Membaca Dan Pengertiannya

 

Keterampilan Berbahasa

 

Keterampilan berbahasa (atau language arts, language skills) dalam kurikulum di sekolah biasanya mencakup empat segi, yaitu:

  1. keterampilan menyimak / mendengarkan (listening skills)
  2. keterampilan berbicara (speaking skills)
  3. keterampilan membaca (reading skills)
  4. keterampilan menulis (writing skills)

Dalam memperoleh keterampilan berbahasa maka biasanya kita melalui suatu hubungan urutan yang teratur:mula-mula, pada masa kecil, kita belajar menyimak / mendengarkan bahasa, kemudian berbicara; sesudah itu kita belajar membaca dan menulis

 

 

Membaca

 

Membaca adalah salah satu dari empat keterampilan berbahasa. “ membaca ialah memahami pola-pola bahasa dari gambaran tulisannya” (Lado 1976 : 132).

Tujuan membaca

 

Tujuan utama dalam membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi, memahami makna bacaan, makna, arti (meaning) erat sekali berhubungan dengan maksud tujuan, atau intensif kita dalam membaca. Berikut ini kita kemukakan beberapa yang penting:

  1. membaca untuk memperoleh perincian-perincian atau fakta-fakta (reading for details or facts)
  2. membaca untuk memperoleh ide-ide utama (reading for main ideas)
  3. membaca untuk mengetahui urutan atau susunan, organisasi cerita (reading for sequence or organization)
  4. membaca untuk menyimpulkan, membaca inferensi (reading for inference)
  5. membaca untuk mengelompokan, membaca untuk mengklasifikasikan (reading to classify)
  6. membaca untuk menilai, membaca mengevaluasi (reading to evaluate)
  7. membaca untuk memperbandingkan atau mempertentangkan (reading to compare or contrast)

Membaca sebagai suatu keterampilan

 

Membaca adalah suatu keterampilan yang kompleks, yang rumit, yang mencakup atau melibatkan serangkaian keterampilan-keterampilan yang lebih kecil. Keterampilan membaca mencakup tiga komponen, yaitu:

  1. pengenalan terhadap aksara beserta tanda-tanda baca;
  2. korelasi aksara beserta tanda-tanda baca dengan unsur-unsur linguistik yang formal
  3. hubungan lebih lanjut dari A dan B dengan makna atau meaning (Broughton [et al] 1978 : 90)

 

Keterampilan ketiga yang mencakup keseluruhan keterampilan membaca, pada hakeketnya merupakan keterampilan intelektual; ini merupakan kemampuan atau abilitas untuk menghubungkan tanda-tanda hitam di atas kertas melalui unsur-unsur bahasa yang formal, yaitu kata-kata sebagai bunyi, dengan makna yang dilambangkan oleh kata-kata tersebut ( Broughton [et al] 1978 : 90)

Aspek-aspek membaca

Secara garis besarnya terdapat dua aspek penting dalam membaca, yaitu:

  1. Keterampilan yang bersifat mekanis
  2. Keterampilan yang bersifat pemahaman

 

 

MEMBACA NYARING

Pengertian

 

            Membaca nyaring adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang merupakan alat bagi guru, murid, ataupun pembaca bersama-sama dengan orang lain atau pendengar untuk menangkap serta memahami informasi, pikiran dan perasaan seseorang pengarang.Membaca nyaring yang baik menuntut agar si pembaca memiliki kecepatan mata yang tinggi serta pandangan mata yang jauh, karena dia haruslah melihat pada bahan bacaan untuk memelihara kontak mata dengan para pendengar.

Mata pelajaran seni bahasa dan keterampilan bahasa haruslah merupakan salah satu dari pengalaman-pengalaman yang beraneka ragam dengan sejumlah cerita, puisi serta kegiatan yang menarik hati. Membaca nyaring adalah sebuah pendekatan yang dapat memuaskan serta memenuhi berbagai ragam tujuan mengembangka sejumlah keterampilan serta minat. Oleh karena itu maka dalam mengajarkan keterampilan-keterampilan membaca nyaring, sang guru harus memahami proses komunikasi dua arah

Membaca nyaring itu pada hakekatnya merupakan suatu masalah lisan. Oleh karena itu maka khusus dalam pengajaran bahasa asing, aktivitas membaca nyaring lebih dekat atau lebih ditunjukan pada ucapan dari pada bahan bacaan haruslah dipilih yang mengandung isi dan bahasa yang relative mudah dipahami

MEMBACA DALAM HATI

 

Pengantar

 

            Tujuan utama membaca dalam hati adalah untuk memperoleh informasi.Pada membaca dalam hati ini sang anak mencapai kecepatan dalam pemahaman frase-frase, memperkaya kosa katanya, dan memperoleh keuntungan dalam hal keakraban dengan sastra yang baik. Setelah membaca dalam hati, sang guru dapat menyuruh serta mendorong para pelajar mengutarakan yang telah mereka baca, dan hal ini memudahkan pengujian pertumbuhan daya pemahaman dan apresiasi mereka.

