Cobalah Berhenti Membuka Sosmed, Lalu Apa Yang Terjadi?

Zaman sekarang pernah ga lo berpikir untuk berhenti membuka namanya Sosial Media ( SosMed )? walaupun sempat kepikiran hal tersebut, mungkin lo pada ga akan kuat menahan godaan untuk ga membukanya.
Ngaku aja..

image

Zaman sekarang gitu Smartphone bagaikan nyawa kedua hidup lo, Smartphone lo ilang atau  ketinggalan, atau paling sering Paketan atau kuota internet lo habis aja lo bakal gelisah, risau, dan galau kan?
Entah ga bisa Bbman, WhatsAppan, Twitteran, Path, Facebook, Instagram, dan macem2 hal yang berhubungan dengan Sosial Media. Pasti lo akan buru2 ke konter untuk isi pulsa internet lo! #fakta

Tapi lo pernah ga berpikir apa yang terjadi jika setiap detik lo ga buka namanya SosMed?, penasarankan, dan inilah Yang akan terjadi !

Sosmed memang seru. Lo pasti nggak sabar pengin buka tiap sebentar dan mencari tahu apa yang terjadi dengan teman-teman lo. Saking nggak sabar dan penasaran, hampir tidak sebentar membuka sosmed. Bahkan saat sedang bekerja sekalipun, sebagian besar dari lo mengecek sosmed, kadang memberi komentar
dan bahkan menulis status.

Seru? Iya. Hubungan pertemanan tetap terjaga. Lo juga bisa narsis dengan memasang foto serta aktivitas lo sehari-hari. Tapi apakah itu positif?

Nah, itu dia yang harus mulai lo pikirkan.

Ini dia 7 hal yang akan terjadi jika kita tidak membuka sosmed setiap detiknya.

*Akan Banyak Pekerjaan Yang Selesai.

Sudah pasti akan banyak pekerjaan yang selesai. Jika lo setiap sebentar membuka sosmed dan biasanya menghabiskan waktu lima sampai lima
belas menit. Coba deh, berapa kali lima belas menit dalam sehari lo membuka sosmed ?
Padahal akan banyak tugas atau peer yang dapat lo kerjakan dalam waktu sebanyak itu.

*Bisa Fokus Pada Hal Lain.

Lo akan lebih fokus bekerja. Pikiran tetap terjaga hingga mencapai target. Jika membuka sosmed, pikiran lo pasti teralihkan pada apa yang lo lihat. Mendadak, pikiran lo tidak lagi pada pekerjaan. Akibatnya, pekerjaan tertunda bahkan tidak selesai sesuai target.

*Akan berhenti membandingkan Dirimu Dengan Yang Lain.

Melihat sosmed orang lain yang terlihat lebih happy dari lo, pasti akan membuat lo jadi kecil hati. Lo akan mulai membandingkan diri lo dengan mereka. Padahal, tidak semua yang di
sosmed itu benar gaes. Banyak juga yang hanya ingin pamer saja tapi sebenarnya mereka juga memiliki masalah di kehidupan nyata.

*Akan Lebih Sehat.

Lo akan lebih banyak menghirup udara segar di luar sana ketimbang sibuk dengan sosmed. Hey, ada kehidupan lain dan nyata di luar sana!
Ayo, sehatkan pikiran lo gaes dan tubuh dengan banyak bergerak dan beraktivitas positif.

*Cinta Lama Belum Selesai Tidak Akan

Terjadi Lagi.

Ini sudah sering terjadi, apakah kamu merasakan juga? Cinta lama yang belum tuntas kembali datang dan dipertemukan di sosmed. Padahal ada kehidupan nyata yang harus lo jalani juga.
atau mungkin lo udah punya pacar yang nyata juga, akibat dari pertemuan dengan cinta lama di SosMed, akhirnya perselingkuhan terjadi.

*Data Pribadi Lo Akan Tetap Terjaga.

Banyak yang mengira data dan foto pribadi akan aman selamanya di sosmed. Saat ini sudah banyak ‘maling’ data dan foto yang
disalah gunakan. Jadi sebaiknya kurangin menyebarkan data sendiri di sosmed. Kan, demi kebaikan lo juga.
Udah banyak kasus sekarang orang mengambil foto lo buat akun ga jelasnya. #fakta

*Akan Memiliki Teman Yang Sesungguhnya.

Sibuk di sosmed jadi mengurangi bertemu dengan teman di dunia nyata. Padahal lebih seru kalau bertemu lalu ngobrol seru-seruan bareng, kegilaan bareng akan terasa saat lo bertemu dengan kawan lo di dunia nyata ketimbang hanya saling ‘intip’ sosmed masing-masing dan hanya sekedar menyapa.

