidak mengetahui sejarahnya sendiri, sejarah yang sebenarnya, bukan sejarah yang dibelokkan oleh rezim politik untuk kepentingan kekuasaan.

Semakin derasnya informasi, fakta-fakta sejarah tersebut muncul kepermukaan dan mulai menjadi berita hangat untuk indonesia.
berikut fakta Sejarah Indonesia tidak Kamu Ketahui dikutip berbagai sumber:

1. Presiden Yang Tak Dikenal

Indonesia bukanlah negara yang jumlah Presidennya banyak. Bandingkan dengan Amerika Serikat yang sudah memiliki 44 Presiden, Indonesia masih dalam hitungan jari tangan sehingga mudah diingat. Tapi coba tanyakan pada anak-anak muda siapa saja nama Presiden Indonesia. Mungkin yang disebut hanya Soekarno, Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawati, dan SBY.
Ada dua nama yang terlewat, yakni Sjafruddin Prawiranegara dan Mr.Assaat. Faktanya, Sjafrudin Prawiranegara pernah ditugaskan sebagai Presiden/Ketua PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia) pada tahun 1948 untuk menjalankan roda pemerintahan dari Bukittinggi, sebab saat itu Soekarno dan Hatta ditangkap Belanda
pada Agresi Militer II. Lain lagi dengan Mr.Assaat. Tokoh yang ikut ditangkap Belanda dan diasingkan ke Pulau Bangka bersama Soekarno dan Hatta ini sempat menjadi “Acting Presiden Republik Indonesia” alias pemangku sementara jabatan Presiden sejak Desember 1949 hingga Agustus 1950.

2. Presiden Korup

Sejak jaman baheula Indonesia terkenal sebagai negara yang tingkat korupsinya tinggi. Hingga tulisan ini dibuat, mantan Presiden Soeharto mencatat prestasi sebagai pemimpin negara paling korup sedunia. Tidak ada pemimpin negara lain yang menyaingi nilai korupsi Soeharto yang diperkirakan mencapai angka 15-35 milyar dollar AS.
Prestasi ini dicapai Soeharto selama 32 tahun masa pemerintahannya. Padahal Soeharto pada awal menjabat sebagai Presiden dulu pernah mengkritik era Orde Lama Soekarno yang dinilai tidak mampu memberantas korupsi. Well,..people changed. Meskipun pada tahun 1998 era Orde Baru Soeharto ditumbangkan oleh people power,
namun Soeharto selalu gagal diadili atas dugaan korupsi yang telah dilakukannya hingga ia meninggal 10 tahun kemudian. Uniknya, hingga kini masih ada wacana serius untuk menjadikan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional. Sebagian kalangan menilai jasa-jasanya amat besar bagi Indonesia. Ada anekdot bahwa gelar itu sangat
pantas, karena berkat jasa-jasa beliau lah kini korupsi begitu mengakar di setiap instansi pemerintah, dan barang siapa yang tidak korup bisa diolok-olok sebagai orang bodoh atau munafik. Buktinya? menurut survei sebuah perusahaan konsultan PERC, di tahun 2010 Indonesia menempati posisi juara 1 negara paling korup se-Asia Pasifik.

3. Arti Sebuah Nama Bagi Soekarno

Jika Presiden Soekarno bisa memutar balik waktu, mungkin beliau akan mengubah tandatangannya di naskah Proklamasi. Saat sudah menjabat sebagai Presiden, Soekarno mengubah penulisan namanya menjadi Sukarno. Ia sangat membenci ejaan “oe” yang dianggapnya warisan penjajah Belanda. Sayangnya, naskah Proklamasi tidak boleh dirubah sama sekali. Soekarno sendiri dilahirkan dengan nama Kusno Sosrodihardjo, sebelum dirubah ayahnya menjadi Soekarno karena sering sakit-sakitan saat kecil dulu. Terbukti saat menyandang nama Soekarno ia berjaya, persis seperti “Karna”, pahlawan dalam kisah Mahabrata yang mengilhami namanya. Namun ketika ia merubah lagi namanya menjadi Sukarno, nasibnya menjadi buruk.
 
 
4. Lan Fang, Republik pertama di Negeri Kita

Siapa bilang Indonesia Republik pertama di negeri kita ? Dua abad yang lalu, tepatnya tahun 1777, pernah berdiri Republik bernama Lan Fang di Pontianak, Kalimantan Barat. Saat itu bangsa Eropa dan Cina (yang katanya) lebih maju sejarah peradabannya pun masih memakai sistem Kerajaan / Monarki.
Bendera Republik Lan Fang berbentuk empat persegi kuning dengan lambang dan kalimat “Lan Fang Ta Tong Chi”. Panji kepresidenan berbentuk segi tiga berwarna kuning dengan kata “Chuao” (Jenderal). Pejabat tingginya berpakaian ala Tiongkok kuno, sedangkan yang berpangkat lebih rendah mengenakan pakaian ala barat.
Lo Fang Pak, seorang guru dari Kwangtung-Cina merupakan pendiri sekaligus Presiden pertama Republik Lan Fang yang berjasa menyatukan puluhan ribu orang Tionghoa yang saat itu berburu emas sampai ke Kalimantan Barat.
Hebatnya, Republik Lan Fang kala itu sudah membangun jaringan transportasi, punya kitab undang-undang hukum, menyelenggarakan sistem perpajakan, mengembangkan sistem pendidikan, pertanian dan pertambangan, bahkan punya ketahanan ekonomi berdikari, lengkap dengan perbankannya !
Tidak hanya itu, Republik Lan Fang sangat disegani kemampuannya mengusir buaya di muara Kapuas. Bahkan setelah sukses membantu Sultan Kun Tien dalam perang melawan Kesultanan Mempawah dan kelompok Dayak, seluruh orang Tionghoa memilih berlindung pada Republik Lan Fang, termasuk Sultan Kun Tien sendiri.
Setelah 47 tahun berdiri dan tercatat punya 10 Presiden yang dipilih lewat Pemilu, akhirnya Republik Lan Fang takluk di tangan penjajah Belanda. Namun karena takut Dinasti Cina membantu Lan Fang (baca: Lan Fang rajin memberi upeti tiap tahun ke Dinasti Ching di Cina), lantas Belanda baru berani mengumumkan penaklukkan itu secara resmi 27 tahun kemudian saat Republic of China berdiri.
Bejimane pun ane bangga dengan indonesia DIRGAHAYU NEGARAKU