Dalam garis besarnya, membaca dalam hati dapat dibagi atas:

  1. Membaca ekstensif dan
  2. Membaca intensif.

Berikut ini akan dibicarakan satu persatu secara terperinci

 A. Membaca Ekstensif

Membaca ekstensif berarti membaca secara luas. Obyeknya meliputi sebanyak mungkin teks dalam waktu yang sesingkat mungkin. Yang menjadi tujuan dan tuntutan kegiatan membaca ekstensif adalah untuk memahami isi yang penting-penting dengan cepat dan dengan demikian membaca secara efisien dapat terlaksana.

Membaca ekstensif ini meliputi pula:

  1. membaca survey
  2. membaca sekilas
  3. membaca dangkal

a.Membaca survey

Sebelum kita mulai membaca makabiasanya kita meneliti terlebih dahulu apa-apa yang akan kita telaah. Kita mensurvei bahan bacaan yang akan dipelajari, yang akan ditelaah, dengan jalan:

a)      memeriksa, meneliti indeks-indeks, daftar kata-kata yang terdapat dalam buku-buku;

b)      melihat-lihat, memeriksa, meneliti judul-judul bab yang terdapat dalam buku-buku yang bersangkutan;

c)      memeriksa, meneliti bagan, skema, outline buku yang bersangkutan.

b. Membaca sekilas

Membaca sekilas adalah sejenis membaca yang membuat mata kita bergerak dengan cepat melihat, memperhatikan bahan tertulis untuk mencari serta mendapatkan informasi, penerangan.

Ada tiga tujuan utama dalam membaca sekilas ini, yaitu:

a)      untuk memperoleh suatu kesan umum dari suatu buku atau artikel, tulisan singkat;

b)      untuk menemukan hal tertentu dari suatu bahan bacaan;

c)      untuk menemukan / menempatkan bahan yang diperlukan dalam perpustakaan.

c. Membaca dangkal

Membaca dangkal pada dasarnya bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang dangkal yang bersifat luaran, yang tidak mendalam dari suatu bacaan. Biasanya dilakukan bila kita membaca demi kesenangan, membaca bacaan ringan yang endatangkan kebahagiaan di waktu senggang; misalnya cerita pendek, novelringan, dan sebaginya.

B. Membaca intensif

Yang dimaksud dengan membaca intensif adalah studi seksama, telaah teliti, dan penanganan terperinci yang dilaksanakan di dalam kelas terhadap suatu tugas yang pendek kira-kira dua sampai empat halaman setiap hari. Kuesioner, latihan pola-pola kalimat, latihan kosa kata, telaah kata-kata, dikte dan diskusi umum merupakan bagian dan teknik membaca intensif.

Yang termasuk ke dalam kelompok membaca intensif ini ialah:

a)      membaca telaah isi.

b)      membaca telaah bahasa.

Membaca intensif pada hakekatnya memerlukan teks yang panjangnya tidak lebih dari 500 patah kata ( yang dapat dibaca dalam jangka waktu 2 menit dengan kecepatan kira-kira 5 patah kata dalam satu detik) Tujuan utama adalah untuk memperoleh sukses dalam pemahaman penuh terhadap argumen-argumen yang logis, urutan-urutan retoris atau pola-pola teks, pola-pola simbolisnya; nada-nada tambahan yang bersifat emosional dan social, pola-pola sikap dan tujuan sang pengarang, dan juga sarana-sarana linguistic yang dipergunakan untuk mencapai tujuan.

MEMBACA TELAAH ISI

 

Pendahuluan

 

Membaca telaah isi dapat kita bagi atas;

  1. membaca teliti
  2. membaca pemahaman
  3. membaca kritis
  4. membaca ide

Berikut ini akan dibicarakan satu persatu secara terperinci.