Inilah hal-hal yang bakal terjadi gaes, saat lo ga buka namanya SosMed. Apa lo ga mulai dari sekarang “mengurangi” untuk ga gatel membuka SosMed?

Banyak kok manfaatnya, inget gaes, hidup lo akan lebih berasa nikmati hidup kalau dalam sehari lo lupa yang namanya SosMed

Iklan

Penyakit Penyakit Mental Pengguna Internet

Internet di jaman yang telah banyak berkembang ini adalah salah satu hal yang mungkin paling diperlukan dibalik kebutuhan pokok seperti sandang, pangan dan juga papan. Namun meskipun memiliki manfaat yang sangat banyak bagi para pengguna internetnya, internet ini juga memiliki banyak sekali hal yang sangat merugikan selain rugi dalam segi waktu dan juga hubungan sosial. Bahkan masalah kesehatan juga bisa dialami oleh para pengguna internet yang berlebihan ini. Berikut ini akan kami sampaikan beberapa penyakit mental pengguna internet yang cukup serius.

1. Internet Asperger’s Syndrome

Penyakit mental yang pertama yang menjadi problem dari para pengguna internet yang berlebihan adalah Internet Asperger’s Syndrome. Penyakit ini adalah pnyakit dimana seseorang hanya bisa memandang layar monitor dan berkomunikasi dengan beda mati yang lambat laun akan membuatnya tidak bisa merasakan empati kepada orang di sekitarnya. Bisa jadi, kasus ini hampir mirip dengan penyakt autis yang mereka memiliki dunia sendiri dan kadang bisa mengganggu orang disekitarnya karena mereka tidak bisa mengenali adanya interaksi non verbal yang diberikan kepada mereka.

2. Munchausen

Berbohong, mungkin hal ini adalah hal yang banyak Anda ketahui di dunia nyata dan setiap orang tentunya akan pernah melakukan hal tersebut bukan? Hal inilah yang kerap dilakukan oleh para pengguna internet yang memiliki penyakit mental berupa Munchausen. Penyakit Munchausen ini adalah sebuah penyakit dimana mereka bisa memberikan adanya sebuah tulisan di dunia maya atau di internet dengan kebohongannya. Kebohongan yang dilakukan ini juga dilakukan untuk bisa menarik perhatian banyak orang di dunia maya terlebih lagi untuk bisa meraih rasa kasihan. Ya, tentunya hal ini akan menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan bukan?

3. Online Intermittent Explosive Disorder (OIED)

Kasus berikutnya yang merupakan penyakit mental ini adalah sebuah penyakit yang mungkin saja bisa menjadi penyakit yang dialami oleh banyak orang dalam skala yang masih rendah dan juga ringan. Penyakit ini bernama Online Intermittent Explosive Disorder dimana seseorang bisa meluapkan emosinya kepada monitor dan benda mati ketika ada sebuah komentar yang dianggapnya sangat menyinggungnya. Penyakit yang disingkat sebagai OIED ini adalah penyakit dimana bisa terjadi dalam skala ringan, namun dalam skala besar penyakit ini benar-benar bisa merusak otak dan juga gangguan mental. Hal ini bisa terjadi karena adanya kemampuan emosi yang dimiliki oleh orang tersebut di dunia nyata yang tidak bisa diluapkan sehingga diluapkan di dunia maya.

4. Low Forum Frustation Tolerance (LFFT)

Bernama Low Forum Frustation Tolerance, penyakit mental yang satu ini yang juga terjadi pada para pengguna internet adalah dengan adanya kemampuan toleransi yang rendah kepada sebuah forum. Jadi, orang yang menderita penyakit ini akan selalu merasa tidak tenang ketika ada banyak orang yang tidak setuju dengan postingannya di internet atau justru memakinya. Hal ini akan dibahas dengan hal yang lebih parah lagi untuk tidak membenarkan postingan orang lain kepada dirinya sendiri. Hampir seperti sifat anak-anak, namun meskipun membuat tidak tenang, seseorang ini akan terus memposting hal yang bahkan tidak penting untuk melihat apa respon dari orang lain.

Otak Manusia Baru Di Pakai 10 Persen, Bagaimana Kalau Sudah Di Pakai 100 Persen?

Gue mungkin bingung dan bertanya-tanya sama otak gue, apa bener otak gue cuma di pakai 10% dari 100%?

