Pria Itu Selalu Salah!

Setelah lo baca judulnya pasti bertanya, apa seh?, Apa yang salah?, mang salah apa?, emang salah jadi pria?, banyak pertanyaan yang muncul di kepala lo setelah lo baca judul di atas.

Kali ini gue mau posting tentang pengalaman saat dulu gue nongkrong, apa barang kali di antara lo semua pernah melihat kejadian ini.

Ketika lo nongkrong ma temen lo, kemudian lo liat ada wanita sama pria lagi berantem, mula-mula pertengkaran mulut di kedua pihak, makin lama makin memanas, dan akhirnya tiba-tiba si wanita nampar pria , terus nendang kelaminnya pria , hingga ia jatuh tersungkur. Wanita tersebut melangkah pergi diiringi riuh tepuk tangan dari orang-orang yang menonton, sementara sang pria berguling di tanah kesakitan tanpa ada yang menolong. Yang jadi pertanyaan gue, saat lo melihat itu apa yang bakal lo ungkapkan?

Pasti ga jauh dari, “mampus”, “syukurin lo”, “rasain tuh”, “Cowok nggak guna”, “Cowok nggak punya harga diri”, “Itu cowok apa banci?”, “Cowok stupid!”, “Cowok bego!”, “Cowok itu feminim banget”, “menyedihkan!” Dan sebagainya.

Mungkin ada beberapa dari kita akan menilai “cewenya gila”, “ceweknya stres”, dan itu jarang banget yang akan menilai ke wanitanya yang telah ngelakuin itu ke prianya. Sedangkan pria sudah jatuh harga dirinya.

Nah coba deh bayangkan sekarang kejadiannya di balik, Bila wanita tersebut duduk memohon sambil nangis-nangis, sementara prianya menamparinya di muka umum. Apakah kira-kira komentarnya juga akan terbalik, mengomentari kebodohan dan harga diri wanitanya?

Walaupun ada yang komentar kebodohan wanita kenapa mau sama cowok kayak gitu, tapi itu jarang terjadi.

Apakah akan sedikit sekali komentar yang berkata, “Cowoknya stress”

?. Jawabannya pasti buuaaanyaakk yang mengumpat tuh cowok.

Bila pria selingkuh, maka dia “bajingan”. Bila wanita selingkuh, berarti prianya “tidak mampu menjaganya”. Bila sepasang kekasih bertengkar di restoran lalu wanita menamparnya pria, pria itu pasti melakukan kesalahan. Bila pria yang menampar wanitanya, pria itu berhak digebukin massa. Itulah yang terjadi dalam dunia romansa kita.

Bahwa pria selalu salah dan berhak menerima hukuman. Jangankan wanita, pria sendiri pun menyalahkan sesama pria

Apa lo ga berpikir kalau contoh yang di awal tadi setelah di selidiki(dektektif), ternyata yang salah wanita?, si pria mengajak wanitanya untuk pulang karena orang tua wanita sudah menghubunginya, tapi si  wanita bersikeras tak ingin pulang, masih mau nongkrong sama temannya, mula-mula pertengkaran mulut di kedua pihak, makin lama makin memanas, dan akhirnya tiba-tiba si wanita nampar pria , terus nendang kelaminnya pria , hingga ia jatuh tersungkur. Wanita tersebut melangkah pergi diiringi riuh tepuk tangan dari orang-orang yang menonton, sementara sang pria berguling di tanah kesakitan tanpa ada yang menolong.
Karena ketidak tahuan kitalah yang menjudge kalau pria tersebut melakukan yang salah sama wanitanya, kalaupun kita tau masalahnya seperti itu pasti lebih banyak yang menyalahkan sang pria.
Seperti “cewek kayak gitu lo ajak”, “ngapain lo bawa kalau ga boleh nongkrong?”, “salah sendiri lo ga pamitan sama orang tuanya”, “biarin aja seh, cewek lo masih mau nongkrong” dan laen-laen.

wanita menampar pria, tetep saja pria yang di salahin. Pria menampar wanita tetep aja digebukin si pria tersebut, jangankan menamparnya, membuat wanita menangis depan umum pun, bakalan banyak yang nyalahin si pria. Tau atau tidaknya masalah mereka.

Ini adalah bahan perenungan yang menarik untuk kita semua. Bila Anda adalah pria, tidak perduli bagaimana seorang wanita menyakiti hati Anda dengan keji,jangan pernah menamparnya. Karena Anda akan disalahkan, Anda dituntut untuk kalem, dewasa, tenang, dan pasrah menerima cibiran dan tawa dari orang-orang yang berkerumun di sekitar Anda,saat pacar Anda yang selingkuh menyiram Anda dengan minumannya.

Mungkin sudah hukum alam, fisik wanita lebih lemah dari pria, sehingga salah apapun wanita kita sebagai pria harus tenang menghadapinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s