 A. Membaca teliti

 

Sama pentingnya dengan membaca sekilas, maka seringkali kita perlu membaca dengan teliti bahan-bahan yang kita sukai. Membaca teliti membutuhkan sejumlah keterampilan antara lain:

  1. survei yang cepat untuk memperhatikan/melihat organisasi dan pendekatan umum;
  2. membaca secara seksama dan membaca ulang paragraph-paragraf untuk menemukan kalimat-kalimat judul dan perincian-perincian penting; dan
  3. penemuan hubungan setiap paragraf dengan keseluruhan tulisan atau artikel.

B. Membaca pemahaman

 

Membaca pemahaman (atau reading for understanding) yang dimaksudkan di sini adalah sejenis membaca yang bertujuan untuk memahami;

  1. standar-standar atau norma-norma kesastraan (literary standards)
  2. resensi kritis (critical review)
  3. drama tulis (printed drama)
  4. pola-pola fiksi (patterns of fiction)

 

Berikut ini akan diperbincangkan satu persatu secara berurutan:

C. Membaca kritis

 

            Kemampuan membaca pemahaman merupakan dasar bagi membaca kritis. Membaca kritis (atau critical reading) adalah sejenis membaca yang dilakukan secara bijaksana, penuh tenggang hati, mendalam, evaluatif, serta analitis, dan bukan hanya mencari kesalahan (Albert [et al] 1961b : 1)

Pada umumnya membaca kritis (atau membaca interptretatif, ataupun membaca kreatif) ini menuntut dari para pembaca agar mereka;

  1. memahami maksud penulis
  2. memahami organisasi dasar tulisan
  3. dapat menilai penyajian penulis/pengarang
  4. dapat menerapkan prinsip-prinsip kritis pada bacaan sehari-hari
  5. meningkatkan minat baca, kemampuan baca dan berpikir kritis
  6. mengetahui prinsip-prinsip pmilihan bahan bacaan
  7. membaca majalah atau publikasi-publikasi periodik yang serius.

D. Membaca ide

 

Yang disebut membaca ide atau reading for ideas adalah sejenis kegiatan membaca yang ingin mencari, memperoleh, serta memanfaatkan ide-ide yang terdapat pada bacaan.

Agar kita dapat mencari, menemukan, serta mendapat keuntungan dari ide-ide yang terkandung dalam bacaan, maka kita harus berusaha membuat diri kita menjadi pembaca yang baik atau good reader. Berikut ini akan diperbincangkan apa yang disebut pembaca yang baik.

 

            Pembaca yang baik tahu mengapa dia membaca.

           

Syarat pertama bagi setiap pembaca yang baik ialah bahwa dia tahu dan sadar mengapa dia membaca. Dua buah maksud yang paling umum adalah:

  1. mencari informasi
  2. menikmati bacaan

Kedua alas alasan tersebut mempunyai beribu adaptasi, tetapi pada hakekatnya dalam setiap bentuk berusaha mengajak para pembaca menyesuaikan diri pada halaman-halaman cetakan. Suatu pengertian yang jelas akan maksud merupakan unsur penting, merupakan sesuatu yang esensial bagi keberhasilan membaca.

Pembaca yang baik memahami apa yang dibacanya. 

 

Secara kedua bagi setiap pembaca yang baik adalah memahami benar-benar apa yang dibacanya. Pertama-tama hal ini menuntut perhatian, atau konsentrasi, suatu kemampuan yang erat sekali berhubungan dengan maksud.

Pembaca yang baik harus menguasi kecepatan membaca.

 

Syarat ketiga bagi setiap pembaca ialah memiliki ragam kecepatan membaca, dapat menyesuikannya dengan sifat cetakan yang menuntut perhatiannya. Semakin cepat seseorang melakukan jenis membaca ini dan memperoleh pemahaman, maka semakin berhasil pula studinya di perguruan tinggi. Kalau kita beranggapan bahwa rata-rata mahasiswa yang memasuki perguruan tinggi memiliki kecepatan membaca hanya 200-250 kata dalam satu hari, maka sebenarnya masih ada kesempatan untuk mengadakan perbaikan demi mencapai kemajuan (Salisbury; 1955: 289-290)

Pembaca yang baik harus mengenal media cetak.