Berawal dari gue mendownload film di Ganool.com, dan menonton Film LIMITLESS, dan gue terperangah membayangkan andai saja gue bisa ngembangin otak gue sama seperti di film.
Dan gue kembali tertarik setelah kembali lagi download Film LUCY di ganool.com..

Mungkin setelah lo semua nonton film LUCY, udah nonton film Lucy belum? Film yang yang rilis Juli 2014 lalu dibintangi Morgan Freeman dan Scarlett Johansson, dan Film LIMITLESS film tahun 2011 yang di bintangi oleh, Robert De Niro dan Bradley Cooper.

Inti dari Film ini mengangkat Tema bahwa otak manusia itu hanya di pakai 10% dari 100%, plot film sama-sama memakai obat terlarang  untuk meningkatkan kapasitas otak dari 10% sampai 100%.

Mungkin ada yang belum nonton film tersebut, untuk lebih tepatnya belum nonton, akan penasaran dengan ceritanya.
Dan gue di sini ga jelas in terntang refrensi Film tersebut. Kalau ingin tau film LIMITLESS dan LUCY silahkan cari di kakek Google. :-p

Setelah gue kemaren-kemaren nonton LUCY gue kembali kepada pertanyaan di atas, apa benar otak gue cuma di pake 10%?
Rasa ingin tau gue muncul dan jadilah googling mencari kebenaran, dan maklum hal yang berbau sains gue ga bagitu ngerti, dan gue cuma mau tau akan FAKTA tersebut.

Akhirnya setelah surfing kesana kemari gue nemu postingan yang menurut gue bagus, dan menambah pemahaman tentang Kebenaran Otak Kita.

Kembali kepada Film LUCY menceritakan Scarlett berubah jadi super pinter, bisa belajar satu hal dengan super cepat, tau super banyak hal, super jago bela diri, sampe punya super power, kayak kemampuan telekinesis, menghentikan waktu, dsb.

Secara film, menurut gw pribadi nih, it’s just another action-science fiction movie. Lumayanlah buat entertainment ngisi waktu luang. Apalagi kalo lo suka mantengin si seksi Scarlett beraksi di film action 😀

Tapi, nih film bikin gw geregetan dan facepalm. Apalagi kalo lo ngefans sama Morgan Freeman plus tau sains juga. Lah emangnya kenapa?

Keseluruhan plot film ini berdasarkan pada premis bahwa kita baru make 10% dari total kapasitas otak kita. Dugaan gua sih cukup banyak dari yang baca tulisan ini juga masih percaya dengan premis ini. Beberapa diantara lo juga mungkin ada yang baru aja nonton Lucy, kemudian terbuai untuk berangan-angan kemampuan apa aja yang bisa lo dapetin kalo lo bisa make lebih dari 10% otak lo.

Lo tau ga sih kalo premis “rata-rata manusia hanya menggunakan 10% dari kapasitas otaknya” itu adalah salah satu miskonsepsi terbesar dalam Biologi, khususnya tentang otak. (FAKTA)

Sangat keliru, tapi sangat populer. Entah kenapa otak sering banget jadi kambing hitam yang dikelilingi dengan banyak mitos, pseudoscience, dan miskonsepsi. Btw lo juga bisa Googling  pembedahan zenius sebelumnya yang berkaitan tentang otak di artikel yang membahas tentang miskonsepsi otak kanan-kiri dan otak tengah . Tapi gimana ceritanya kalo “manusia hanya menggunakan 10% dari kapasitas otaknya”?

Selama bertahun-tahun, banyak dokter, neuroscientists, dan jurnalis sains udah mencoba menerangkan dengan sabar ke siapapun yang mau mendengarkan bahwa ga ada satu pun basis saintifik untuk mitos otak 10% ini. Tapi mitos ini tetap aja hidup dan populer. Kok bisa sesuatu yang keliru banget bisa tetap populer begitu? Ayok lah kita bahas aja.

 

ASAL MULA MITOS TENTANG OTAK 10%

Semua ini bermula dari misintepretasi temuan sains yang masih kurang lengkap seratus tahun lalu.

Pada awal abad ke-20, peneliti medis yang mempelajari otak binatang dan penderita stroke menemukan bahwa bagian otak yang berbeda mengontrol aktivitas yang berbeda pula. Misalnya bagian otak A ternyata berfungsi pada bagian tubuh tertentu, misalnya bibir, bagian otak B ternyata berfungsi pada bagian tubuh lain, misalnya jari kelingking tangan kiri, dsb. Metodenya adalah dengan mencoba memberikan kejutan listrik ke area otak tertentu untuk memetakan fungsi dari tiap bagian otak. Jadi mereka mau ngeliat nih, kalo gw sentrum yang sebelah sini, kira-kira ngaruh ke fungsi atau bagian tubuh yang mana ya. Oh misalnya, kalo gw kasih kejutan listrik ke saraf okulomotor di otak, kelopak mata gw bergerak.