5. Nama Jalan Pahlawan Indonesia di Belanda

Indonesia punya keterikatan historis dengan Belanda yang pernah menjajahnya selama 3,5 abad. Uniknya jika pelesir ke Belanda, akan menemukan nama-nama pahlawan perjuangan Indonesia di beberapa kota. Ada nama jalan Mohammed Hatta dan Sutan Sjahrir di kota Haarlem. Ada juga jalan RA Kartini atau RA Kartinistraat yang diabadikan di empat kota sekaligus: di Amsterdam, Haarlem, Utrecht, dan Venlo. Bahkan Kartinistraat di kota Utrecht lebih luas dibanding jalan Che Guevara, tokoh pejuang Amerika Latin yang legendaris itu. Namun jangan senang dulu, karena di kota Haarlem juga terdapat nama jalan Chris Soumokil, presiden gerakan separatis RMS (Republik Maluku Selatan) yang dulu dihukum mati di Kepulauan Seribu.

6. Negara Maritim

Siapa yang tak tahu kalau Indonesia adalah negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas lebih dari 3,2 juta km2 dan pantainya terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Untuk mengamankannya dari serangan musuh dan pencuri kekayaan alam Indonesia tentu dibutuhkan pasukan militer yang tangguh. Ironisnya, saat ini untuk mengamankan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia hanya punya 17.000 personil marinir. Artinya, satu pulau dijaga oleh satu orang marinir. Menyedihkan.

7. Kuburan ala Indonesia

Ada banyak cara menguburkan jenazah, dan orang Indonesia punya cara yang unik dalam melakukannya. Orang-orang Toraja di Sulawesi Selatan memakamkan jenazah di bukit atau tebing-tebing yang terjal. Makam yang tersohor antara lain Batu Lemo. Disini bahkan para mayat diganti pakaiannya pada waktu-waktu tertentu.
Ada juga Kuburan Bayi Kambira; dimana jenazah bayi dibalsem dan dibungkus, lalu dimasukkan ke dalamnya pohon besar yang sudah dilubangi terlebih dulu. Setelah itu lubang ditutup dengan anyaman ijuk. Ada juga makam Batu Karang Terjal Londa.
Mayat dimasukkan ke peti-peti yang kemudian diatur sesuai garis keturunan keluarga, lalu diletakkan di dalam goa yang dalamnya sekitar seribu meter. Bayangkan, di dalam goa itu kita akan menemukan ribuan tengkorak dan tulang-belulang manusia.

Orang-orang Dayak suku Benuaq di pedalaman Kalimantan Timur juga punya kuburan unik. Mayat tidak dikubur dalam tanah, melainkan diletakkan ke dalam peti yang disangga oleh tiang atau digantung pada tali. Setelah beberapa tahun peti itu dibuka lagi, lalu tulang-belulang mayat didoakan, kemudian dimasukkan lagi ke dalam peti bertiang yang permanen.

8. Tetangga Yang Baik Bagi Malaysia

Tanyakan pada seluruh negara di Asia Tenggara, dijamin mereka merasa bahagia hidup berdampingan dengan Indonesia. Bagaimana tidak, oknum-oknum pemerintah Indonesia tak pernah berhenti menggratiskan kekayaan alam Indonesia pada negara lain. Saking murah hatinya, yang namanya pencurian ikan, pencurian pasir, illegal logging, dll seringkali tidak diproses hukum melainkan selesai lewat jalan “damai”.
Diantara semua negara tetangga, mungkin Malaysia yang paling happy. Negara yang berpenduduk hanya 27 juta orang dan luas negaranya tak sampai setengah Pulau Kalimantan ini berulang kali membuat “dosa” pada Indonesia namun selalu dimaafkan. Dari mulai merebut Pulau Sipadan & Ligitan di Selat Makassar sana, kekerasan pada TKI,
illegal logging, mengklaim hak paten atas kesenian Indonesia, dan bla..bla..bla… Belum ada pemimpin Indonesia yang berani pada Malaysia seperti Bung Karno. Idenya untuk Ganyang Malaysia tak pernah jadi kenyataan. Apalagi presiden RI yang sekarang cukup feminin (istilah lain dari mengutamakan diplomasi”). Tak pantaslah harga diri bangsa ditukar dengan jiwa pengecut. Tapi itulah realita. Suka tidak suka, Indonesia benar-benar tetangga yang baik bagi Malaysia. Bukan tak mungkin nantinya Indonesia yang akan diganyang Malaysia.

