Hebatnya Reproduksi Kangguru

https://i2.wp.com/admin.harunyahya.com/indo/anak/images_books/images_endoanimals/46a.jpg

 

 

Tau kangguru kan..? Yup kangguru. Yang jadi satwa khas Australia.. Ternyata bukan hanya ada di australia loh..

Di Indonesia juga ada daerah yg punya satwa ini.. Yaitu Merauke. Kata kanguru diambil dari bahasa Aborigin yaitu gangguru.

Sistem reproduksi kanguru sangat berbeda dengan hewan lainnya. Embrio kanguru melewati beberapa tahap perkembangan di luar rahim, yang biasanya terjadi di dalam rahim.

Setelah kawin, kanguru akan hamil sekitar 31 sampai 36 hari dan tidak lama setelah pembuahan, dilahirkan bayi kanguru yang buta yang panjangnya cuma 1 cm. Biasanya hanya seekor yang lahir. Pada tahap ini bayi kanguru disebut neonatus.

Neonatus tersebut belum berkembang sempurna: kaki depan belum berbentuk dan kaki belakang baru merupakan tonjolan kecil.
Setelah keluar dari rahim, neonatus bergerak memanjat menggunakan kaki depan menuju ke kantong induknya. Kantong induk bagi neonatus ini sama dengan rahim bagi mamalia lain. Neonatus yang telah mencapai kantong lalu menempelkan dirinya pada salah satu dari 4 puting susu dan mulai menyusu..

Pada tahap ini, induk kembali mengalami ovulasi dan sel telur terbentuk di dalam rahim. Betina sekali lagi berkopulasi dengan jantan sehingga sel telur dibuahi. Namun, sel telur yang dibuahi tsb tidak segera berkembang. Bila wilayah sedang musim kemarau panjang, telur yang dibuahi tersebut tidak mengalami perkembangan sampai musim kemarau selesai. Bila musim hujan datang dan padang rumput tumbuh, perkembangan sel telur dimulai kembali..

33 hari setelah pembuahan, neonatus baru yang sebesar biji kacang merah, merayap dari mulut rahim dan mencapai kantong induknya seperti yang dilakukan kakaknya..

Tidak lama sesudah kelahiran anak kedua, kanguru betina kembali berkopulasi, sehingga jumlah anak yang menggantungkan hidup pada induk adalah tiga ekor. Anak pertama sudah dapat makan rumput, namun kadang-kadang kembali ke kantong untuk menyusu, anak kedua masih berkembang dengan menyusu, anak ketiga, yang terkecil, masih dalam bentuk neonatus.

Proses tersebut terjadi hingga anak ke tiga..
Yang mengejutkan adalah bahwa ketiga anak ini, yang berada dalam tahap perkembangan yang berbeda-beda dan bergantung pada induknya, masing-masing mendapatkan jenis air susu yang berbeda sesuai dengan tahap perkembangannya. Pada awal perkembanganya, anak mendapatkan susu yang bening dan tidak berwarna, kemudian susu berubah putih seprti air susu pada umumnya.

Jumlah lemak dan zat kandungan lain juga bertambah sejalan dengan perkembangan anak..

Sementara anak pertama mendapatkan susu yang sesuai dengan kebutuhannya, anak kedua mendapatkan susu yang lebih mudah dicerna pada puting susu yang lain.

Jadi, induk menghasilkan 2 jenis susu sekaligus dengan kandungan zat yang berbeda. Ketika anak ketiga lahir, susu yang dihasilkan juga menjadi 3 jenis: bergizi tinggi untuk anak yang Lebih tua, gizi dan lemak lebih rendah untuk anak yang Lebih muda.

Uniknya lagi adalah bahwa setiap anak mendapatkan puting susu yg khusus bagi dirinya masing-masing. Bila mengisap puting susu yang mengandung zat yang berbahaya baginya, susu tersebut bisa membahayakn tubuhnya..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s