Sejarah Foto Udara Pertama di Dunia

Jauh sebelum satelit mengudara kembali dan Google Street View belum terpikirkan mari kita menjelajahi dunia dari kenyamanan ruang keluarga kita, seorang dokter Jerman datang dengan cara teknologi sedikit lebih rendah untuk mengambil foto udara dengan kamera mini yang diikat ke merpati .

Pada tahun 1908, Dr Julius Neubronner mematenkan ‘merpati-cam’ yang dapat diaktifkan oleh mekanisme waktu.

 

Penemuan ini membawa Dr Neubronner pada dunia ketenaran setelah ia memamerkan pada sebuah pameran internasional di Dresden, Frankfurt dan Paris pada 1909 dan 1911.

BAGAIMANA CARA MERPATI MELAKUKANNYA?

Untuk mengambil foto udara, Dr Neubronner membawa merpati ke lokasi sekitar 60 mil (100 km) dari rumah, di mana ia dilengkapi dengan kamera dan dirilis.

Burung biasanya tertarik untuk dibebaskan dirinya dari beban nya, biasanya akan terbang pulang pada rute langsung, pada ketinggian 160 sampai 330ft (50 100metres).

 

Sebuah sistem pneumatik di kamera mengontrol waktu tunda sebelum sebuah foto diambil.
Untuk mengakomodasi merpati yang terbebani, dovecote memiliki papan mendarat yang luas dan elastis dan lubang masuk yang besar.

Awal Mula Ide
Pada tahun 1903, Dr Neubronner seorang apoteker dari kota Kronberg dekat Frankfurt mulai menerima resep dari sebuah sanatorium di Falkenstein terdekat menggunakan pos merpati.

Pos merpati dihentikan setelah tiga tahun ketika sanatorium ditutup. Ia menyampaikan obat yang  mendesak sampai dengan 75g (2.6oz) dengan metode yang sama, dan diposisikan beberapa merpati untuk grosir di Frankfurt dan untuk mendapatkan keuntungan dari pengiriman cepat.

Ketika salah satu merpati yang hilang dengan orientasi dalam kabut, tidak cukup makan, selama empat minggu terakhir  Dr Neubronner terinspirasi dengan ide lucu untuk melengkapi merpati-merpati itu dengan kamera otomatis untuk melacak jalur mereka.

Dia kemudian mengetahui bahwa merpati itu telah dalam tahanan koki restoran di Wiesbaden.

Pikiran ini menyebabkan dia untuk menggabungkan dua hobi menjadi merpati pos digabungkan dengan fancying dan  fotografi amatir.

Setelah berhasil menguji kamera Ticka yang bisa menonton di kereta api dan saat mengendarai kereta luncur, Dr Neubronner memulai pengembangan kamera miniatur cahaya yang dapat dipasang pada payudara merpati dengan memakai harness dan lapisan baja aluminium baju besi logam dirancang untuk melindungi dada pemakainya.

Menggunakan model kamera kayu seberat 30 sampai 75 gram (1,1 sampai 2.6oz), merpati itu dengan hati-hati dilatih untuk beban mereka.

Menurut dokter, ada selusin model kameranya. Pada 1907 ia telah cukup sukses untuk mengajukan permohonan paten.

 

Teknologi ini dikenal secara luas melalui partisipasi dalam Pameran Fotografi 1909 Internasional di Dresden, dan 1909 Pameran Internasional Aviation di Frankfurt.

Foto dr Neubronner memenangkan hadiah di Dresden serta pada 1910 dan 1911 Air Shows Paris.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s