9. Orang Terkenal “Made in Indonesia

Tuhan berbaik hati memberi kekayaan alam melimpah pada Indonesia, sampai-sampai dulu bangsa Eropa tega menjajah demi rempah-rempah. Mereka, khususnya bangsa Belanda, menghuni Indonesia ratusan tahun lamanya dan beranak-pinak dengan warga lokal. Itulah kenapa saat ini ada sekitar setengah juta warga negara Belanda yang punya garis keturunan Indonesia.
Tengok saja para pemain sepakbola Belanda saat ini. Dalam tim nasional Belanda banyak yang punya darah Indonesia dari kakek-nenek mereka. Sebut saja Robin Van Persie, John Heitinga, Demy De Zeeuw, Nigel de Jong, Denny Landzaat, Giovanni van Bronckhorst. Yang disebut terakhir justru masih bisa berbahasa Indonesia meskipun tidak lancar.
Maklum, ibunya bermarga Sapulette, berasal dari Saparua, Maluku.
Selain mereka, dipercaya ada ratusan pemain sepakbola di Eropa yang keturunan Indonesia. Ada yang berdarah Ambon seperti Christian Supusepa, Justin Tahapary, Michael Elias Timisela. Ada yang keturunan Batak seperti Radja Nainggolan, dan keturunan Jawa seperti Leroy Gerald Resodihardjo.
Selain pemain sepakbola, masih ada segudang tokoh terkenal dunia yang punya darah Indonesia. Mulai dari atlit, seniman, model, astronom, hakim agung, reporter, ahli persenjataan, politisi, hingga presiden dan perdana menteri. Singapura pernah punya Perdana Menteri keturunan Indonesia, yakni Lee Kuan Yew yang berdarah
Semarang dan Pontianak dari kedua neneknya. Bahkan presiden pertama Singapura, Yusof Ishak, yang wajahnya diabadikan dalam pecahan uang kertas Singapura, merupakan keturunan Minangkabau, Sumatera Barat. Zubir Said, sang pencipta lagu kebangsaan Singapura juga lahir di Bukittingi, Sumatera Barat.
Malaysia lebih ajaib lagi. Sejak Malaysia berdiri, negara itu baru memiliki enam orang Perdana Menteri, dan separuhnya adalah keturunan Indonesia. Tun Abdul Razak (Perdana Menteri ke-2 sekaligus bapak pendiri Malaysia), Najib Tun Razak (anak dari Tun Abdul Razak sekaligus Perdana Menteri Malaysia saat ini), dan Abdullah Ahmad Badawi (Perdana Menteri Malaysia ke-5) semuanya adalah keturunan Bugis, Sulawesi Selatan.
Mereka semua made-in Indonesia.
Itulah fakta-fakta yang mencengangkan kita, bisa membanggakan dan bisa memalukan nama Indonesia. Sebenarnya masih banyak fakta-fakta sejarah yang masih terkubur atau yang masih (sengaja) dirahasiakan, yang mungkin sebentar lagi akan terkuak. Tunggu kelanjutannya.

Penemu Yang Berpengaruh Dari Indonesia

Indonesia memang belum menjadi negara superpower seperti Amerika dan sebagian besar negara di Eropa. Tapi kita harus bangga, bahwa ternyata ada banyak penemuan penting yang ditemukan oleh ilmuwan yang lahir di bumi pertiwi tercinta. Siapa sangka bahwa telepon satelit yang tidak akan kehilangan sinyal di manapun itu ternyata ditemukan oleh putra bangsa Indonesia?

5 Ilmuwan ini akan menjadi motivasi bagi Anda untuk terus berkarya. Selain telepon satelit, penemuan kelas dunia apalagi yang membuat nama Indonesia makin harum dan memberi semangat untuk terus berkarya?

1. Warsito Purwo Taruno – Penemu Pembasmi Kanker

Laki-laki asal Karanganyar, Jawa Tengah ini penampilannya sederhana dan raut wajahnya juga tidak terlihat serius sekali seperti gambaran ilmuwan yang ada di televisi. Namun siapa sangka, ia telah menemukan beberapa alat yang kini digunakan oleh perusahaan-perusahaan minyak kelas dunia dan juga bisa menyembuhkan kanker yang ganas di dalam tubuh manusia? Ya, penemuannya ini telah terbukti menyembuhkan kakak perempuannya dari kanker payudara dan seorang remaja laki-laki dari kanker otak yang dideritanya.

Alat yang konsepnya 4 dimensi ini terbagi menjadi beberapa fungsi yaitu brain activity scanner, breast activity scanner, brain cancer electro capacitive therapy, dan breast cancer electro capacitive therapy. Cara kerjanya adalah mendeteksi sel-sel kanker yang ganas dan membunuhnya hingga bersih tak bersisa. Kini penemuannya sudah dipakai di rumah sakit besar di beberapa negara yaitu  Indonesia, India, Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, Eropa, China, dan Taiwan.

2. B.J Habibie – Mantan Presiden Sekaligus Ilmuwan Pemecah Masalah Rumit Dunia Penerbangan

Tanpa ada otak brilian dari laki-laki berusia 78 tahun ini, mungkin pemilik maskapai harus menelan kepahitan pesawat tiba-tiba rusak dan jatuh berulang kali. Sejak pertama kali alat transportasi udara ini ditemukan, ada beberapa masalah besar yang melingkupinya.

Beberapa di antaranya adalah keretakan yang terjadi pada bodi pesawat karena ‘kelelahan’ serta konstruksi bagian belakang pesawat yang sering tidak stabil. Siapa yang bisa memecahkan cara untuk mengatasinya? Kenalkan, beliau adalah B.J Habibie, Presiden ketiga R.I dan ilmuwan kehormatan di Jerman.

