Perlu Ga Seh “INTERNET POSITIF?”, Just Opini

Ketika lo lagi asik berseluncur di dunia maya, lalu tiba-tiba keluar warning “Internet Positif”

Pernah gak lo lantas mikirin, internet sehat dan aman itu yang kaya apa sih sebenernya??

Sebelum kita bahas, coba lo coba renungkan dalam-dalam pernyataan-pernyataan hipotetis di bawah ini :

Pemerintah memblokir situs porno karena dapat merusak moral bangsa

– Pemerintah memblokir situs Islam provokatif karena dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa

– Pemerintah memblokir situs berbau komunis dan ajaran Karl Marx karena tidak sesuai dengan ideologi bangsa (ok ini memang belum kejadian tapi kan bisa aja)

– Pemerintah memblokir situs online manga/anime

– Pemerintah memblokir server game online

Nah, dari pernyataan di atas, lo setuju apa gak dengan poin-poin yang ada??

Kalau lo setuju dengan paling gak satu aja dari semua poin diatas, mari kita diskusiin.

Dari banyak pemberitaan tentang sepak terjang Kemenkominfo dan internet sehat, topiknya lebih banyak ngebahas tentang pemblokiran dan kelayakan konten website. Alasan-alasan yang paling sering keluar juga gak banyak bervariasi, kalo gak tentang moral ya tentang keamanan negara. Moral dan keamanan, kalo dikaitin dengan pemblokiran menandakan adanya polisi internet yang ngurusin hal ini. Ini yang membawa kita ke pertanyaan berikutnya :

Kalau berinternet sehat adalah soal moral dan keamanan, lalu apakah kita perlu polisi internet untuk menuntun kita kesitu??

Ngomongin moral di internet itu sama kaya debat bola, adu-aduan klub siapa yang paling jago, tapi ujung-ujungnya juga gak bakal ada kesepakatan. Ngomongin tentang website ini perlu diblokir, konten itu gak cocok, artikel yang entu tuh kebablasan, symbol moral siapa yang mau dipakai??

Agama kah?? Yah, lo sendiri yang aneh, udah tau dilarang agamanya buka bokep, tapi masih aja nyariin.

Adat ketimuran dan nilai luhur bangsa kah? Dude, this is the internet we’re talking about, our last hope for utopia, tempat dimana orang bisa bertukar informasi tanpa membedakan kasta, suku, ras, latar belakang, dan kelas, lalu tiba-tiba lo mau bawa limitasi geospatial lo ke situ, seriously!?

Kalo ngomongin keamanan, FJB di forum tetangga juga banyak penipunya, email spam tiap hari masuk ke inbox kita, virus yang bikin fesbuk kita ngepost link aneh banyak yang kejebak, survival cookbook yang ngajarin cara bikin bom gampang dicari, artikel gagal move on pemilu yang masih saling caci antar pendukung, dll. Intinya, yang kaya gitu itu di internet memang banyak, tapi kebanyakan sifatnya partikular. Kalo mau nyuruh pemerintah basmi yang kaya gini, bakalan rawan tebang pilih.

Wah giliran yang Islam aja diblokir, dasar pemerintah antek barat!”
“Itu website komunis kok diblokir!? Yang liberalis juga dong!

Gak kelar-kelar, lama-lama jadi kaya Cina dan Korea Utara aja kita, sensor internet dimana-mana.

Berhenti Selalu Menyalahkan Konten Provider

Coba dilihatnya begini :

– Ada website bokep, kemudian diakses oleh orang yang nyari konten bokep.
Apa yang salah di sini??

– Ada website resep masakan, kemudian diakses sama orang yang mau masak.
Apa bedanya yang di atas sama ini?

Konten bisa trending, viral atau ngehits kan karena banyak yang ngakses, artinya orang-orang emang nyari konten itu. Kalo diblokir, apa mereka bakal udahan begitu aja kalo websitenya diblok?? Apa orang ekstrimis agamis bakal jadi tobat gara-gara website tempat dia biasa baca berita provokatif kena blokir??

Ini kan sama kasusnya dengan acara di tipi, ketika banyak program dianggap sampah, paling gampang ya matiin tipi atau pindah channel. Internet juga begitu.

Lebih bagus lagi, kalo gak suka sama suatu konten, ya ciptakan lah counter-konten. Gak ada acara tipi bagus, ya bikin lah coba acara yang menurut kamu bagus. Internet juga begitu.

Jadinya kembali lagi ke pertanyaan sebelumnya, apakah kita perlu polisi internet untuk bisa berinternet secara sehat??

Jadi, internet sehat??

Kalo lo pikir internet sehat itu dicapai dengan pemblokiran sana-sini oleh pihak berwenang, sama dengan lo sama sekali gak percaya dengan akal sehat lo sebagai manusia untuk bisa mandiri nentuin sikap moral dan jaga diri dari tipu-tipu internet.

Standar ganda jadinya ketika lo ngomel sama ormas yang main gerebek sana-sini, tapi ngebiarin hal serupa terjadi di dunia maya. Hasilnya jelas, website seperti reddit dan vimeo jadi korban tongkat blokir polisi internet kita, alasannya?? Karena ada bokepnya kata mereka, pfffft.