Nah, dengan metode seperti itu, para saintis mencoba memetakan fungsi otak yang disetrum dengan efek rangsangan pada gerakan motorik (gerak) manusia. Hasilnya? ternyata hanya 10% bagian otak doang yang memberi respond ketika distimulasi dengan aliran listrik. Sedangkan 90% bagian otak yang lain, ga ada satu pun otot di tubuh yang bergerak atau berkedut sedikitSaintis pada saat itu melabeli 90% area tersebut sebagai silent cortex karena fungsinya BELUM diketahui.Inget, “belum diketahui” bukan berarti “tidak berfungsi sama sekali” yaah…

Sayangnya, orang-orang dari ranah non-sains pada saat itu mengira 90% area tersebut benar-benar dorman (ga aktif) permanen. Di sinilah miskonsepsi 10% otak itu dimulai. Mulai deh tuh premis ini bermunculan di buku-buku self help,motivasi, film (salah satunya film Lucy itu), sampe bermunculan juga program-program peningkat daya guna otak. Salah satu yang terkenal dan diduga menjadi buku pertama yang menggunakan premis ini adalah buku “How to Win Friends and Influence People” yang ditulis oleh Dale Carnegie pada tahun 1936. Buku ini jadi salah satu buku self-development yang best selling pula. Tapi yah emang bisa dimaklumi sih karena buku ini ditulis pada saat sains belum berkembang seperti ini, dan isi dari buku tersebut juga gak sepenuhnya membahas tentang konteks ini.

Selain itu, bahkan ada juga yang mengaitkan premis otak 10% ini dengan Albert Einstein., bahwa sebetulnya Einstein yang sejenius itu aja ternyata cuma menggunakan 10% dari otaknya. Ada juga yang bilang bahwa Einstein sendiri yang mengatakan hal itu. Entahlah gua juga ga tau juga kenapa ada klaim ngaco seperti itu. Mungkin karena Albert Einstein sering dipake sebagai simbol orang jenius, jadi sering dimanfaatkan juga nama besarnya. Akhirnya sih di tahun 2004, pencarian komprehensif terhadap arsip Einstein di Institut Teknologi California tidak menemukan bukti sama sekali kalo Einstein pernah melontarkan premis serupa.

 

SAINS TERKINI MENJAWAB MISKONSEPSI OTAK 10%

Ingat kah kalian pelajaran Biologi kelas 7 SMP atau kelas 10 SMA tentang Metode Ilmiah? Di sini kita belajar kalo sains terus berkembang dan harus selalu terbuka untuk difalsifikasi (dipatahkan) jika ada bukti dan data-data terbaru yang ditemukan atau dengan pemahaman baru yang lebih komprehensif. Jadi sains harusnya memiliki sifat auto-critic atau harus selalu bisa mengevaluasi kembali pemahamannya.

Nah, hal yang sama juga harusnya berlaku untuk setiap fenomena yang diklaim oleh saintis, termasuk penelitian tentang otak 100 tahun yang lalu. Peneliti otak jaman sekarang udah punya peralatan yang lebih canggih sehingga bisa mengambil kesimpulan yang jauh lebih tepat tentang pemetaan fungsi otak terhadap akvitias tubuh manusia. Untuk mengamati fungsi otak, kita udah punya fMRI, CT Scan, dan PET Scan, EEG, dsb yang hasilnya bisa diolah secara kuantitatif maupun grafis dengan sangat presisi di komputer. Pastinya beda banget sama jaman 100 tahun yang lalu, peralatan saintis kala itu cuma berupa jepit elektroda yang cuma bisa kasih kejutan listrik doang.

Dengan alat canggih yang kita punya sekarang, kita bisa mengobservasi aktivitas virtual otak (ga cuma aktivitas fisiknya aja), misalnya gelombang otak atau hormon-hormon yang bereaksi di otak. Keempat alat di atas bisa ngebantu para peneliti dan pekerja medis untuk mengetahui secara jauuuh lebih akurat bagian otak mana yang mengontrol kegiatan tertentu. Nah, dengan alat-alat canggih ini juga ditemukan bahwa ga ada tuh bagian otak yang dorman. 90% silent cortex itu juga punya fungsi, yaitu pusat kontrol kognitif manusia, seperti kemampuan berpikir dan menggunakan bahasa.