 

Syarat keempat yang harus dimiliki oleh pembaca yang baik adalah bahwa dia harus  mengenal bentuk-bentuk kontemporer media cetak, yang meliputi:

  1. papersbacks (buku saku; buku berjilid tipis; kulit kertas)
  2. media grafika (komik;kartun,foto;penyajian stastistik, grafis, diagram, peta, dan lain-lain)
  3. surat kabar (cf. Salisbury; 1955:317-80)

Sejarah piring, sendok, garpu dan sumpit

Sejarah dan Asal Usul Beberapa Peralatan Makan (Piring, Sendok, Garpu, dan Sumpit)

Halo semuanya. . .
Siapa yang sedang makan saat ini ? Bicara soal makan, kita pasti tidak asing lagi dengan peralatan makan seperti piring, sendok, garpu dan sumpit. Kecuali untuk orang yang tidak pernah makan pakai peralatan makan tersebut dan hanya pakai daun.
Tapi tahukah kalian, bahwa ternyata peralatan makan seperti sumpit, piring, sendok, dan garpu memiliki asal asul yang harus kita ketahui. Ok. . . Langsung disimak saja ya ?

SUMPIT

Sumpit diciptakan bangsa Tiongkok dan sudah dikenal di Tiongkok sejak 3.000 hingga 5.000 tahun yang lalu. Di dalam masyarakat Tionghoa, makan bersama dianggap sebagai sarana mempererat tali persaudaraan dan kesempatan berkumpul dengan sanak keluarga dan teman-teman, sehingga penggunaan alat makan yang tajam harus dihindari.

Pada zaman dulu, gading gajah sering digunakan untuk membuat sumpit mahal di Tiongkok. Pengguna sumpit dari gading gajah adalah kalangan pejabat tinggi dan orang berada. Sumpit dari perak pernah digunakan istana kaisar di Tiongkok untuk mendeteksi racun yang mungkin dibubuhkan pada makanan. Pada abad ke-6 atau abad ke-8 Masehi, sumpit sudah merupakan alat makan yang umum bagi suku Uigur yang tinggal wilayah stepa Mongolia.

PIRING

Pada awalnya, orang orang pada jaman dahulu makan diatas daun atau bahkan tidak menggunakan alas. Kemudian pada abad ke 15, orang orang Eropa menggunakan kayu yang dilubangi untuk menaruh makanan. Sebelumnya mereka menggunakan roti yang dilubangi, namun roti yang dilubangi tidak dapat menahan kuah makanan dengan cukup lama. Dan akhirnya makan di atas kayu yang tengahnya dibentuk lubang melengkung menjadi sebuah kebiasan dan dianggap lebih baik. Seiring perkembangan jaman, piring kayu digantikan dengan piring seng, keramik dan melamin.

SENDOK

Menurut sejarah, konon sendok telah dipakai sejak Zaman Paleolitikum. Pada masa tersebut sendok terbuat dari bahan Kulit kerang, Kulit kayu, bahkan dari daun-daunan. Dalam Bahasa Yunani dan Bahasa Latin sendok disebut dengan “Cochlea” yang berarti “Kulit Kerang berbentuk Spiral”. Masyarakat Anglo-Saxon cenderung menyebut sendok dengan istilah “Spon” yang berarti “Serpihan atau Potongan kayu”. Istilah Spon inilah yang kemudian dikenal oleh bangsa Eropa dan bangsa-bangsa lainnya yang dalam bahasa Inggris disebut dengan “Spoon”.

Konon bangsa pertama yang menjadi pelopor dan pencipta sendok dengan desain yang kita kenal sekarang adalah Bangsa Romawi kurang lebih pada abad pertama Masehi. Ada dua jenis sendok yang mereka buat yaitu “Ligula” dengan ujung yang bulat seperti mangkuk dengan pegangan beraneka bentuk. Ligula ini biasa mereka gunakan untuk makan makanan seperti sup atau makanan berkuah. Satulagi adalah yang disebut “Cochleare”, bentuknya kecil dengan ujung bulat dengan pegangan yang ramping. Cochleare biasa mereka gunakan untuk makan kerang dan telur.

GARPU

Catatan sejarah mengatakan bahwa peralatan seperti garpu telah digunakan oleh masyarakat di Timur Tengah sejak seribu tahun sebelum Masehi. Ketika itu disebutkan bahwa bentuk dari garpu ini adalah bercabang lima. Di Timur tengah Pada Abad ke-VII garpu digunakan pada acara-acara kenegaraan. Penggunaan garpu ini terus berkembang penggunaannya dan meluas sekitar Abad ke-X di kalangan atas Kerajaan Byzantium.

Diceritakan bahwa Kerajaan Byzantium mengenal peralatan garpu ini setelah Domenico Salvo seorang ahli waris Imperium Doge dari Venesia menikah dengan seorang putri dari kerajaan Byzantium, konon saat itu Domenico Salvo membawa dua buah garpu.