Memiliki kecerdasan yang tidak tertandingi dan juga sifat pantang menyerah membawanya kuliah di Jerman dan juga bekerja di HFB (Hamburger Flugzeugbau). Di perusahaan ini, ia dimasukkan ke tim riset dan pengembangan, diberikan PR yang cukup fantastis yaitu menemukan solusi atas masalah-masalah di atas. Di tangan suami Hj. Almh. Ainun Habibie ini, dalam kurun waktu 1 tahun saja beberapa ketakutan akan pesawat terbang bisa diatasi. Keren banget kan?

3. Ricky Elson – Dapat Gaji Hibah Dari Dahlan Iskan Atas Penemuan Mobil Listriknya

Dahlan Iskan bisa dibilang sebagai salah satu Menteri paling kompeten di masa pemerintahan SBY 2009-2014 kemarin. Komitmennya untuk memajukan teknologi di Indonesia tidak main-main. Ia menghibahkan gajinya sebagai Menteri BUMN untuk Ricky Elson yang ia minta untuk mengembangkan mobil listrik agar Indonesia menjadi pionir penemu mobil tanpa BBM pertama di dunia.

Ricky Elson masih muda, usianya 34 tahun dan punya semangat tinggi untuk memberikan sumbangsih pada bangsanya. Walau Ricky tidak mengenyam pendidikan strata 1, namun kecerdasan dan idenya tidak bisa disepelekan. Ia bersama timnya membuat mobil listrik yang diberinama Selo dan Gendis, dipamerkan di KTT APEC yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2013 di Denpasar, Bali. Tuh kan, salah satu bukti bahwa jika mau terus belajar, tidak sekolah s1 pun tidak masalah.

4. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo –  Radar Satelit Bumi Temuannya Dipakai Oleh Ratusan Negara

Ia merupajan penemu dan pemegang paten  antena mikrostrip (antena berbentuk cakram berdiameter 12 sentimeter dan tebal 1,6 milimeter) yang dapat digunakan untuk berkomunikasi langsung dengan satelit, dikutip dari wikipedia.

Lewat pusat penelitiannya, ia memberikan beasiswa pada murid SD hingga universitas untuk melanjutkan pendidikan. Ia percaya bahwa banyak anak Indonesia yang berpotensi untuk menjadi penemu hebat di masa depan. That’s why, ia tidak segan mengucurkan dana untuk mewujudkan hal ini. Salut sekali pak!

5. Adi Rahman Adiwoso – Menyambungkan Seluruh Dunia Via Telepon Satelit Temuannya

Pernahkah Anda membayangkan, tinggal di pelosok Indonesia atau sedang ada tugas di nun jauh pedalaman sana, di mana tidak ada sinyal provider selular satupun yang nyaut di HP Anda? Nah lo, kalo tersesat bagaimana? Kalau butuh komunikasi? Silahkan bernapas lega, Adi Rahman Adiwoso memecahkan masalah ini. Ia menemukan telepon satelit yang terhubung langsung dengan satelit di atas sana, jadi no signal? no problem.

Adi Rahman memanfaatkan satelit garuda 1 untuk mewujudkan gambaran teknologi telepon satelit ini. Menyadari bahwa masih banyak blank spot alias daerah yang tidak terjangkau sinyal provider di dunia ini (misalnya saja: di dalam hutan, lepas pantai dan masih banyak lagi) Adi terpacu untuk membuat inovasi ini. Berkolaborasi dengan perusahaan lain untuk satelit dan pirantinya, Adi Rahman telah membantu Indonesia keluar dari susahnya berkomunikasi di blank spot. Ia dan timnya  membebaskan 2.975 desa di 40 kabupaten di Indonesia dari isolasi telekomunikasi dengan perangkatnya yang berbasis satelit.

Bangga saja pada mereka tidak cukup, tapi mengapresiasi dan juga terus berinovasi juga menjadi langkah penting agar Indonesia terus mencetak generasi berkualitas dan berdedikasi. Penemuan tidak harus boombastis tapi bermanfaat bagi banyak orang. Setuju?

Dua Presiden RI Yang Terlupakan

Di dalam perjalanannya, sejarah mencatat, bahwa Indonesia dipimpin oleh seorang kepala negara yang menjalankan pemerintahan, yaitu presiden. Ada 6 nama presiden yang umum diketahui selama ini sebagai pemimpin pemerintahan NKRI. Mereka, adalah :

1. Soekarno (1945-1966)

2. Soeharto (1966-1998)

3. BJ. Habibie (1998-1999)

4. Abdurahman Wahid (1999-2001)

5. Megawati Sukarnoputri (2001-2004)

6. Susilo Bambang Yudhoyono (2004-sekarang)

Namun, ada dua nama presiden yang dilupakan oleh sejarah Indonesia. Nama-nama yang terlupakan begitu saja itu, adalah Sjafruddin Prawiranegara yang menjabat presiden pada Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), dari tanggal 22 Desember 1948 hingga 13 Juli 1949, dan Mr. Assaat yang memangku sementara jabatan Presiden Republik Indonesia (RI) pada periode 27 Desember 1949 hingga 15 Agustus 1950, setelah Konferensi Meja Bundar (KMB).

Dua nama Presiden tersebut merupakan nama yang tak tercatat di dalam sejarah Indonesia, mungkin karena alpa, tetapi mungkin juga disengaja dengan alasan-alasan tertentu.