Ya pantas aja kalo 90% diberi sengatan listrik ga bikin satu pun otot di tubuh kita berkedut, toh fungsinya bukan buat motorik (gerak), tapi lebih ke fungsi yang tidak bisa diobservasi dengan kasat mata, seperti fungsi untuk bisa berpikir secara logis, untuk memahami bahasa verbal, atau untuk menangkap emosi orang lain. Yang begituan ya mana mungkin ke-detect sama alat eksperimen jaman dulu, yang cuma bisa melihat hasil stimulasi yang bersifat motorik (gerak) doang.

Memang benar kalo bagian otak yang berbeda memiliki fungsi yang berbeda pula, dan ga semuanya bekerja dalam waktu yang bersamaan. Namun, hasil scan otak selama periode 24 jam, menunjukkan bahwa seluruh bagian otak kita pasti kepake dan terus aktif dalam satu hari. Pas lo lagi bengong dan nothing to do juga, otak lo masih bekerja. Bahkan saat lo tidur, bagian seperti frontal cortex, yang mengontrol kemampuan berpikir, self-awareness, dan somatosensorymasih aktif. Makanya kalo lo tidur, lo bisa kebangun kalo dipanggil Mama buat disuruh beli belanjaan di Minimarket :p

Lagipula, kalo benar manusia selama ini bisa fine-fine aja dengan menggunakan 10% otaknya, berarti 90% nya dorman sia-sia gitu? Menggunakan perspektif evolusi, ini ga efisien banget. Otak itu konsumtif banget dalam penggunaan energi tubuh. Walaupun berat otak cuma 5% dibandingkan total berat tubuh kita, organ ini mengkonsumsi hingga 20% suplai oksigen dan glukosa dalam tubuh. Ngapain kita mempertahankan 90% bagian otak lain selama ribuan tahun evolusi kalo emang tanpa itu kita masih bisa beraktivitas dengan baik? Kenapa ga “dihilangin” aja?

Kenyataannya, kalo manusia cuma menggunakan 10% otaknya, kita akan rentan banget dengan kelainan otak. Ga ada satu pun area di otak yang kalo di-nonaktif-kan ga akan menimbulkan efek yang fatal. 90% dari otak ga aktif itu udah sama kali kayak orang koma. Kenyataan lo lagi baca tulisan gw sekarang adalah bukti kalo otak lo masih bisa bekerja 100% kok. Kalo ada 1% aja otak lo ada yang gak berfungsi, mungkin lo udah lumpuh atau sekarat, hehe..

 

KENAPA MITOS OTAK 10% MASIH POPULER SAMPAI SEKARANG?

Meskipun kini pengetahuan sains makin advanced, udah ada data-data dan pemaparan logika yang mematahkan mitos ini, tapi kenapa ya kok mitos ini masih populer aja?

Premis “manusia hanya menggunakan 10% dari kapasitas otaknya” seakan-akan memberikan pengharapan bahwa kita bisa lebih dari kita sekarang ini. Harapan kalo ada suatu jalan untuk mengembangkan potensi kita lebih jauh dari yang sekarang.

People love fairy tale. Lo mungkin masih sering tergoda untuk berangan-angan, “Mungkin ga ya laba-laba di film Spiderman itu nyata?”, “Beneran ga sih kalo gw kena sinar radioaktif, gw bisa jadi mutan kayak di X-Men?”, atau “Seandainya gw bisa maksimalin otak gw 100%, gw bisa masuk Harvard kali ya

Premis “manusia hanya menggunakan 10% dari kapasitas otaknya” memberi kita harapan kalo there’s so much more to unlock. Coba lo bayangkan kalo ada motivator atausales program otak yang menawarkan ke lo, “Dengan mengikuti training aktivasi otak 90% kami, hanya dengan biaya 3 juta rupiah, dalam waktu 2 bulan, kamu akan dapat nilai rapor 100 semua, lulus SBMPTN, menguasai 5 bahasa, dan sebagainya dan sebagainya..

Kesannya mungkin konyol buat lo yang udah tau tentang miskonsepsi ini. Tapi bagi yang belum tau atau males nyari tau, ya bisa jadi itu tawaran yang sangat menggoda. Entah kenapa, banyak orang yang selalu tergoda untuk mendongkrak kemampuan kita dengan jalan pintas, apalagi kalau udah dibumbui bau sains, wah makin yakin aja tuh. Padahal yang bersangkutan sebetulnya belum bisa ngebedain yang sains beneran sama yang cuma pseudosains. (pseudosains: sok-sok pake istilah sains padahal ngaco secara sains)