Di awal abad ke-XVI garpu mulai masuk ke Italia hingga pada perkembangan selanjutnya garpu masuk ke Perancis dibawa oleh Catherine dan Medicis yang menikah dengan King Henry II pada tahun 1533. Sedangkan di Inggris garpu mulai dikenal pada awal-awal abad ke-XVII, konon hal ini karena Thomas Corryate membawa garpu yang dibelinya di Italia.

Garpu dengan cabang empat mulai diperkenalkan pada sekitar akhir abad ke-XVII. Sekitar abad ke-XIX, mulai dilakukan proses pelapisan sendok yang terbuat dari nikel dan tembaga umum. Di abad ke-XX, tepatnya 1920, perangkat makan anti karat mulai dikenal dan banyak digunakan.

5 Tanda Kamu Berada di Friendzone (Khusus buat Ladies)

 

 

Wahai pria , sesungguhnya janganlah kalian menganggap bahwa friendzone itu hanya berlaku untuk kaum pria. Karena sesungguhnya para perempuan juga banyak yang terjebak dalam zona ini. Berikut ini adalah tanda-tandanya jika seorang cewek terjebak dalam friendzone!

1. Dia Sering Ngajak Kamu Pulang/Jalan Bareng

Ok, ini pasti kamu udah deg-degan banget ya gak sih? Dari semua cewek yang ada di dunia ini, dia ngajak kamu? Eh tapi liat dulu buntutnya, kalau dia,

– Minta bayarin bensin
– Mau pinjem sesuatu dari kamu, catatan kuliah, duit, dvd, games, etc (dan gak dibalikin)
– Minta contekan pas ujian
– Minta bayarin nonton
– Minta bayarin makan
– Pokoknya apapun yang menguntungkan dia dan memberatkan kamu

Siap-siap ini baru stage awal. Berikutnya mungkin dia akan mulai –

2. Sering Curhat Sama Kamu

Awww, kamu pasti sudah merasa banget sebagai orang yang paling dia percaya. Dia mulai terbuka sama kamu, dan sering nelpon kamu untuk curhat. Eh tunggu dulu. Curhatnya tentang apa nih? Kalo curhatnya tentang:

– Nilai dia yang jelek dan hampir DO kalo dia gak lulus semester ini
– Mantannya yang dia belum bisa move on
– Cewek cakep di kelasnya
– Cewek cakep di belakang rumahnya
– Cewek cakep di tempat lesnya
– Pokoknya semua tentang dia, dan boro-boro nanya tentang kamu, apalagi tentang hubungan kalian.

Ini stage berikutnya, yah well kecuali poin 2 sampe 6 itu adalah kamu, dan kalau bukan, maka mungkin dia biasanya akan..

3. Gak Akan Canggung Untuk Melakukan Kontak Fisik dengan Kamu

Ooh, lupakan adegan dramatis romantis saat tangan kalian pertama kali bersentuhan, atau ketika dia merangkul dan memeluk kamu. Karena kalau sama cewek yang ditaksir, cowok biasanya akan lebih berhati-hati dalam memulai kontak fisik. Sementara kalau dia,

– Menarik tangan/lengan/rambut/tas/jaket dengan kencang setiap kali dia mau mengajak kamu beranjak
– Merangkul kamu di leher bahkan nyaris memiting kamu
– Tidak ragu-ragu untuk mendorong kamu keras-keras

– Tidak ragu-ragu untuk menjitak kamu kencang-kencang
– Tidak ragu-ragu untuk menyelangkat kamu ketika jalan, dan ketika kamu jatuh dia ketawa kencang-kencang
– Pokoknya kalau kalian sampai becanda kitik-kitikan guling-gulingan, dan bahkan sampai tidur bareng, tapi dia secara harfiah tidur dan sama sekali tidak bereaksi sama kamu.

Ok mungkin poin 2 sampe 5 itu agak lebay, tapi pokoknya ngerti lah ya gimana. Nah gongnya adalah kalau misalnya –

4. Dia Menegaskan Status Kamu Diantara Teman-temannya

Aaa kamu berharap apa sih emangnya? Dia akan mengenalkan kamu sebagai, love of my life, the one I cannot live without, calon ibu dari anak-anakku, cinta pertama dan terakhirku? Tapi kalau dia ngenalin kamu sebagai:

– Temen gue nih
– Yang suka minjemin catatan nih
– Sugar mama! Jalan yuk, tenang aja dibayarin ama dia, ya kan ma?
– Hahaha gak bukan pacaaar, kalo sampe di dunia ini tinggal gue bedua doang sama dia juga gak bakalan kita pacaran
– …… (isi nama kamu disini)
– Pokoknya bukan sesuatu yang dalam konteks romantis. Dan kalau ada temennya yang somehow naksir kamu, dia akan bilang, broo dia mah salah satu dari kita kalii, udah bukan cewe lagi. Ouch.