Pict 1 :


Sjafruddin Prawiranegara, Presiden Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), periode 22 Desember 1948 hingga 13 Juli 1949

Sjafruddin Prawiranegara pernah menjabat sebagai Presiden yang merangkap menteri pertahanan, penerangan, dan luar negeri ad interim pada Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), yang dibentuk untuk menyelamatkan pemerintahan RI.
Saat itu, Belanda baru saja melancarkan agresi militer ke-2, pada 19 Desember 1948, di Ibukota RI yang saat itu berkedudukan di Yogyakarta. Belanda pun menahan Presiden dan Wakil Presiden RI saat itu, Soekarno-Hatta.

Di sela-sela penangkapan itu, Soekarno mengirim telegram kepada Sjafruddin yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kemakmuran RI, dan tengah berada di Bukittinggi, Sumatera Barat. Kepada Sjafruddin, Soekarno meminta agar dibentuk pemerintahan darurat di Sumatera, jika pemerintah tidak dapat menjalankan kewajibannya lagi.

Sjafruddin dan tokoh-tokoh bangsa lainnya di Sumatera kemudian membentuk PDRI, untuk menyelamatkan negara yang berada dalam keadaan berbahaya akibat kekosongan posisi kepala pemerintahan (Vacuum Of Power). Karena, posisi itu menjadi salah satu syarat internasional untuk di akui sebagai negara di dunia. PDRI pun diproklamirkan 22 Desember 1948 di Desa Halaman, sekitar 15 Kilometer dari Payakumbuh.

Jabatan Presiden merangkap menteri pertahanan, penerangan, dan luar negeri ad interim yang di isi Sjafruddin, kemudian berakhir setelah dia menyerahkan kembali mandatnya kepada Soekarno yang kembali ke Yogyakarta pada 13 Juli 1949. Riwayat PDRI pun berakhir.

Pict 2


Mr. Assaat, Pemangku Sementara Jabatan Presiden Republik Indonesia (RI), periode 27 Desember 1949 hingga 15 Agustus 1950.

Sekitar tahun 1946-1949, di Jalan Malioboro, Yogyakarta, sering terlihat seorang berbadan kurus semampai berpakaian sederhana sesuai dengan irama revolusi. Terkadang ia berjalan kaki, kalau tidak bersepeda menelusuri Malioboro menuju ke kantor KNIP tempatnya bertugas. Orang ini tidak lain adalah Mr. Assaat, yang selalu menunjukkan sikap sederhana berwajah cerah di balik kulitnya yang kehitam-hitaman. Walaupun usianya saat itu baru 40 tahun, terlihat rambutnya mulai memutih. Kepalanya tidak pernah lepas dari peci beludru hitam.

Mungkin generasi muda sekarang kurang atau sedikit sekali mengenal perjuangan Mr. Assaat sebagai salah seorang patriot demokrat yang tidak kecil andilnya bagi menegakkan serta mempertahankan Republik Indonesia. Assaat adalah seorang yang setia memikul tanggung jawab, baik selama revolusi berlangsung hingga pada tahap akhir penyelesaian revolusi. Pada masa-masa kritis itu, Assaat tetap memperlihatkan dedikasi yang luar biasa.

Mr. Assaat pernah dipercaya menjabat Pemangku sementara jabatan Presiden Republik Indonesia (RI), pada periode 27 Desember 1949 hingga 15 Agustus 1950. Jabatan itu diamanatkan kepada Mr. Assaat, setelah perjanjian KMB 27 Desember 1949 memerintahkan pemerintah Belanda menyerahkan kedaulatan Indonesia kepada pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS).

RIS merupakan negara serikat yang terdiri dari 16 negara bagian, salah satunya adalah Republik Indonesia (RI), yang saat itu dipimpin pemangku sementara jabatan Presiden, Mr Assaad. Jabatan itu diisi Mr. Assaat, karena Soekarno dan Hatta ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden RIS, akibatnya pimpinan RI kosong.

Peran Mr. Assaat saat itu sangat penting, karena jika RI tanpa pimpinan, berarti ada kekosongan kekuasaan (Vacuum Of Power) dalam sejarah Indonesia. Jabatan Mr. Assaat sebagai pemangku sementara jabatan Presiden RI, berakhir setelah Belanda dan dunia internasional mengakui kembali kedaulatan RI.

RIS dilebur menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), pada 15 Agustus 1950. Soekarno dan Hatta kembali ditetapkan menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI, sementara jabatan Mr. Assaat sebagai pemangku sementara jabatan Presiden RI dinyatakan berakhir.

Selama memangku jabatan, Assaat menandatangani statuta pendirian Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta. “Menghilangkan Assaat dari realitas sejarah kepresidenan Republik Indonesia sama saja dengan tidak mengakui Universitas Gadjah Mada sebagai universitas negeri pertama yang didirikan oleh Republik Indonesia,” ujar Bambang Purwanto dalam pidato pengukuhan sebagai guru besar UGM September 2004.

Ketika menjadi Penjabat Presiden, pers memberitakan tentang pribadinya, antara lain beliau tidak mau dipanggil Paduka Yang Mulia, cukup dengan panggilan Saudara Acting Presiden. Panggilan demikian memang agak canggung di zaman itu. Akhirnya Assaat bilang, panggil saja saya “Bung Presiden”. Di sinilah letak kesederhanaan Assaat sebagai seorang pemimpin.

Hal itu tergambar pula dengan ketaatannya melaksanakan perintah agama, yang tak pernah meninggalkan shalat lima waktu. Dan dia termasuk seorang pemimpin yang sangat menghargai waktu, sama halnya dengan Bung Hatta.