Hal yang membuat miris adalah, banyak pseudosains dijual untuk mendatangkan profit. Sebetulnya hal ini gak perlu dikhawatirkan kalo aja masyarakat mau terus belajar, berpikir kritis, dan selalu mengkaji pengetahuan yang mereka dapetin. Tapi yah kemalasan masyarakat inilah mungkin yang membuat kenapa mitos ini tetap hidup dan populer. Bahkan terus direpetisi hingga menjadi bagian dari urban legend masyarakat kita. Jadinya ketika satu premis bisa mendatangkan duit, ya orang males lah menerima temuan baru atau mengubahbelief-nya kalo malah menutup sumber duit mereka :p

Tapi tentu ada cara kan buat mengembangkan potensi kita? Ya tentu ada lah. Tapi mau potensi lo seperti sekarang vs. potensi lo nanti yang udah lebih berkembang , sama aja lo tetap menggunakan otak lo secara 100%. Potensi yang dimiliki Bill Gates dan potensi yang dimiliki gw sama-sama berdasar dari penggunaan otak secara 100%.

Trus gimana cara mengembangkan potensi kita? Ya kembali lagi seperti yang udah sering Zenius koar-koarin. Potensi dan achievement itu adalah resultan dari kerja keras dan semangat lo dalam meraih impian lo. Ga ada yang namanya shortcut. Mau lulus SBMPTN? Ya belajar kontinu dan efektif. Mau jago menggambar atau bela diri? Ya terus latihan dan evaluasi.

Mungkin ada sebagaian orang menganggap ini pembahasan basi, tapi gue cuma mau ngasih wawasan tambahan, karena dari rasa penasaran gue, dan gda salahnya kan buat gue sebarkan pengetahuan ini..

Jadi sekarang kalo ntar masih ada teman lo yang masih percaya dengan mitos otak 10% ini, lo bisa jelasin kalo itu cuma miskonsepsi. Fakta bahwa mitos ini masih populer justru bukti bahwa manusia sepertinya baru mengerti 10% tentang otak kita.

Stay Awesome, Stay Critical!

REFERENSI
http://science.howstuffworks.com/life/inside-the-mind/human-brain/ten-percent-of-brain.htm
http://psychology.about.com/od/biopsychology/a/10-percent-of-brain-myth.htm
https://www.zenius.net/blog/4984/otak-10-persen-manusia-mitos-miskonsepsi-debunk
http://en.wikipedia.org/wiki/Ten_percent_of_brain_myth#cite_note-5
http://www.princetonbrainandspine.com/subject.php?pn=brain-anatomy-066

Penemu Yang Berpengaruh Dari Indonesia

Indonesia memang belum menjadi negara superpower seperti Amerika dan sebagian besar negara di Eropa. Tapi kita harus bangga, bahwa ternyata ada banyak penemuan penting yang ditemukan oleh ilmuwan yang lahir di bumi pertiwi tercinta. Siapa sangka bahwa telepon satelit yang tidak akan kehilangan sinyal di manapun itu ternyata ditemukan oleh putra bangsa Indonesia?

5 Ilmuwan ini akan menjadi motivasi bagi Anda untuk terus berkarya. Selain telepon satelit, penemuan kelas dunia apalagi yang membuat nama Indonesia makin harum dan memberi semangat untuk terus berkarya?

1. Warsito Purwo Taruno – Penemu Pembasmi Kanker

Laki-laki asal Karanganyar, Jawa Tengah ini penampilannya sederhana dan raut wajahnya juga tidak terlihat serius sekali seperti gambaran ilmuwan yang ada di televisi. Namun siapa sangka, ia telah menemukan beberapa alat yang kini digunakan oleh perusahaan-perusahaan minyak kelas dunia dan juga bisa menyembuhkan kanker yang ganas di dalam tubuh manusia? Ya, penemuannya ini telah terbukti menyembuhkan kakak perempuannya dari kanker payudara dan seorang remaja laki-laki dari kanker otak yang dideritanya.

Alat yang konsepnya 4 dimensi ini terbagi menjadi beberapa fungsi yaitu brain activity scanner, breast activity scanner, brain cancer electro capacitive therapy, dan breast cancer electro capacitive therapy. Cara kerjanya adalah mendeteksi sel-sel kanker yang ganas dan membunuhnya hingga bersih tak bersisa. Kini penemuannya sudah dipakai di rumah sakit besar di beberapa negara yaitu  Indonesia, India, Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, Eropa, China, dan Taiwan.