Asem ya? Ya mau bagaimana lagi? Pokoknya kamu harus mulai berpikir ulang tentang hubungan kalian kalau dia mulai –

5. Pacaran Sama Orang Lain

End of discussion. Cari gebetan baru aja.

Demikianlah. Ada yang pernah mengalami hal semacam ini? Silakan dishare di comments.

10 Ritual Budaya Aneh Yang Ada Sampai Sekarang

Kebudayaan adalah sebuah ciri khas dari sekelompok orang di dunia ini. Karena ciri khas kelompok, maka kebudayaan di dunia sangat beragam dan berbeda. Bahkan ada yang tak masuk akal.

Mengapa disebut tak masuk akal? Karena terkadang kebudayaan itu dianggap tak masuk nalar dan terdengar mengerikan bahkan tabu. Dinyatakan tabu lantaran susah dinalar oleh logika seperti contohnya menari bersama mayat. Herannya, kebudayaan tabu itu masih saja ada di dunia ini. Memang terdengar aneh, tapi itu adalah ritual budaya yang menjadi warisan bagi kehidupan. Apa saja ya? Simak 10 di antaranya.

1. Kanibalisme dan Necrophagy

Suku Aghori Babas yang tinggal di kota Varanasi, India dikenal lantaran suka makan mayat. Mereka percaya bahwa ketakutan terbesar manusia adalah kematian, jadi memakan mayat bisa menjadi cara untuk mencapai pencerahan spiritual. Dalam budaya Hindu, ada lima jenis mayat yang tak bisa dikremasi. Yaitu orang suci, anak-anak, wanita hamil/belum menikah, meninggal karena kusta/gigitan ular. Mayat-mayat itu kemudian dibiarkan mengapung di sungai Gangga dan dimakan oleh suku Aghori. Menjijikan?

2. Tarian Matahari

Penduduk asli Amerika dikenal suka melakukan ritual menghormati Roh Agung dan Pohon Kehidupan. Gampangnya, tata cara ritual ini adalah kulit di dada sang korban ditusuk dengan sebuah batang yang bertali dan tali yang dihubungkan ke tiang Pohon Kehidupan. Korban lalu bergerak maju mundur untuk mencoba membebaskan diri dan itu terjadi selama berjam-jam. Bisa kamu bayangkan betapa sakitnya?

3. Self-Flagellation

Pengikut sekte Syiah Islam melaksanakan ritual besar-besaran ‘menyalahkan diri sendiri’ setiap tahun saat bulan suci Muharram dalam rangka memperingati kesyahidan Hussein, cucu Nabi Muhammad SAW. Seperti apa ritual itu? Orang- orang membiarkan tubuh mereka dicambuk dengan pisau yang melekat di rantai. Dengan darah membasahi tubuh, mereka tampak tak sakit atas nama agama.

4. Vine Jumping

Di desa Bunlap kawasan kepulauan Pasifik ada sebuah ritual aneh yang disebut Gkol (semacam bungee jumping). Penduduk desa bernyanyi dan menari bersama sampai ada seorang relawan pria yang mengikatkan tanaman merambat ke pergelangan kakinya lalu melompat dari menara kayu. Hanya saja, para relawan tak menyadari potensi patah tulang dan melompat dengan kepala terlebih dahulu. Dikatakan semakin tinggi melompat, maka kamu akan semakin mendapat berkah dari dewa.

5. Voodoo dan Kepemilikan Spiritual

Vodun adalah sebuah agama di beberapa kawasan Afrika Barat. Salah satu ritual yang dikenal di sini adalah membuat orang asing lemah tak berdaya dan melakukan apapun sampai dibawa masuk kehutan untuk menemui Roh Bumi, Sakpata. Roh Bumi ‘mengambil’ tubuh sang korban tak sadar itu sampai bertahan tiga hari tanpa makan dan minum sampai dia dibawa kembali ke kesadaran. Tak heran jika salah satu ritual berbahaya Vodun adalah Voodoo yakni bisa membuat seseorang terluka tanpa disadari dengan tak berdaya.