Demikian sejarah 2 presiden RI yang dilupakan tersebut, semoga kita selalu mengingat, bahwa kita memiliki 2 orang presiden yang sangat berjasa saat itu, meskipun hanya bersifat sementara, namun keberadaan dan peran mereka sangatlah penting.

Wanita Indonesia, Laksamana Pertama Di Dunia

Salah satu pahlawan perempuan ini jarang disebut namanya, tidak pernah diungkit sejarahnya.
Kisah Laksamana Malahayati walaupun tidak banyak, semua bercerita tentang kepahlawanannya. Wanita ini merupakan wanita pertama di dunia yang pernah menjadi seorang laksamana.

Berdasarkan bukti sejarah (manuskrip) yang tersimpan di University Kebangsaan Malaysia dan berangka tahun 1254 H atau sekitar tahun 1875 M, Keumalahayati (nama aslinya) berasal dari keluarga bangsawan Aceh. Belum ditemukan catatan sejarah secara pasti yang menyebutkan kapan tahun kelahiran dan tahun kematiannya.
Diperkirakan ia lahir pada masa kejayaan Kerajaan Aceh, tepatnya pada akhir abad ke-XV dan awal abad XVI.

Putri dari Laksamana Mahmud Syah. Kakeknya bernama Laksamana Muhammad Said Syah, putra dari Sultan Salahuddin Syah yang memerintah Kesultanan Aceh Darussalam sekitar tahun 1530-1539 M. Sultan Salahuddin Syah merupakan putra dari Sultan Ibrahim Ali Mughayat Syah (1513-1530 M) yang merupakan pendiri Kesultanan Aceh Darussalam.

Jika dilihat dari silsilah tersebut, maka dapat dikatakan bahwa Laksamana Keumalahayati merupakan keturunan darah biru atau keluarga bangsawan keraton. Ayah dan kakeknya pernah menjadi laksamana angkatan laut. Jiwa bahari yang dimiliki ayah dan kakeknya tersebut kelak berpengaruh besar terhadap kepribadiannya.

Kiprah Laksamana Malahayati dimulai pada saat dibentuk pasukan yang prajuritnya terdiri dari para janda yang kemudian dikenal dengan nama pasukan Inong Balee, Malahayati adalah panglimanya (suami Malahayati sendiri gugur pada pertempuran melawan Portugis).

Kabarnya, pembentukan Inong Balee sendiri adalah hasil buah pikiran Malahayati. Malahayati juga membangun benteng bersama pasukannya dan benteng tersebut dinamai Benteng Inong Balee.


Karir Malahayati terus menanjak hingga ia menduduki jabatan tertinggi di angkatan laut Kerajaan Aceh kala itu. Sebagaimana layaknya para pemimpin jaman itu, Laksamana Malahayati turut bertempur di garis depan melawan kekuatan Portugis dan Belanda yang hendak menguasai jalur laut Selat Malaka.

Seorang nahkoda kapal Belanda yang berkebangsaan Inggris, John Davis pernah mengungkapkan fakta bahwa pada masa kepemimpinan militer Laksanana Malahayati, Kesultanan Aceh Darussalam memiliki Angkatan Laut yang teridentifikasi terdiri dari 100 buah kapal (galey) dengan kapasitas penumpang 400-500 orang.

Adalah Cornelis de Houtman, orang Belanda pertama yang tiba di Indonesia, pada kunjungannya yang ke dua mencoba untuk menggoyang kekuasaan Aceh pada tahun 1599. Cornelis de Houtman yang terkenal berangasan, kali ini ketemu batunya. Alih-alih bisa meruntuhkan Aceh, armadanya malah porak poranda digebuk armada Laksamana Malahayati. Banyak orang-orangnya yang ditawan dan Cornelis de Houtman sendiri mati dibunuh Laksamana Malahayati pada tanggal 11 September 1599 dalam sebuah duel di atas geladak kapal. Oleh karena itulah juga wanita ini memperoleh gelar laksamana. Wanita pertama di dunia yang memperoleh gelar laksamana.

Setelah memangku jabatan sebagai laksamana, Malayahati mengkoordinir pasukannya di laut. Dengan sigap mereka juga mengawasi berbagai pelabuhan-pelabuhan yang berada di bawah penguasaan syahbandar, serta secara seksama mengawasi kapal-kapal jenis galey milik Kesultanan Aceh Darussalam.

Selain armada Belanda, Laksamana Malahayati juga berhasil menggebuk armada Portugis. Reputasi Malahayati sebagai penjaga pintu gerbang kerajaan membuat Inggris yang belakangan masuk ke wilayah ini, memilih untuk menempuh jalan damai.

Surat baik-baik dari Ratu Elizabeth I yang dibawa oleh James Lancaster untuk Sultan Aceh, membuka jalan bagi Inggris untuk menuju Jawa dan membuka pos dagang di Banten. Keberhasilan ini membuat James Lancaster dianugrahi gelar bangsawan sepulangnya ia ke Inggris.

Saya membayangkan, bahwa ketika dalam pertempuran hebat melawan Belanda itu, wanita ini dengan gagah berani, berdiri di balik benteng dan didampingi para Laskar Inong Balee menatap tajam serta penuh kemarahan ke arah selat Malaka. Di kejauhan sana, terlihat jelas ribuan kapal Belanda menyemuti lautan, semakin mendekat dan sudah siap-siap untuk menyerang Aceh. Laksamana Malahayati, wanita asal kota rencong ini dengan semangat membara dan tak mengenal takut sudah siap menanti. Darahnya mendidih. Ia seakan tak sudih melihat tanah airnya terancam penjajah. Ia laksana perwira yang siap mati bagi sesuatu yang sangat dicintainya.
Kemudian Malayahati mengangkat tangannya sembari berseru lantang. Dengan nada yang tegas dan pasti. Dilapisi keyakinan yang amat sangat, beliau memerintahkan anak buahnya untuk menyiapkan kapal perang. Dengan langkah yang penuh kepastian, dan diiringi teriakan memotivasi, Laksamana Malahayati menaiki kapal perangnya. Rupa-rupanya mereka sudah benar-benar siap beradu kekuatan melawan tentara penjajah di tengah laut.