Asal lo tau aja, website internet-positif yang nongol ketika kamu ngunjungin situs bokep pake spidi, kalo diperhatiin isinya artikel-artikel yang dikurasi sama website uzone.id. dan di website itu ada kategori khusus artikel ‘cute’ yang isinya, ya begitu, baca aja sendiri (http://uzone.id/category/trending/cute/)

Balik lagi jadinya, kalo lo pikir polisi internet itu perlu, lalu standar moral siapa yang mereka pake?

Kalo gw sih yakin lo yang seneng nonton Biarpun beribu jam kamu di internet dihabisin buat ngebokep, gw yakin lo tetep akan tumbuh jadi pribadi normal yang nantinya berguna buat nusa dan bangsa karena lo pasti udah pada pinter untuk tau mana yang sehat dan mana yang don’t try this at home lah.

Gitu aja deh.. Ada yang mau nambahin??

Jangan Menikahi Wanita Hanya Karena Alasan Ini

Pernikahan adalah tujuan terakhir dari sebuah hubungan antara pria dan wanita. Tapi, sebelum lo memasuki kehidupan baru dalam rumah tangga, apakah lo yakin dia adalah orang yang tepat untuk lo nikahi?

Sebelum kehidupan rumah tangga lo berlangsung dengan perkelahian, kesalahpahaman, dan berakhir dengan kegagalan, sebaiknya lo baca artikel ini lebih lanjut. Pastikan lo tidak menikahinya karena alasan-alasan berikut:

Dia Wanita yang Baik

Menjadi baik saja tidak cukup, begitupun dengan cantik. Pernikahan adalah menyatukan visi dan misi yang sama dalam satu atap. Untuk itu, pastikan dia memiliki selera, ketertarikan, dan tujuan hidup yang sama dengan lo. Jika tidak, sebaiknya lupakan saja.

Ingin Selalu Bersamanya

Kasmaran adalah hak setiap pasangan, tapi apakah lo harus seperti remaja yang selalu ingin larut di dalamnya? Rumah tangga bukanlah wahana permainan yang memberikan bunga-bunga pada kehidupan cinta lo. Lebih jauh lagi, pernikahan melibatkan tanggung jawab dan komitmen. Jika ingin selalu berada di dekatnya hanya menjadi alasan lo menikahinya, coba saja hitung berapa lama dia akan bertahan dengan obsesi lo ini.

Teman Sebaya Sudah Menikah

Menjadi pria lajang di antara pria yang sudah menikah memang merupakan intimidasi tersendiri. Tapi, jangan jadikan alasan ini untuk segera menikah. Pasalnya, faktor usia juga harus diimbangi oleh kesiapan mental dan finansial. Jika kedua faktor itu tidak Anda miliki, melajang lebih lama lebih baik dari pada menikah tanpa ‘amunisi’ apa-apa bro.

Menyenangkan Orang Tua

Tidak ada orang tua yang membenci anaknya karena belum menikah. Lo juga tidak perlu memaksakan diri menikah hanya untuk menyenangkan perasaan orang tua. Lo harus yakinkan diri lo terlebih dahulu apakah pernikahan lo nantinya menyenangkan atau tidak, sebelum memang pernikahan itu tujuannya menyenangkan mereka.

Sudah Mapan

Banyak pria termaksud lw, yang menganggap pernikahan merupakan langkah logis setelah mencapai kemapanan. Tak heran banyak yang terjebak dalam paradigma ‘jika sudah mempunyai mobil dan rumah sendiri, kenapa tidak menikah?’. Padahal kemapanan tidak melulu harus diukur dari materi, tetapi banyak hal-hal yang bersifat immaterial di dalamnya.

Terdesak

Jangan terburu-buru menanggapi desakan dari pasangan lo untuk menikahinya. Lo harus berpikir lebih jauh lagi sebelum mengiyakan. Menikah karena terdesak adalah gerbang utama menuju stres dan pada akhirnya dia merasa ‘cinta bertepuk sebelah tangan’. Pernikahan seharusnya diwujudkan dengan kenyamanan bukan tekanan.

Anda Terlanjur Dekat dengan Keluarganya

Lo menyukai masakan ibunya dan ayahnya merupakan teman bicara yang oke bagi lo bro. Tapi ini bukan berarti ini alasan lo untuk menjadikan mereka ‘keluarga’. Toh, pada saatnya nanti lo tidak akan tidur seranjang dengan mereka. Lo perlu gali lebih dalam lagi, apakah mereka nantinya benar-benar akan menjadi mertua yang baik atau tidak, sebelum memutuskan menikahi puterinya.

Dia Telah Mengandung Anak Anda

Ini terlalu fatal bro, mau tidak mau, kehamilan yang tidak diinginkan merupakan alasan utama terjadinya pernikahan. Ya, ini tidak hanya menyangkut tanggung jawab, tetapi juga reputasi lo sebagai pria. Lo tidak bisa disebut sebagai pria sejati jika mengabaikan si dia yang tengah berbadan dua. Jika tidak ingin hal ini terjadi pada lo, sebisa mungkin lo jauhi seks pra-nikah.

Semoga artikel ini dapat membantu lo dalam memikirkan alasan lain, yang bagus untuk menikahi pacar lo..
Memang semua tergantung pada diri lo, yang penting lo yakin kalau lo bisa hidup bersama dia selamanya.