6. Pemakaman Langit

Di Tibet, ada sebuah praktek Budha yang aneh dan suci disebut Jhator atau Pemakaman Langit. Agama Budha percaya dengan siklus kelahiran kembali yang berarti tak perlu ritual penghormatan terhadap mayat lantaran jiwa sudah pindah ke alam lain. Sehingga mayat biasanya diletakkan di tempat yang tinggi dan dibiarkan begitu saja sebagai santapan burung pemakan bangkai dan berakhir sadis.

7. Jalan di Atas Api

Festival Sembilan Dewa Kaisar adalah perayaan Tao yang digelar di Penang, Malaysia. Salah satu ritual pemurnian adalah berjalan telanjang kaki di atas bara api yang diyakini untuk menghilangkan kotoran dan pengaruh jahat seseorang. Berani mencoba? Pastikan kakimu tak menginjak bensin sebelumnya ya.

8. Menari Dengan Mayat

Famadihana berarti ‘menghidupkan tulang belulang’ yakni sebuah festival tradisional yang terjadi di Madagaskar. Para peserta percaya bahwa semakin cepat tubuh terurai, maka makin cepat mencapai akhirat. Oleh karena itu mereka akan menggali kuburan orang yang dicintai, menari dengan mayatnya dan menghidupkan musik keras di area makam. Ritual aneh ini terjadi setiap 2-7 tahun.

9. Impaling

Ini adalah Festival Vegetarian tahunan yang digelar di Phuket, Thailand dan merupakan tuan rumah bagi ritual paling ekstrem. Kenapa disebut ekstrem? Bayangkan saja, para peserta akan menghunuskan tombak, pisau, pedang, kait, serta senjata tajam lainnya melalui pipi mereka. Mereka meyakini para dewa memasuki tubuh selama ritual dan melindungi mereka dari kejahatan.

10. Penghormatan Kematian

Suku di pedalaman Amazon yakni Yanomami adalah salah satu suku paling primitif di dunia. Dalam pandangan mereka, kematian bukanlah fenomena alami. Ketika mayat usai dikremasi, maka abu yang dihasilkan akan dicampur dengan pisang untuk proses fermentasi. Campuran ini lalu dikonsumsi oleh mereka untuk memastikan bahwa semangatt almarhum tetap hidup. Mau mencoba?

Hati-Hati Dengan 5 Modus Pencopet Dalam Angkot

Pencopet kerap beraksi di angkutan umum. Masyarakat kecil menjadi korban. Mulai dari uang hingga telepon genggam diincar para pelaku. Bagaimana saja modus para pencopet itu beraksi?

Berikut beberapa modus para pelaku dalam menjalankan aksinya:

Di kutip dari Detik.com

1. Dengan berpura-pura sakit.

Seperti dialami Luqoni pembaca detikcom di Surabaya. Seorang pria tua di bus, pura-pura mau muntah. Bapak itu pun meminta izin untuk ke jendela. Ketika sudah melewati Luqoni, rekan bapak itu menarik saku celana.

“Untung semua sudah aku antisipasi. Semua tak taruh di celana yang ketat. mungkin seandainya pakai celana yang longgar dengan mudah mereka mencopetku. Akhirnya gagal deh modus mereka,” jelas Luqoni

2. Menghimpit dari Belakang & Menawarkan Duduk

Pencopet beraksi dengan berkelompok. Seperti yang dialami Satrio yang nyaris kecopetan di angkutan umum di Kampung Rambutan. Para pelaku ada beberapa orang. Seorang pelaku menghimpit dari belakang. Kemudian ada yang menawari untuk duduk.

“Tanpa curiga, saya menempati tempat duduk di belakang. Ketika saya hendak turun, orang yang duduk di sebelah kiri dan kanan saya turut berdiri. Anehnya, ketika saya hendak turun, ada seseorang yang terus menerus menghalangi saya agar tidak turun,” tutur Satrio.

Dalam waktu sekian detik, Satrio tersadar. Ternyata ada orang yang duduk di sebelah kanan dia dan sedang merogohkan tangannya ke dalam tas miliknya. Sedangkan orang yang duduk di sebelah kiri dia berusaha menutupi agar tidak kelihatan orang lain.

“Ketika saya pelototi orang yang merogoh tas saya, orang tersebut langsung mengeluarkan tangannya yang ternyata sambil menggenggam pisau kecil. Mungkin digunakan untuk merobek tas saya namun belum kesampaian. Ketika saya berhasil turun, saya baru sadar ternyata orang yang menghimpit saya dari belakang, dua orang yang menawari tempat duduk ke saya, dan orang yang menghalangi saya untuk turun adalah komplotan pencopet,” imbuhnya.