Makam wanita ini ada di Aceh. Kita mungkin perlu merenungi kisah kepahlawanan Laksamana Malahayati. Sangat bisa jadi tanpa beliau tanah Aceh tidak akan seperti yang kita saksikan saat ini. Untuk menghargainya, maka ada juga salah satu pelabuhan di Aceh yang dinamai Pelabuhan Malahayati.

Sejarah sudah mencatat beberapa pelaut wanita yang hebat di dunia ini. Laksamana Malahayati harus kita kenang sebagai salah satu di antaranya. Kala itu, ia mesti berjuang demi mempertahankan tanah yang ia cintai. Tanpa peduli akibat-akibat yang harus ia derita dan lalui. Bahkan suaminya yang seorang laksamana juga harus tewas di medan pertempuran.

Malahayati akan tetap dikenang sebagai pelaut wanita ulung asal Indonesia. Paling tidak, oleh kita yang tinggal di Indonesia.

Ketika Negara-negara maju berkoar masalah kesetaraan gender terutama terhadap Negara berkembang dewasa ini, wilayah nusantara telah lama mempunyai pahlawan gender yang luar biasa. Laksamana perang wanita pertama di dunia.

Nama Malahayati saat ini terserak di mana-mana, sebagai nama jalan, pelabuhan, rumah sakit, perguruan tinggi dan tentu saja nama kapal perang. KRI Malahayati, satu dari tiga fregat berpeluru kendali MM-38 Exocet kelas Fatahillah.

Bahkan lukisannya diabadikan di museum kapal selam surabaya.meskipun demikian, entah kenapa tak banyak yang mengenal namanya.

baca juga yah,https://gheovanchoff.wordpress.com/2012/11/24/6-panglima-perang-perempuan-terhebat-di-dunia

Sejarah Konser Deep Purple Terbesar Di Indonesia

Konser rock terbesar yang saya maksudkan di sini adalah konser dengan jenis musik rock n’ roll, metal, punk, dan atau musik keras lainnya dengan jumlah penonton terbanyak dan belum ada yang memecahkan lagi di Indonesia.

Konser yang dimaksud juga bukanlah pagelaran semacam festival yang menghadirkan banyak band dalam satu even, namun hanya satu band. Menyoal hari, maka yang dihitung tentunya banyaknya penonton dalam satu paket konser, baik itu satu atau dua hari (maksimal tiga hari, jumlah dikomulatifkan).

Sepanjang sejarah konser musik rock di Indonesia, ternyata jumlah penonton yang paling banyak dan belum ada yang menandinginya hingga kini adalah band asal Inggris, yakni DEEP PURPLE. Terkait dengan itu, berikut fakta mengapa Deep Purple mampu di beri predikat sebagai Konser Rock Terbesar dalam Sejarah Indonesia dan berbagai kisah menarik lainnya.

1. Konser Deep Purple hari pertama, 4 Desember 1975, dihadiri sekitar 75.000 penonton yang datang tak hanya dari Jakarta namun dari luar kota dan bahkan luar negeri, seperti, Malaysia, Singapure dan Filipina. Lapangan, tribun atas, tribun bawah dipenuhi lautan manusia. Penonton malah sampai menonton di atap stadion juga.

2. Total ada dua belas lagu dalam set list Deep Purple di hari pertama. Konser hari pertama ini berjalan mulus tanpa represi aparat kepolisian walau ribuan penonton tanpa tiket sempat merubuhkan pagar masuk stadion untuk bergabung dengan penonton lainnya. Pager jebol. Keamanan membiarkan saja orang-orang menerobos. Ada banyak petugas keamanan bersenjata api di setiap sudut dan mereka sibuk menertibkan para penonton, tapi agaknya tidak ada pengamanan yang terorganisir dari polisi.

3. Total diperkirakan jumlah penonton yang menyaksikan konser Deep Purple selama dua hari di Stadion Utama Senayan berjumlah 150.000 orang!. Rekor yang bahkan tak tertandingi oleh konser Mick Jagger [70.000] tahun 1988, Sepultura [50.000] di tahun 1992 dan Metallica [100.000] di tahun 1993. Yupz, sekali lagi ketika itu (1975) para personel Deep Purple sangat terkejut dengan respon penonton di Indonesia yang luar biasa. Total diperkirakan yang menonton dua hari konser Deep Purple ini 150.000 orang!. Konser-konser mereka sebelumnya di Australia yang menonton hanya sekitar 3000 orang.

4. Deep Purple mendarat dibandara Halim perdana kusuma, Jakarta pada 2 dember 1975 dari Australia. Ini merupakan kunjungan perdana Deep Purple dan satu-satunya di asia Tenggara. Konser diselenggarakan pada 4-5 Desember 1975, dua hari sebelum Indonesia menyerang atau meng-invasi Timor portugis.

5. Romobongan Deep Purple Sendiri berjumlah 36 orang yang ditempatkan di dua hotel sekaligus. Para kru menginap di Hotel Sahid Jaya sementara manager dan personill ditempatkan di hotel Mandarin.