2. B.J Habibie – Mantan Presiden Sekaligus Ilmuwan Pemecah Masalah Rumit Dunia Penerbangan

Tanpa ada otak brilian dari laki-laki berusia 78 tahun ini, mungkin pemilik maskapai harus menelan kepahitan pesawat tiba-tiba rusak dan jatuh berulang kali. Sejak pertama kali alat transportasi udara ini ditemukan, ada beberapa masalah besar yang melingkupinya.

Beberapa di antaranya adalah keretakan yang terjadi pada bodi pesawat karena ‘kelelahan’ serta konstruksi bagian belakang pesawat yang sering tidak stabil. Siapa yang bisa memecahkan cara untuk mengatasinya? Kenalkan, beliau adalah B.J Habibie, Presiden ketiga R.I dan ilmuwan kehormatan di Jerman.

Memiliki kecerdasan yang tidak tertandingi dan juga sifat pantang menyerah membawanya kuliah di Jerman dan juga bekerja di HFB (Hamburger Flugzeugbau). Di perusahaan ini, ia dimasukkan ke tim riset dan pengembangan, diberikan PR yang cukup fantastis yaitu menemukan solusi atas masalah-masalah di atas. Di tangan suami Hj. Almh. Ainun Habibie ini, dalam kurun waktu 1 tahun saja beberapa ketakutan akan pesawat terbang bisa diatasi. Keren banget kan?

3. Ricky Elson – Dapat Gaji Hibah Dari Dahlan Iskan Atas Penemuan Mobil Listriknya

Dahlan Iskan bisa dibilang sebagai salah satu Menteri paling kompeten di masa pemerintahan SBY 2009-2014 kemarin. Komitmennya untuk memajukan teknologi di Indonesia tidak main-main. Ia menghibahkan gajinya sebagai Menteri BUMN untuk Ricky Elson yang ia minta untuk mengembangkan mobil listrik agar Indonesia menjadi pionir penemu mobil tanpa BBM pertama di dunia.

Ricky Elson masih muda, usianya 34 tahun dan punya semangat tinggi untuk memberikan sumbangsih pada bangsanya. Walau Ricky tidak mengenyam pendidikan strata 1, namun kecerdasan dan idenya tidak bisa disepelekan. Ia bersama timnya membuat mobil listrik yang diberinama Selo dan Gendis, dipamerkan di KTT APEC yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2013 di Denpasar, Bali. Tuh kan, salah satu bukti bahwa jika mau terus belajar, tidak sekolah s1 pun tidak masalah.

4. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo –  Radar Satelit Bumi Temuannya Dipakai Oleh Ratusan Negara

Ia merupajan penemu dan pemegang paten  antena mikrostrip (antena berbentuk cakram berdiameter 12 sentimeter dan tebal 1,6 milimeter) yang dapat digunakan untuk berkomunikasi langsung dengan satelit, dikutip dari wikipedia.

Lewat pusat penelitiannya, ia memberikan beasiswa pada murid SD hingga universitas untuk melanjutkan pendidikan. Ia percaya bahwa banyak anak Indonesia yang berpotensi untuk menjadi penemu hebat di masa depan. That’s why, ia tidak segan mengucurkan dana untuk mewujudkan hal ini. Salut sekali pak!

5. Adi Rahman Adiwoso – Menyambungkan Seluruh Dunia Via Telepon Satelit Temuannya

Pernahkah Anda membayangkan, tinggal di pelosok Indonesia atau sedang ada tugas di nun jauh pedalaman sana, di mana tidak ada sinyal provider selular satupun yang nyaut di HP Anda? Nah lo, kalo tersesat bagaimana? Kalau butuh komunikasi? Silahkan bernapas lega, Adi Rahman Adiwoso memecahkan masalah ini. Ia menemukan telepon satelit yang terhubung langsung dengan satelit di atas sana, jadi no signal? no problem.

Adi Rahman memanfaatkan satelit garuda 1 untuk mewujudkan gambaran teknologi telepon satelit ini. Menyadari bahwa masih banyak blank spot alias daerah yang tidak terjangkau sinyal provider di dunia ini (misalnya saja: di dalam hutan, lepas pantai dan masih banyak lagi) Adi terpacu untuk membuat inovasi ini. Berkolaborasi dengan perusahaan lain untuk satelit dan pirantinya, Adi Rahman telah membantu Indonesia keluar dari susahnya berkomunikasi di blank spot. Ia dan timnya  membebaskan 2.975 desa di 40 kabupaten di Indonesia dari isolasi telekomunikasi dengan perangkatnya yang berbasis satelit.

Bangga saja pada mereka tidak cukup, tapi mengapresiasi dan juga terus berinovasi juga menjadi langkah penting agar Indonesia terus mencetak generasi berkualitas dan berdedikasi. Penemuan tidak harus boombastis tapi bermanfaat bagi banyak orang. Setuju?