3. Berpakaian Rapi dan Menghalangi Penumpang Hendak Turun

Para penumpang angkutan umum mesti hati-hati. Ada beberapa orang berpakaian rapi, dan menghalangi ketika hendak turun. Seperti dialami Dwi Samba R, pembaca detikcom saat menumpang angkutan umum rute Pasar Minggu-Ragunan.

“Semua penumpang yang naik berpakaian rapi, seperti layaknya orang mau kerja. Kondisi mikrolet penuh. Saat itu saya membawa beberapa dokumen jadi agak repot, nah entah kenapa sudah ada feeling bahwa yang duduk di depan saya kok terus memperhatikan saya,” jelas Dwi.

Nah, ketika Dwi hendak turun, pria di samping dia pun hendak turun. Pria itu dan beberapa temannya menghalangi dia dan seorang ibu untuk turun.

“Akhirnya susah payah karena dipepet-pepet orang baru saya bisa turun dan membayar angkotnya. setelah itu saya langsung mencari HP di tas karena mau telepon orang yang akan saya temui, dan pada saat itulah baru saya sadar,mereka tadi yang menghalang-halangi saya turun adalah komplotan copet,” jelasnya.

4. Pura-pura Bertanya atau Menawarkan Pijat

Aksi pencopet ini perlu diwaspadai. Sebagai masyarakat yang ramah, kita kerap memberi bantuan kepada orang yang bertanya. Modus memanfaatkan keramahan masyarakat ini yang dimanfaatkan para pencopet.

Kelompok pencopet beraksi di angkutan umum dengan modus pura-pura bertanya. Kemudian setelah menjalin obrolan, sang pencopet menawarkan pijat gratis. Dia mengaku sebagai ahli pijat.

“Selang beberapa menit penumpang tersebut mempromosikan pijat urut untuk menghilangkan capek sembari membagikan browsur pijat. Setelah brosur dibagikan dia menawarkan jasa urut gratis kepada saya dan saya pun menolaknya, akan tetapi dia main ambil paksa kaki saya yang sebelah kanan untuk diurut dengan cara melentangkan kaki saya ke depan,” jelas Usman pembaca detikcom di Bekasi.

Pada saat pengurutan berlangsung, teman pelaku merogoh kantong celana sebelah kiri. Pria yang merogoh celana itu duduk di sebelah kiri.

“Saya sontak kaget dan langsung teriak kalian mau nyopet saya sembari menatap orang yang duduk sebelah saya yang di dekat kaca dan orang tersebut langsung gugup dan berkata ‘ngga kok’. Pada saat saya teriak, orang yang ngurut saya langsung melepaskan kaki saya dan kaget juga sembari ngomong ‘Siapa yang mau nyopet kamu?’ dan saya pun menjawab ‘Kalau mau nyopet cari orang lain’. Tidak lama mereka turun,” tutur Usman.

5. Pura-pura Barangnya Jatuh

Ronny pembaca detikcom dikerjai pencopet. BlackBerry yang baru dibelinya dua minggu disikat pelaku. Saat itu dia naik Kopaja P19. Ternyata di kendaraan itu dia dikerjai komplotan pencopet.

“Ketika saya akan turun di halte Setiabudi tiba-tiba tiba ada seorang bapak-bapak memegangi celana saya, seakan langkah saya ditahan dengan dalih orang tersebut menaruh kacamata di bawah sepatu saya. Seakan-akan saya menginjak kacamatanya. Di saat itulah saya refleks membungkukkan badan saya ke bawah, mungkin pada saat itu sebagian copet sudah menempel saya mungkin pada saat itu copet mulai beraksi tangan memasuki kantong saya,” jelas Ronny.

Tak lama, Ronny mendengar ada benda jatuh. Komplotan pelaku kemudian menyebut bahwa BB-nya jatuh ke luar Kopaja. Ronny segera turun, tapi alhasil Kopaja melaju cepat dan barang miliknya raib. Para pelaku hanya mengalihkan perhatiannya.

Artikel tersebut saya kutip dari Detik.com, mungkin masih banyak modus pencopet yang beraksi di angkutan umum, kurang lebihnya mohon ceritakan di komentar apabila anda salah satu korban yang pernah mengalami copet..

Dengan modus-modus baru para pencopet makin lihat mengambil barang kita, kita tetap harus waspada..