6. Majalah Aktuil dan Peter Basuki dari Buena Ventura Group yang bertindak sebagai promotor dengan digawangi oleh jaringan Denny Sabri (wafat 29 November 2003 di Bandung). Beliau adalah orang yang sangat dekat dengan lingkaran dalam Deep Purple, mulai dari tingkat Manajement, raod crew hingga para personelnya ia kenal sejak lama sebelumnya.

7. Pada 8 November 1975 diHonolulu Hawaii, Denny Sabri secara spontan diperkenalkan kepada ribuan penonton oleh David Coverdale yang berkata bahwa Deep Purple telah kedatangan “ Seorang tamu dari bagian lain surga. Selamat datang Denny Sabri, sang promoter!” Lampu sorot kemudian diarahkan kepada Sabri yang kebetulan sedang duduk dibarisan depan. Aplaus penonton membahana yang segera disusul dengan bergemanya lagu “Burn”. Sebuah momen impian bagi penggemar band apapun telah menimpa dirinya. “Coba bayangkan, betapa bangganya saya!”, tukas Denny.

8. John Lord juga sempat melakukan solo keyboarddengan memasukkan lagu “Burung Kakaktua” dan “Padamu Negeri” di Show hari kedua. Denny Sabri-lah yang merekomendasikan dua lagu itu.

9. Untuk bisa menyaksikan Deep Purple, promotor membagi lima kelas penonton. Kelas VIP A dengan harga tiket Rp 7.000, VIP B seharga Rp 5.000 serta kelas I, II dan III, dengan harga tiket paling murah berada di kelas III dengan seharga Rp 1.000.

10. Untuk dua konser di Jakarta honor yang diberikan kepada Deep Purple sebesar 48 juta rupiah.

11. Untuk dua malam membuka konser Deep Purple, God Bless dibayar 1,5 juta rupiah. Fee terbesar God Bless pada saat itu. God Bless membuka konser dihari kedua dan cuma main lima lagu, tiga puluh menit dan bareng supergrup lagi. Sebelumnya, selama sebulan mereka “dikarantina” di sebuah vila di daerah Gadog, Puncak untuk mempersiapkan segalanya

12. Tak hanya God Blessm band-band Indonesia saat itu masih belum paham fungsi stage monitor, sound system bahakan Mixer. Ketika melihat tata lampu yang hebat dan asap dry ice semua orang terbengong-bengong. Memang belum ada jaman itu. Selain mempelajari teknis produksi, musisi local kita untuk pertama kalinya mengenal konsep manajerial badn dari Deep Purple. Mulai dari fungsi personal Manajer hingga account management. Kedatangan Deep Purple bagai sebuah revolusi yang membuka mata band-band Indoensia.

13. Bagi Deep Puple, konser hari pertama mereka di Indonesia selain heboh juga juga tragis. Patsy Collins, Bodyguard Tommy Bolin, tewas mengenaskan setelah terjatuh dari sebuah lift yang tengah diperbaiki di Hotel sahid Jaya. Berita tragedi ini berhembus ke seluruh dunia dan bahkan sempat dimuat ROLLING STONE Amerika edisi 29 Januari 1976 dengan judul “Indonesian Nightmare Strikes Deep Purple.”

14. Konser hari kedua, 5 desember 1975. Pengamana dari pihak kepolisian makin diperketat. Sekitar enam ribu polisi anti huru-hara diterjunkan untuk menjaga keamanan konser tersebut, adapula segerombolan polisi dibantu anjing-anjing Doberman berada tepat didepan panggung untuk berjaga-jaga.

15. Ratusan penonton yang sedang berjoget mengikuti musik tampak sibuk menghindari dari terkaman anjing-anjing yang mulai mengamuk. Sebuah pemandangan konser yang tidak manusiawi sebenarnya. Bahkan jika ada penonton yang “berdansa kerasukan” (moshing atau headbang or sejenisnya), maka para polisi itu tidak segan-segan untuk menedang dan memukul orang tersebut. Setiap kali ada kerumunan penonton yang berjoget para polisi itu langsung menghajar mereka, bahkan sempat ada peristiwa mengerikan ketika seekor Doberman besar milik polisi dengan buasnya menggigit lengan seorang anak kecil. Aparat keamanan makin menggila.

16. Deep Purple dihari kedua bermain lebih pendek dari yang dijadwalkan. Mereka tampak ketakutan mengingat kondisi dalam stadion yang makin mencekam.

17. Sebelum konser dimulai, sebuah peringatan berkumandang agar orang-orang eropa yang menonton konser ini berkumpul di pinggir lapangan demi keamanan.

18.. Setelah konser berakhir, God Bless sempat diajak ke kamar mereka di hotel Mandarin. Malamnya rombongan Deep Purple dan God Bless menggelar after show party di Diskotik Tanamur. Kami ngobrol dan minum-minum hingga pagi. Semua personil Deep Purple walau menyandang status superstar namun tetap ramah terhadap orang yang baru mereka jumpai.

 

19. Konser Deep Purple tahun 2002 dan 2004 tidak semegah tahun 1975. Konser awal millenium itu kabarnya atas permintaan Deep Purple sendiri, rasanya Jakarta (Indonesia) memiliki kisah tersendiri bagi mereka.

20. Deep Purple adalah band rock pertama yang konser di Indonesia, baik itu dari benua Eropa, Amerika, bahkan dari belahan dunia lainnya.

21. Konser hari pertama, 04-12-1975 di Jakarta ini, oleh Deep Purple di jadikan Bootleg “Jakarta Oh My Mind”.