Pencipta Komputer Pribadi Pertama IBM Wafat

william c lowe

Dia adalah penanggung jawab penciptaan komputer pribadi di perusahaan IBM

 

Seseorang yang memiliki peran penting dalam industri komputer pribadi (personal computer/PC) di dunia, William C. Lowe, meninggal dunia pada 19 Oktober 2013 lalu di Lake Forest, Illinois, Amerika Serikat, pada usia 72 tahun. Dia adalah penanggung jawab penciptaan komputer pribadi di perusahaan IBM.

Putrinya yang bernama Michelle Marshal, mengatakan, bahwa Lowe meninggal karena serangan jantung.

Lowe bergabung di IBM sejak 1962 sebagai insinyur tes produk. Pada 1980 silam, ia mengajukan saran ke perusahaan untuk membentuk tim yang bakal menciptakan sebuah PC dalam waktu setahun. Ia ingin PC itu memakai perangkat lunak buatan perusahaan lain.

Apple dan perusahaan teknologi lain sebelumnya telah menjual PC selama beberapa tahun sebelum IBM masuk ke bisnis tersebut di akhir 1970-an. Kala itu IBM sudah mendominasi bisnis komputer untuk kalangan perusahaan dan pemerintahan, namun masih menggunakan perangkat lunak buatan IBM sendiri.

“Dua dekade sebelumnya, mesin komputer IBM masih dijual dengan harga 9 juta dollar AS dan membutuhkan ruangan sebesar seperempat hektar yang dilengkapi dengan pendingin ruangan serta 60 orang staf yang bekerja sesuai petunjuk,” demikian sejarah komputer IBM seperti tertulis di situs web resminya.

Setahun kemudian, Lowe dan tim memenuhi janji untuk membuat PC. PC itu diperkenalkan dengan nama IBM Personal Computer atau dikenal dengan kode nama 5150. Prosesornya menggunakan Intel 8088 dan dihargai 1.565 dollar AS, belum termasuk monitor.

Perangkat lunak yang digunakan IBM Personal Computer kala itu adalah MS-DOS 1.0 yang dibuat oleh sebuah perusahaan kecil bernama Microsoft yang berbasis di Washington State.

“PC IBM yang terbaru dapat memproses informasi lebih cepat dibandingkan mesin sebelumnya, selain itu bisa juga terhubung ke televisi rumah, bermain game, dan sebagainya,” tulis IBM.

Meskipun terlambat masuk dalam bisnis PC, namun IBM dapat meraih sukses secara perlahan tapi pasti. Mulai dari sinilah nama Microsoft ikut tersohor.

Empat tahun setelah memperkenalkan IBM Personal Computer, kolaborasi menjadi hal umum dalam industri komputer. IBM dan Microsoft sepakat untuk mengembangkan perangkat lunak yang tidak lagi eksklusif untuk mesin komputer IBM.

“Kami berkomitmen untuk konsep arsitektur terbuka, dan kami menyadari pentingnya arsitektur terbuka kepada pelanggan kami,” kata Lowe saat mengumumkan kolaborasi pada tahun 1985.

Semangat kolaborasi IBM itu memberi konsekuensi yang kurang mengenakan bagi IBM. Produsen komputer lain seperti Compaq dan Dell kemudian juga membuat PC, yang lebih baik dan dijual dengan harga lebih murah dibandingkan produk IBM.

Lowe coba melawan sejumlah pesaingnya dengan mengembangkan perangkat keras dan perangkat lunak baru. Untuk sementara, ia memberi dukungan kepada perusahaan NeXT yang didirikan pada 1985. NeXT adalah perusahaan yang didirikan oleh mendiang Steve Jobs, setelah ia dipaksa mundur dari posisi CEO di Apple pada 1985.

Pada 1988, dua tahun setelah menjabat sebagai Wakil Presiden IBM, Lowe memutuskan hengkan dari IBM. Ia mengambil pekerjaan di Xerox untuk memperluas lini bisnis di luar mesin fotokopi. “Saya merasa masih punya landasan di sana (IBM), tapi ini tampak seperti sebuah kesempatan besar,” kata Lowe saat berbicara dari kantor barunya di Xerox.

Lowe lahir pada 15 Januari 1941 di Easton, Pennsylvania, Amerika Serikat. Semasa muda ia mendapat beasiswa basket dari Lafayette College di Easton, dan lulus dengan gelar sarjana fisika. Dalam keluarganya, Lowe adalah orang pertama yang lulus dari perguruan tinggi.